Program
Keluarga Berencana dan Kontroversinya
Sebuah
program yang dibuat pemerintah untuk mengatur angka kelahiran sering disebut
dengan istilah Keluarga Berencana (KB). Makna program keluarga
berencana ini adalah untuk merencanakan jumlah anggota keluarga dengan
mengatur jumlah kelahiran anak. Sehingga, semua lapisan masyarakat diajak untuk
mengikuti program KB guna mengendalikan jumlah anggota keluarga mereka.
Program Keluarga Berencana
mulai digalakkan oleh pemerintah pada tahun 1970an. Program ini
menganggap jumlah anak yang ideal dalam sebuah keluarga adalah dua. Semboyan
yang banyak dilontarkan adalah “dua lebih baik.” Dimana anak laki-laki atau
perempuan tidak menjadi masalah asalkan dapat membentuk keluarga yang sehat dan
sejahtera.
Untuk
mensukseskan program tersebut, pemerintah mengenalkan berbagai macam alat KB
atau dikenal dengan istilah alat kontrasepsi. Masyarakat diberikan kebebasan
untuk memilih jenis alat kontrasepsi apa yang sesuai. Pemilihan ini tentunya
harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu karena setiap jenis alat
kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kelebihan dan Kekurangan Alat
Kontrasepsi
Alat
kontrasepsi banyak sekali jenisnya, berikut akan dijelaskan kelebihan dan
kekurangan dari alat kontrasepsi yang banyak digunakan oleh masyarakat.
1. Kondom
Merupakan semacam kantung karet yang terbuat dari bahan lateks. Kondom digunakan pada penis pria
sebelum melakukan hubungan seksual. Kelebihannya adalah mudah untuk digunakan
karena tidak perlu bantuan medis, dapat melindungi dari penyakit menular
seksual dan tidak mempengaruhi hormon tubuh. Kekurangannya adalah kemungkinan
terjadinya kebocoran, kurangnya sensasi seksual dan mungkin adanya alergi pada
bahan pembuat kondom.
2. Pil KB
Pil ini berisi hormon
untuk mencegah ovarium mengeluarkan sel telur serta menghambat pergerakan
sperma ke rahim. Kelebihannya dapat memberikan kuasa pada wanita untuk mengatur
kehamilannya serta dapat mencegah kanker ovarium dan endometrium.
Kekurangannya adalah pil ini harus diminum secara rutin serta tidak boleh
digunakan oleh wanita dengan kondisi kesehatan tertentu seperti penderita
jantung, paru-paru dan liver.
3.
Suntik
(Injeksi)
Merupakan suntikan hormon guna mencegah kehamilan yang
disuntikkan kepada wanita setiap tiga bulan sekali. Kelebihannya adalah tidak
perlu direpotkan dengan alat kontrasepsi yang rumit. Kekurangannya adalah selama
tiga bulan hormon tetap aktif pada tubuh wanita, sehingga perlu waktu untuk
subur kembali.
4.
Susuk
(Implant)
Implant adalah batang kecil berisi hormon yang
ditempatkan pada bagian lengan wanita dibawah kulit. Horman yang dilepaskan
pada implant ini berguna dalam mencegah pelepasan ovum. Kelebihannya adalah
wanita tidak perlu melakukan disiplin tinggi seperti penggunaan pil KB.
Kekurangannya adalah dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur.
5.
Spiral
Spiral atau juga disebut Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
atau Intra Uterine Device (IUD), merupakan alat kontrasepsi kecil yang
ditempatkan pada rahim wanita. Keunggulan spiral adalah jangka waktunya panjang
(maksimal lima tahun) serta kesuburan dapat cepat dikembalikan setelah wanita
melepasnya. Kekurangannya adalah terkadang dapat terjadi pendaharan diluar
siklus menstruasi.
6.
Sterilisasi
Sterilisasi pada pria disebut dengan vasektomi, vas
deferens ditutup yang menjadikan sperma tidak keluar. Sedang pada wanita
disebut tubektomi, saluran tuba falopi ditutup yang menjadikan sel telur tidak
keluar. Kelebihannya adalah selamanya pasangan tidak perlu memikirkan alat
kontrasepsi. Kekurangannya adalah metode ini bersifat permanen dan diperlukan
operasi mayor oleh dokter.
Tujuan Program KB
Pemerintah
sangat mendukung program ini dikarenakan berbagai tujuan yang dapat memberikan
manfaat yang besar, diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Mengendalikan
jumlah penduduk. Perlu sekali untuk menekan angka kelahiran, ini karena bangsa
Indonesia dikenal memiliki penduduk yang sangat banyak. Jika laju pertumbuhan
penduduk tidak ditekan maka akan menyebabkan ledakan penduduk yang berpengaruh
buruk pada kondisi ekonomi negara.
2. Mengatur
jumlah anggota keluarga. Dengan memiliki jumlah anak yang terkendali maka
diharapkan keluarga dapat lebih sejahtera, dan dapat mengantarkan anaknya untuk
memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
3. Penggunaan alat
kontrasepsi kondom dapat mencegah penyebaran penyakit menular seksual (PMS).
Semua masyarakat perlu dikenalkan tentang bahaya PMS agar mereka dapat lebih
berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual.
4. Kesehatan ibu
dapat dijaga dengan mengatur waktu kelahiran. Seorang ibu perlu memberikan
jarak yang cukup untuk dapat hamil kembali agar kesehatannya tetap terjaga.
5. Menyadarkan
masyarakat tentang slogan “banyak anak banyak rejeki” belum tentu benar, hal
ini karena semakin banyak tanggungan keluarga maka semakin besar kebutuhan
ekonomi yang harus ditanggung. Untuk itu, dengan mengatur jumlah keluarga
diharapkan kebutuhan ekonomi keluarga dapat tercukupi dengan baik.
Kontroversi Program KB
Kontroversi
ini terkait dengan perbedaan pendapat ulama islam tentang penggunaan alat
kontrasepsi. Mengingat sebagian besar penduduk indonesia adalah beragama
isalam. Ada beberapa ulama yang membolehkan dan ada pula yang mengharamkan. Setelah
terjadi perdebatan maka secara umum dicapai kesepakatan sebagai berikut.
1. Program KB
menjadi haram jika tujuannya untuk mencegah kehamilan. Islam tidak
memperbolehkan pembatasan kelahiran, apalagi jika karena alasan takut mikin
atau tidak mampu menafkahi keluarganya. Bahkan islam menganjurkan untuk memperbanyak keturunan guna
terbentuk masyarakat muslim yang baik.
2. Program KB dibolehkan dengan
tujuan untuk mengatur kelahiran. Dengan alasan:
a.
Sang wanita berbahaya jika hamil, misalnya dikarenakan
terkena penyakit di dalam rahimnya. Maka diperbolehkan menggunakan alat
kontrasepsi guna menjaga kesehatan.
b.
Sang wanita keberatan jika hamil lagi dan telah mimiliki
banyak anak. Sehingga penggunaan alat kotrasepsi diperlukan agar anak
mendapatkan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan yang selayaknya.
c.
Sang wanita mendapatkan izin dari suami. Dalam masalah
anak atau keturunan suamilah yang memiliki hak untuk mengaturnya. Tentunya
dengan hasil musyawarah pasangan suami istri tersebut bersama dokter yang
terpercaya dalam menentukan alat kontrasepsi yang sesuai.
Selain hal di atas jenis alat kontrasepsi
juga perlu diperhatikan hukumnya menurut islam. Menurut islam alat kontrasepsi
yang sesuai adalah yang cara kerjanya mencegah kehamilan bukan menghentikan
secara permanen, dapat dipasang sendiri atau oleh orang lain yang tidak haram
memandang aurotnya. Selain itu bahan pembuat atau penyusun alat kontrasepsi
harus berasal dari bahan yang halal, juga alat tersebut tidak menimbulkan gangguan kesehatan atau bahaya bagi
penggunanya.
Alat kontrasepsi yang banyak
diperkenalkan sekarang ini telah memenuhi kriteria yang disebutkan di atas.
Oleh sebab itu dapat dibuat kesimpulan bahwa KB sebenarnya tidak bertentangan dengan
hukum islam jika niatnya disesuaikan. Ada tiga cara melakukan KB yang sudah
pasti dibolehkan dalam islam, yaitu:
1.
Sistem tanggal, yaitu melakukan hubungan seksual pada tanggal tertentu
diluat masa subur wanita. Namun kebanyakan pasangan lupa kapan tanggal mulai dan berakhirnya masa subur, sehingga
diperlukan kecermatan agar dapat mengatur kehamilan.
2.
Coitus interuptus atau di dalam islam dikenal dengan istilah azl, yaitu menumpahkan
sperma di luar vagina.
3.
Dengan kondom. Kondom memiliki fungsi yang mirip dengan azl, yaitu mencegah
masuknya sperma ke dalam rahim.
Pada intinya, pelaksanaan program
keluarga berencana ini perlu
dimusyawarahkan dahulu antara suami dan istri serta perlu berkonsultasi dengan
dokter yang ahli tentang masalah tersebut. Dengan demikian, akan terjadi
kesepakatan dalam merencanakan waktu yang sesuai untuk hamil, jumlah anak,
serta alat kontrasepsi yang sesuai. Tentu saja tujuan akhirnya untuk dapat
membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera, serta dapat menjadikan anaknya
memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun