BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sejak Indonesia
merdeka hingga sekarang Indonesia
telah melakukan lima
kali pemilu. Walaupun tidak semua partai mendapatkan jumlah pemilih yang
memadai, tetapi perwujudan banyak partai itu, dinilai positif sebagai semangat
demokrasi yang tinggi. Kemajemukan masyarakat Indonesia sangat memengaruhi
timbulnya banyak partai. Baik itu dilatarbelakangi agama, suku, aliran politik,
bahkan tokoh. Semuanya merasa berhak untuk terwakili untuk ikut memimpin negara
Indonesia.
Padahal jika mau diteliti lebih dalam, tidak semua partai
sebenarnya benar-benar layak untuk ikut kompetisi. Maka yang kemudian
dikeluarkanlah Undang-Undang baru kepartaian yang dilaksanakan lebih ketat.
Dalam kondisi psikologis negara yang sekarang ini, kemajemukan lebih cenderung
membahayakan daripada menjadi aset kekayaan bangsa. Jika itu dihubungkan dengan
ketahanan nasional, maka merupakan ancaman yang serius. Negar Indonesia
adalah negara besar karena keanekaragaman sumber daya alam sebagai kekayaan
negara. Padahal kepemilikan sumber daya itu sangat majemuk, sehingga jika
sampai terjadi kericuhan antaretnis atau golongan sangat mengancam
sumber-sumber kekayaan negara yang mengancam eksistensi negara Indonesia.
Untuk itulah penulis ingin mengkaji lebih dalam mengenai
peran partai politik dalam ketahanan nasional.
B. RUMUSAN MASALAH
- Apa yang dimaksud Partai Politik?
- Bagaimana fungsi partai politik seharusnya?
- Mengapa partai politik dapat menimbulkan konflik?
- Bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi kemajemukan partai politik?
C. TUJUAN
- Untuk mengetahui pengertian partai politik.
- Untuk mengetahui fungsi partai politik yang seharusnya.
- Untuk alasan partai politik dapat menimbulkan konflik.
- Untuk mengetahui solusi yang tepat untuk mengatasi kemajemukan partai politik
D. MANFAAT
1.
Untuk menambah pengetahuan
masyarakat pada umumnya, dan mahasiswa pada khususnya
2.
Sebagai acuan dalam
pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGETIAN PARTAI POLITIK
Menurut Prof. Dr. Miriam Budiarjo,
partai politik adalah organisasi atau golongan yang berusaha untuk memperoleh
dan menggunakan kekuasaan
Menurut Sigmund Neuman, partai politik
adalah organisasi tempat kegiatan politik yang berusaha untuk menguasai
kekuasaan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan
melawan suatu golongan atau golongan-golongan lain yang tidak sepaham.
Menurut Carl J. Friedrich, partai
politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan
merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintah bagi pimpinan
partainya sehingga penguasaan itu memberikan manfaat kepada anggota partainya
baik yang bersifat ideal maupun material.
Jadi partai politik merupakan saluran
utama untuk memperjuangkan kehendak rakyat, bangsa, dan negara sekaligus
sebagai sarana kondensasi dan
rekrutmen kepemimpinan nasional.
B. FUNGSI PARTAI POLITIK
1.
Sarana Komunikasi Politik
Partai politik sebagai sarana untuk
komunikasi politik yaitu berfungsi sebagai penyalur aspirasi pendapat rakyat,
menggabungkan berbagai macam kepentingan (interest
aggregation) dan merumuskan kepentingan (interest articulation) yang menjadi dasar kebijakannya.
Upaya yang dilakukan:
a.
Memperjuangkan aspirasi
rakyat agar menjadi kebijaksanaan umum (public
policy) oleh pemerintah.
b.
Menyebarluaskan rencana-rencana
dan kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah.
c.
Perantara (broker) dalam suatu bursa ide-ide (clearing house of ideas).
d.
Bagi pemerintah bertindak
sebagai alat pendengar, sedangkan bagi warga masyarakat sebagai pengeras suara.
2.
Sarana Sosialisasi Politik
Partai politik sebagai sarana
sosialisasi politik yaitu berfungsi untuk memberikan penanaman nilai-nilai,
norma-norma, dan sikap serta orientasi terhadap fenomena politik tertentu.
Upaya yang dilakukan:
a.
Penguasaan pemerintah dengan
memenangkan setiap pemilu.
b.
Menciptakan image bahwa ia memperjuangkan
kepentingan umum.
c.
Menanamkan solidaritas dan
tanggung jawab terhadap para anggotanya maupun anggota lain (ingroup dan outgroup)
3.
Sarana Rekrutmen Politik
Partai politik sebagai sarana rekrutmen
politik yaitu berfungsi untu mencari dan mengajak orang berbakat untuk aktif
dalam kegiatan politik (political
recruitment). Dengan demikian memperluas partisipasi politik.
Upaya yang dilakukan:
- Melalui kontak pribadi maupun persuasi.
- Menarik golongan muda untuk dididik menjadi kader di masa depan.
4.
Sarana Pengatur Konflik
Mengatasi berbagai macam konflik yang
muncul sebagai konsekuensi dari negara demokrasi yang didalamnya terdapat
persaingan dan perbedaan pendapat. Biasanya masalah tersebut cukup menganggu
stabilitas nasional. Hal ini meungkin saja dimunculkan oleh kelompok tertentu
untuk kepentingan popularitasnya.
C. HAL-HAL YANG MENYEBABKAN
PARTAI POLITIK DAPAT MENIMBULKAN KONFLIK.
Memang terlalu berlebihan jika kita
langsung memvonis bahwa berdirinya banyak partai memicu timbulnya semangat
perpecahan. Namun tidak bisa pula serta merta hal itu diabaikan. Partai adalah
wujud adanya kelompok dalam negara yang harus mewakili kepentingan politik.
Maka efektifitas dari perwujudan partai tersebut sangat ditentukan oleh latar
belakang partai tersebut didirikan. Sebuah partai jika memang ingin disebut
sebagai wakil kelompok masyarakat seharusnya lahir dari keinginan masyarakat
sendiri untuk membentuk kelompok secara wajar.
Dalam ilmu politik, partai adalah alat
untuk mencapai kekuasaan. Pembenaran politik terdapat pada kuantitas dukungan
dan kemenangan diplomasi. Keterwakilan suatu kelompok menjadi subjektif dalam
hal ini. Maka pembentukan partai sebagai alat politik cenderung menghalalkan
segala cara untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat. Hal seperti inilah yang
potensial menimbulkan konflik.
Jabatan dan aktivitas politik begitu
menarik bagi kalangan politisi. Hal ini dikarenakan dengan memperoleh jabatan
berarti memperoleh kekuasaan (power),
kemegahan diri (self-glory), dan
kesengan hidup (pleasure). Bagi para
pejuang ideologi, keagamaan, jabatan, dan kekuasaan politik dikejar-kejar untuk
menegakkan hukum Tuhan dimuka bumi (menurut pemahaman mereka). Bagi sekelompok
orang mungkin saja untuk mencari uang atau melindungi bisnisnya.
Nurani dan nalar sehat menjadi amat
kecewa saat melihat panggung politik yang pada dasarnya begitu mulia, berubah
menjadi panggung gladiator, arena perebutan kekuasaan dengan cara saling
memfitnah, menjegal, dan membunuh lawan. Bahkan beberapa golongan
mengatasnamakan suku, etnis, maupun agama untuk mewujudkan keinginannya untuk
memenangkan pertarungan politik. Akibatnya, apa yang disebut potitik tidal lagi
sebagai seni dan ilmu untuk memperoleh kemenangan dengan cara cerdas, elegan,
santun dan terhormat tetapi siapapun yang turun merasa terluka, kalah, dan
sakit hati.
Jika hal ini dibiarkan begitu saja maka
keadaan ini akan sangat membahayakan persatuan dan kesatuan
D. SOLUSI UNTUK MENGATASI
KEMAJEMUKAN PARTAI POLITIK
Kesadaran berpartai sewajarnya dimulai
dari semangat menyampaikan pendapat. Bukan semangat untuk mencapai kekuasaan
walaupun dalam teori politik hal itu dibenarkan. Namun terbukti hal-hal seperti
itu seringkali memicu konflik yang serius. Bahkan dinegara-negara asal
demokrasi seperti Amerika dan Inggris.
Konflik, perpecahan atau sebaliknya
persatuan dan persamaan adalah sesuatu yang yang tidak berdiri mutlak. Dalam
hal ini sebaiknya masyarakat menumbuhkan kesadaran akan bahayanya konflik
sekecil apapun dan pentingnya persatuan dan toleransi pada saat-saat tertentu.
Konflik tidak harus menghasilkan pemenang dan persatuan tidak harus lahir dari
suatu kelompok. Kadang-kadang semua hanyalah merupakan kebijaksanaan saja dan
dibutuhkan kedewasaan masyarakat untuk menghormati keadaan-keadaan seperti itu.
Kesadaran akan langgengnya perbedaan dan pentingnya persatuan pada masyarakat
akan memicu munculnya partai yang sehat. Oknum-oknum licik dengan sendirinya
akan sulit untuk bermain-main untuk mewujudkan kepentingan mereka.
Hal ini terjadi karena telah
berkembangnya ketahanan masyarakat akan eksistensi dirinya dan pentingnya
menghormati orang lain. Eksistensi diri sendiri sangat ditentukan oleh
eksistensi lingkungan sekitarnya pada skala yang lebih besar. Dengan demikian
tidak akan terjadi kerusuhan didalam masyarakat yang hanya disebabkan adanya
perbedaan partai politik. Karena masyarakat dapat menmpatkan partai politik
pada porsi yang sesungguhnya.
Jika konflik yang ditimbulkan akibat
anggota partai politik yang memberikan informasi justru menimbulkan kegelisahan
dan perpecahan masyarakat, pimpinan partai politik harus segera klarifikasi
atau diselesaikan dengan baik.
Adanya kemungkinan anggota partai
politik lebih mengejar kepentingan pribadi/golongannya, sehingga berakibat
terjadi pengkotakan politik atau konflik yang harus segera diantisipasi dan
diselesaikan dengan tuntas.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.
Partai politik adalah saluran
utama untuk memperjuangkan kehendak rakyat, bangsa, dan negara sekaligus
sebagai sarana kondensasi dan
rekrutmen kepemimpinan nasional.
2.
Fungsi partai politik antara
lain sebagai berikut.
a. Sarana Komunikasi Politik
b. Sarana Sosialisasi Politik
c. Sarana Rekrutmen Politik
d. Sarana Pengatur Konflik
3.
Hal-hal yang menyebabkan
partai politik dapat menimbulkan konflik adalah adanya keinginan untuk
memperoleh jabatan dan kedudukan dalam pemerintah.
4.
Hal-hal yang seharusnya
dilakukan agar partai politik tidak menjadi penyebab konflik adalah adanya
kesadaran dalam diri masyarakat dalam menempatkan partai politik dan penentuan
tujuan utama dibentuknya partai politik.
B. SARAN
Melihat kondisi tersebut seharusnya
antara masyarakat dan partai politik bekerjasama untuk mewujudkan kesejahteraan
rakyat. Selain itu kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa
perlu ditanamkan pada diri masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
Chotib, dkk. 2000. Kewarganegaraan 2 Menuju Masyarakat Madani.
Jakarta:Yudhistira
Tim PPKn. 2006. Pendidikan
Kewarganegaraan. Malang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun