Jenis-jenis Penyesuaian
Beberapa pos penyesuaian dapat dijabarkan
dalam beberapa contoh berikut:
1. Beban yang masih harus dibayar (utang
beban), yaitu beban yang sudah menjadi kewajiban
tetapi perusahaan belum mencatat.
2. Piutang
pendapatan, yaitu pendapatanyang sudah menjadi hak
perusahaan
tetapi
belum dicatat.
3. Beban dibayar di muka (persekot), yaitubeban-beban yang sudah dibayar
tetapi
sebagian beban sebenarnya harus dibebankan pada periode
yang akan datang. Pencatatan bisa diakui sebagai beban dan juga bisa diakui
sebagai aset.
4. Pendapatan diterima di muka (utang), yaitu pendapatan yang sudah diterima
tetapi sebenarnya sebagian pendapatan itu untuk periode berikutnya.
5. Penyusutan
(depresiasi), yaitu penggunaan aset tetap berwujud
yang harus dibebankan pada suatu periode akuntansi.
6.
Perlengkapan yang digunakan yaitu
sebagian dari harga beli perlengkapan yang sudah digunakan selama satu periode.
Perlengkapan yang digunakan menjadi beban perlengkapan.
7. Kerugian
piutang, yaitu taksiran dari piutang usaha
yang kemungkinan tidak bisa ditagih.
Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang dagang
dengan Pendekatan Ikhtisar Laba-Rugi
Pada sistem periodik, jurnal
penyesuaian dicatat secara berkala, biasanya diakhir periode akuntansi. Untuk
itu perlu bibuat jurnal penyesuaiannya dengan pendekatan harga pokok penjualan dan ikhtisar laba-rugi.
Pada sistem perpetual, transasksi dicatat saat barang dagang dibeli atau
dijual. Oleh karena itu, sistem perpetual tidak membutuhkan jurnal
penyesuaiaan. Jurnal penyesuaiaan dengan pendekatan ikhtisar laba-rugi hanya
menyesuaikan persediaan barang dagang pada awal periode dan akhir periode.
a.
Persediaan
Barang Dagang Awal
Pada
akhir periode akuntansi, persediaan barang dagang awal disesuaikan dengan cara
mendebet Akun Ikhtisar Laba-rugi dan mengkredit Akun Persediaan Barang Dagang.
Tujuannya adalah untuk:
(1)
Memindahkan
Akun Persediaan Barang Dagang awal dari akun riil menjadi Akun Laba-Rugi
(nominal), dan
(2)
Me-nol-kan
akun Persediaan Barang Dagang Awal karena barang tersebut terjual dan
sebenarnya telah menjadi bagian dari harga pokok barang dagang.
b.
Persediaan
Barang Dagang Akhir
Penyesuaian
persediaan barang dagang akhir pada akhir periode akuntansi dilakukan dengan
mendebet Akun Persediaan Barang Dagang dan mengkredit Akun Ikhtisar Laba-rugi.
Tujuannya adalah untuk:
(1)
Memindahkan
akun Persediaan Barang Dagang akhir dari akun riil menjadi Akun Laba-Rugi dan
mengurangi harga pokok barang dagang yang dijual, dan
(2)
Menampilkan persediaan barang dagang akhir di neraca karena barang
tersebut masih ada.
Jurnal Penyesuaian Persediaan barang Dagang
dengan Pendekatan Harga Pokok Penjualan
Untuk membuat jurnal
penyesuaian dengan pendekatan harga pokok penjualan, harus diketahui unsur himpuanan harga pokok
penjualan dan letak saldo normanya. Pembuatan jurnalnya adalah sebagai berikut.
a.
Persediaan
barang dagang awal
Persediaan
barang dagang awal merupakan unsur himpuanan harga pokok penjualan. Jurnal
penyesuaiannya adalah sebagai berikut.
Harga Pokok Penjualan xxx
Persediaan
Barang Dagang (awal) xxx
b.
Pembelian
Pembelian
merupakan unsur himpuanan harga pokok penjualan. Jurnal penyesuaiannya adalah
sebagai berikut.
Harga Pokok Penjualan xxx
Pembelian xxx
c.
Beban
Angkut Pembelian
Beban
Angkut Pembelian merupakan unsur himpunan harga pokok penjualan. Jurnal
penyesuaiannya adalah sebagai berikut.
Harga Pokok Penjualan xxx
Beban Angkut Pembelian xxx
d.
Retur
Pembelian dan Pengurangan Harga
Retur
pembelian dan pengurangan harga merupakan unsur himpunan harga pokok penjualan
yang mengakibatkan HPP berkurang. Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut.
Retur pembelian dan pengurangan harga xxx
Harga Pokok Penjualan xxx
e.
Potongan
Pembelian
Potongan
Pembelian merupakan unsur himpunan harga pokok penjualan yang mengakibatkan HPP
berkurang. Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut.
Potongan pembelian xxx
Harga Pokok Penjualan xxx
f.
Persediaan
Barang dagang Akhir
Persediaan
barang dagang harus dicatat disisi debet sedangkan harga pokok penjualan disisi
kredit kerena persediaan barang dagang (akhir) mengurangi HPP. Jurnal
penyesuaiannya adalah sebagai berikut.
Persediaan Barang Dagang xxx.
Harga
Pokok Penjualan xxx
Contoh
Soal Penyesuaian
Untuk PD
Maju Terus terdapat informasi berikut.
Data Penyesuaian per 31 juli
2011 adalah sebagai berikut.
a.
Persediaan
barang dagangan Rp 3.000.000,00.
b.
Perlengkapan
yang telah digunakan sebesar Rp 900.000,00.
c.
Peralatan
disusutkan sebesar Rp 100.000,00.
d.
Gaji
yang masih harus dibayar sebesar Rp 200.000,00.
e.
Pendapatan
yang masih harus diterima Rp 150.000,00.
Jurnal
penyesuaiannya sebagai berikut.
1.
Jurnal
penyesuaian dengan pendekatan ikhtisar laba rugi
|
Tanggal
|
Keterangan
|
Ref
|
Debit
|
Kredit
|
|
|
Juli
|
31
31
31
31
31
31
|
Ikhtisar laba rugi
Persediaan Barang Dagang
Persediaan Barang Dagang
Ikhtisar laba rugi
Beban Perlengkapan
Perlengkapan
Beban penyusutan peralatan
Akum penyusutan peralatan
Beban gaji
Utang gaji
Bunga masih harus diterima
Pendapatan bunga
|
|
Rp 2.750.000,00
Rp 3.000.000,00
Rp
900.000,00
Rp
100.000,00
Rp
200.000,00
Rp
150.000,00
|
Rp 2.750.000,00
Rp 3.000.000,00
Rp
900.000,00
Rp
100.000,00
Rp
200.000,00
Rp
150.000,00
|
2.
Jurnal
Penyesuaian dengan pendekatan Harga Pokok Penjualan.
|
Tanggal
|
Keterangan
|
Ref
|
Debit
|
Kredit
|
|
|
Juli
|
31
31
31
31
31
31
|
Harga Pokok Penjualan
Persediaan Barang Dagang
Persediaan Barang Dagang
Harga Pokok Penjualan
Retur Pembelian
Potongan Pembelian
Harga Pokok Penjualan
Harga Pokok Penjualan
Pembelian
Beban Angkut Pembelian
Beban Perlengkapan
Perlengkapan
Beban penyusutan peralatan
Akum penyusutan peralatan
Beban gaji
Utang gaji
Bunga masih harus diterima
Pendapatan bunga
|
|
Rp 2.750.000,00
Rp 3.000.000,00
Rp 250.000,00
Rp 50.000,00
Rp 15.350.000,00
Rp
900.000,00
Rp
100.000,00
Rp
200.000,00
Rp
150.000,00
|
Rp 2.750.000,00
Rp 3.000.000,00
Rp 300.000,00
Rp 15.250.000,00
Rp 100.000,00
Rp
900.000,00
Rp
100.000,00
Rp
200.000,00
Rp
150.000,00
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun