Cara Membuat
Surat Pengajuan
Surat
merupakan media komunikasi secara tertulis yang digunakan untuk menyempaikan
pesan dari satu pihak ke pihak yang lain, baik dari diri perorangan ataupun
secara kelompok (organisasi). Jadi,
unsur yang terlibat dalam surat adalah pengirim surat, isi surat, penerima
surat, serta saluran perantara pengirim dan penerima surat. Banyak sekali jenis
dari surat berdasarkan informasi yang terkandung dalam surat, salah satu yang
paling dibuat adalah surat pengajuan.
Banyak
sekali kegiatan-kegiatan yang membutuhkan surat pengajuan dahulu untuk
bisa didapatkan atau dilakukan. Contohnya adalah surat yang diajukan guna
mendapatkan beasiswa, demi mendapatkan modal pinjaman, untuk pengajuan tempat
magang, untuk mendapatkan cuti akademik, untuk menjadi agen, dll. Sebenarnya
apa sajakah bagian-bagian yang harus ada pada surat tersebut dan bagaimna
contoh penyusunannya. Agar Anda memahami bagaiman cara menyusunnya dengan baik,
simaklah uraian di bawah ini.
Bagian-Bagian Pembentuk Surat
Jenis
surat ini adalah termasuk dalam surat resmi, yaitu surat yang diajukan untuk
kepentingan yang sifatnya resmi. Bagian-bagian yang harus ada dalam surat, guna
membentuk surat yang digunakan
dalam pengajuan suatu hal adalah
sebagai berikut.
1.
Kop Surat
Kop surat harus ada jika yang mengajukan atau yang
mengirim surat adalah kelompok (organisasi). Jadi pengajuan ini adalah atas
nama organisasi bukan secara perseorangan. Jika yang mengajukan adalah orang
pribadi, maka tidak perlu dibuatkan kop surat.
2.
Tanggal
Pembuatan Surat
Tanggal pembuatan surat ditulis secara lengkap, tanggal
dituliskan dengan angka, bulan dituliskan dengan huruf dimana diawali dengan
huruf kapital, dan tahun yang dituliskan dengan angka.
3.
Nomor,
Lampiran dan Hal
·
Nomor diisi dengan nomor surat, ini ada jika
yang mengeluarkan surat adalah sebuah instansi. Namun, jika yang mengeluarkan
adalah orang pribadi maka tidak perlu dicantumkan.
·
Lampiran diisi dengan jumlah dokumen
terlampir yang digunakan sebagai syarat pengajuan suatu hal. Jumlah dokumen ini
dituliskan dengan huruf bukan angka.
·
Hal diisi dengan pokok isi surat. Misalnya permohonan
pengajuan beasiswa, permohonan pengajuan pinjaman modal, dll.
Kata Nomor (No.),
Lampiran (Lamp.), dan Hal ditulis dengan diawali huruf kapital kemudian diikuti
dengan tanda titik dua ( : ).
4.
Alamat Tujuan
Alamat tujuan berisi pihak yang dituju serta alamat dari
pihak yang dituju tersebut. Nama pihak tersebut hendaknya nama orang beserta
nama jabatan yang disandangnya. Namun, jika tidak tahu namanya, boleh langsung
nama jabatannya saja. Alamat dari pihak yang dituju dituliskan Jalan, No. Jalan
dan Kota tempat pihak yang dituju tersebut.
5.
Salam Pembuka
Salam pembuka merupakan awalan untuk berkomunikasi pada
pihak penerima surat. Salam pembuka yang paling sering digunakan contohnya
adalah Dengan Hormat, Assalamualaikum Wr. Wb., Salam Sejahtera, dll. Awal kata
ditulis dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda koma.
6.
Isi Surat
Secara umum sisi surat ini dibagi menjadi tiga bagian
yaitu bagian pertama merupakan paragraf pembuka, bagian kedua adalah paragraf
isi dan bagian terakhir adalah paragraf penutup.
·
Paragraf pembuka berisi tentang
pemberitahuaan, permintaan ataupun pertanyaan yang mengawali maksud utama dari
inti pengajuan suatu hal.
·
Paragraf isi berisi inti atau maksud dari hal
pengajuan yang ingin disampaikan kepada penerima surat. Isi surat ini harus
ditulis dengan jelas, singkat dan dan mudah untuk dipahami.
·
Paragraf penutup berisi tentang kesimpulan
dari isi surat. Selain itu juga disampaikan harapan penulis surat serta ucapan
terima kasih yang ditujukan pada penerima surat.
7.
Salam Penutup
Salam penutup adalah akhir kata dari penulis surat yang
ditujukan kepada penerima surat. Contoh salam penutup yang sering digunakan
adalah Hormat saya, Hormat Kami ataupun Wassalam. Sama seperti salam pembuka,
pada salam penutuf huruf pertama ditulis dengan huruf kapital dan diakhiri
dengan tanda koma.
8.
Nama Pengirim
Pada umumnya nama pengirim ditulis pada bagian bawah
salam penutup. Nama ini tidak perlu ditulis dengan huruf kapital semuanya,
tetapi bisa ditulis dengan huruf kapital pada awal katanya saja. Nama pengirim
ini juga tidak perlu ditambahi tanda baca kurung ataupun garis bawah.
9.
Tembusan
(jika ada)
Pada surat yang ditulis oleh kelompok atau organisasi biasanya
terdapat tembusan. Jika tembusan tersebut lebih dari satu, maka berilah nomor
urut tembusan. Pihak yang diberi tembusan berupa nama orang atau nama jabatan,
bukan nama organisasi.
Contoh Sistematika Surat
Berikut
ini akan disajikan contoh sistematika pembuatan surat agar
anda lebih memahami cara penyusunannya.
1.
Surat
Pengajuan Beasiswa
Contoh Format surat pengajuan beasiswa adalah sebagai
berikut.
Hal: Pengajuan Sebagai Calon Penerima Beasiswa Tahun 20xx
Yth. Rektor
u.p Kepala Biro AAKPSI
Universitas Negeri ….
Yang bertanda tangan di bawah ini:
1.
Nama Lengkap : ….
2.
NIM/DNI :
….
3.
Tempat/Tgl. Lahir :
….
4.
Agama :
….
5.
Fakultas : ….
6.
Jenjang Prog/Jurusan : ….
7.
Alamat
:
….
8.
No. Rekening Bank : Bank …. No ….
9.
Nomor telepon rumah : ….
10.
Nomor HP : ….
Dengan
ini saya mengajukan Beasiswa tahun 20xx, dengan melampirkan:
1.
Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
2.
Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
3.
Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
4.
Fotokopi Kartu Hasil Studi (KHS) yang
telah diperoleh tanpa dilegalisir
5.
Fotokopi Bukti Pembayaran SPP terakhir
6.
Fotokopi Surat Keterangan Aktif
Ormawa/SK/Sertifikat (jika ada)
7.
Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua
(Ayah dan Ibu) Asli
Keterangan ini saya berikan dengan sesungguhnya dan benar, dan apabila
ini tidak benar. Saya bersedia menerima segala konsekuensinya.
Nama Kota, ……………
Pemohon
Nama terang
2. Surat Pengajuan Pinjaman Modal
Contoh Format Surat Pengajuan Pinjaman Modal
untuk diajukan ke Bank adalah sebagai berikut.
PT. LUCKY PERDANA
Jl. Pemuda No. 5 Surabaya
No. Telp (0341) 112233
23 April 2013
Lamp : Satu Berkas
Hal : Pengajuan Pinjaman Modal
Yth. Pimpinan Bank ABC
Jalan Pemuda No. 31
Surabaya
Dengan hormat,
Dengan ini, kami melampirkan pengajuan pinjaman modal sebesar Rp100.000.000,00. Uang tersebut akan dipergunakan untuk modernisasi satu dari pabrik makanan ringan kami yang ada di kawasan industri Rungkut. Rincian biaya yang diajukan tercantum di lampiran dua dalam formulir lamaran yang telah terlampir.
Dengan hormat,
Dengan ini, kami melampirkan pengajuan pinjaman modal sebesar Rp100.000.000,00. Uang tersebut akan dipergunakan untuk modernisasi satu dari pabrik makanan ringan kami yang ada di kawasan industri Rungkut. Rincian biaya yang diajukan tercantum di lampiran dua dalam formulir lamaran yang telah terlampir.
Perusahaan kami memiliki kualitas
yang cukup baik. Selama lima tahun lebih telah mencapai tingkat pertumbuhan 220%.
Dengan melakukan modernisasi pabrik, kami berharap tingkat produktivitas akan
meningkat lebih meningkat. Mempertimbangkan potensi produk kami yang sangat
diminati masyarakat, maka kami yakin dapat melunasi pinjaman dalam jangka waktu
dua tahun. Perusahaan kami memiliki aset yang tetap senilai Rp400.000.000,00 yang
dapat menjadi jaminan jika dikemudian hari terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan. Saldo keuangan kami tidak pernah berada di bawah Rp150.000.000,00.
Kami telah menjadi klien Anda selama lebih dari dua tahun. Ini adalah pertama kalinya kami mengajukan pinjaman sebesar ini. Sehingga, kami harap Anda berkenan memberikan pinjaman modal.
Kami telah menjadi klien Anda selama lebih dari dua tahun. Ini adalah pertama kalinya kami mengajukan pinjaman sebesar ini. Sehingga, kami harap Anda berkenan memberikan pinjaman modal.
Demikian surat pengajuan
pinjaman modal ini, kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian
Anda.
Hormat kami,
Pimpinan PT. Lucky Perdana
Hormat kami,
Pimpinan PT. Lucky Perdana
Demikianlah
uraian tentang bagaimana penyusunan surat guna mengajukan suatu hal dan cotoh
format dari surat tersebut. Semoga dapat menambah wawasan dan memberikan
manfaat bagi semua pembaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun