PERKEMBANGAN JIWA BALITA
(USIA 2-5 TAHUN)
(USIA 2-5 TAHUN)
Masa Prenatal
1. Tahap germinal (Germinal stage): zigot, Ovum
2. Tahap Embrio (Embriyonic stage): alaqah/segumpal darah, 2 minggu-8 minggu setelah proses pembuahan
3. Tahap janin (Fetus stage): setelah 8-9 minggu ciri fisik sebagai manusia semakin jelas. Pada usia kandungan 4 bulan ruh ditiupkan oleh Allah pada janin ( termasuk sifat/karakter; bakat; kekayaan; batas usia dll).
MASA BALITA/ANAK-ANAK
Ciri Pokok
Ø Terjadi perubahan pesat pada aspek kepribadian dan emosional
Ø Egosentris
Ø Pembangkangan
Ø Minta diperhatikan
Ø Minta dihargai
Ø Menuntut kebebasan
PERKEMBANGAN MOTORIK
Masa kanak-kanak awal àmasa peka/ideal untuk mengembangkan keterampilan
- Tubuh masih lentur
- Lebih mudah menerima keterampilan baru
- Suka mencoba hal baru
- Tidak cepat bosan
Cara Balita mempelajari keterampilan motorik
- Trial and error
- Meniru
- Pelatihan terencana
Jenis Keterampilan Anak
- Self help (makan, minum, mandi,dll)
- Social help
- Keterampilan bermain
- Keterampilan awal bersekolah
Perkembangan Bahasa
- Masa ideal untuk mengembangkan kemampuan berbahasa
- Penambahan kosa kata
- Pemahaman makna
- (dipengaruhi faktor kesehatan, kecerdasan, sosial ekonomi, lingkungan, metode pembelajaran yang diperoleh)
PERKEMBAGAN EMOSI
Pola Umum:
Ø Rasa takut
Ø Rasa marah
Ø Rasa cemburu
Ø Rasa senang
Perilaku Sosial Anak
Ø Kerjasama
Ø Persaingan
Ø Kemurahan hati
Ø Hasrat menerima sosial
Ø Empati
Ø Ketergantungan
Ø Keramahan
Ø Meniru
Perkembangan moral anak
Ø Lebih bersifat peniruan lingkungan
Ø Mengikuti kehendak orang yang berinteraksi
Ø Terkait dengan kepentingan diri sendiri dan lingkungan
Ø Lebih bersifat emosional
Faktor yang mempengaruh Perkembangan Kepribadian anak:
Ø Model Pengasuhan
Ø Model pembelajaran
Ø Egoisme orang tua
Ø Posisi anak dalam keluarga
Ø Kondisi lingkungan
Ø Kesehatan
Bermain bagi anak merupakan kegiatan yang penting, yang manfaatnya adalah:
Ø Pertumbuhan fisik
Ø Perkembangan komunikasi
Ø Penyaluran energi
Ø Pemenuhan kebutuhan
Ø Sumber belajar
Ø Rangsangan kreatifitas
Ø Perkembangan pengetahuan
Ø Belajar sosial
Ø Menemukan jatidiri
MANFAAT BERMAIN
- Pertumbuhan fisik
- Perkembangan komunikasi
- Penyaluran energi
- Pemenuhan kebutuhan
- Sumber belajar
- Rangsangan kreatifitas
- Perkembangan pengetahuan
- Belajar sosial
- Menemukan jatidiri
JENIS PERMAINAN MENURUT FAHAM KOGNITIF
- Permainan fungsional (functional play): permainan yang terjadi selama periode sensorimotorik, yang ditunjukkan dengan gerakan yang diulang-ulang, misalnya gerakan tangan dan kaki pada bayi, dan terpusat pada diri sendiri
- Permainan konstruktif (constructive play): suatu bentuk permainan dengan menggunakan obyek-obyek fisik untuk membangun atau membuat sesuatu. Permainan ini terjadi apabila anak melibatkan diri dalam suatu kreasi atau konstuksi produk atau pemecahan masalah ciptaannya sendiri
- Permainan dramatik (dramatic play), bentuk permainan yang dilakukan secara berpura-pura, yang dimulai ketika anak dapat mensimbolisasi atau menghadirkan obyek-obyek secara mental, permainan ini disebut juga permainan berpura-pura (make believe play)
- Permainan dengan aturan (games with play), yaitu permainan yang melibatkan aturan tertentu (games with rules) dan seringkali berkompetisi dengan satu atau lebih orang
JENIS PERMAINAN
Menurut Mildred Parten:
- Permainan Unoccupied : permainan dimana anak memperhatikan dan melihat segala sesuatu yang menarik perhatiannya dan melakukan gerakan-gerakan bebas dalam bentuk tingkah laku yang tidak terkontrol
- Permainan Solitary : anak dalam sebuah kelompok asyik bermain sendiri-sendiri dengan bermacam-macam alat permainan, sehingga tidak terjadi kontak antara satu dengan yang lain, dan tidak peduli terhadap apapun yang sedang terjadi
- Permainan Onlooker: anak melihat dan memperhatikan anak-anak lain bermain, anak ikut berbicara dengan anak-anak yang lain dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, tetapi ia tidak ikut terlibat dalam aktifitas permainan tersebut
- Permainan Parallel: anak-anak bermain dengan alat-alat permainan yang sama, tetapi tidak terjadi kontak antara satu dengan yang lain ,atau tukar menukar alat permainan
- Permainan Assosiative: anak bermain bersama-sama saling pinjam alat permainan, tetapi permainan itu tidak mengarah pada satu tujuan, tidak ada pembagian peranan dan pembagian alat-alat permainan
- Permainan Cooperative: anak bermain dalam kelompok yang terorganisir, dengan kegiatan konstruktif dan membuat sesuatu yang nyata, dimana setiap anak mempunyai peranan sendiri-sendiri. Kelompok ini dipimpin dan diarahkan oleh satu atau dua orang anak sebagai pimpinan kelompok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun