Tugas
Bab 2, halaman 98:
41.
Seseorang yang cukup terpandang di bidang profesi dan penyusunan standar
akuntansi membuat pernyataan dalam suatu seminar nasional di bawah ini.
Evaluasilah apakah pernyataan tersebut merupakan stratagem atau salah nalar?
“Kita
tidak perlu macam-macam tentang istilah beban. Istilah beban untuk expense adalah benar karena nyatanya
semua kantor akuntan publik menggunakan istilah tersebut.”
Jawab:
Pernyataan di atas merupakan strategem.
Strategem merupakan merupakan salah satu bentuk argumen karena merupakan upaya
untuk meyakinkan seseorang agar dia percaya atau bersedia mengerjakan sesuatu.
Strategem dapat melibatkan salah nalar walaupun tidak harus demikian. Pembuat
pernyataan di atas tidak memberikan penalaran dan argumen yang valid dalam
menyatakan pernyataan tersebut, tapi ia menyatakan bahwa semua kantor akuntan
publik menggunakan istilah beban untuk expense.
Imbauan dari otoritas dalam hal ini yang digunakan adalah kantor akuntan publik
dijadikan patokan oleh pemberi pernyataan, sebagai seorang akademisi seharusnya
ia tidak boleh memberikan pernyataan tersebut padahal ia tahu bahwa istilah
beban tidak valid untuk dinyatakan sebagai padanan expense.
Secara definisional expense adalah
jasa atau manfaat suatu sumber ekonomik yang telah digunakan dalam rangka
menciptakan pendapatan yang merupakan tujuan setiap unit usaha. Berdasarkan
definisi tersebut, istilah biaya sebenarnya
lebih mendekati pengertian dan makna expense.
Sehingga tepatlah jika dinyatakan bahwa biaya adalah sumber ekonomik (yang
direpresentasi dalam bentuk cost)
yang telah keluar dari kesatuan usaha (menjadi expired cost) akibat penyerahan barang atau jasa kepada pelanggan
dalam upaya menghasilkan pendapatan.
Secara bahasa beban sebagai padanan kata expense
juga sangat tidak tepat karena istilah beban sama sekali tidak mengandung
makna ekonomik. Istilah beban (terjemahan dari kata charge) mempunyai arti tidak lebih dari sekedar pengurang atau
debiy (charge of revenue). Beban
mempunyai makna sebagai sesuatu yang harus ditanggung padahal secara konseptual
expense (biaya) merupakan sesuatu
yang harus dikorbankan dahulu untuk menciptakan pendapatan. Menyebut expense sebagai beban sama saja dengan
mengatakan bahwa pendapatan harus menggunakan biaya dan bertentangan dengan
konsep bahwa kos yang telah dikorbankan (keluar dari kesatuan usaha) merupakan
upaya (effort) untuk menimbulkan
pendapatan (accomplishment). Namun
secara teknis pendapatan diukur lebih dahulu baru kemudian biaya yang
menghasilkan pendapatan tersebut ditentukan untuk dikurangkan atau dibebankan
ke pendapatan sehingga akan laba diperoleh.
Karena penjelasan-penjelasan di
atas, maka tidak tepat bahwa istilah beban
sebagai padanan expense. Dan
pernyataan yang dikemukakan oleh seseorang dalam seminar nasional tersebut
merupakan suatu bentuk strategem.
Tugas
summary:
What Does Cost Really Mean?
Istilah cost memiliki banyak arti, akan tetapi dalam konteks akuntansi
sebagai penyedia informasi finansial kuantitatif, istilah tersebut mempunyai
arti khusus. Dalam praktik dan akademik sekarang ini, istilah biaya, harga pokok, harga perolehan dan
kadang-kadang beban digunakan sebagai
terjemahan dari istilah cost.
Penggunaan istilah-istilah tersebut menimbulkan kerancuan dalam menggunakan dan
memahami akuntansi sebagai penyedia informasi.
Karakteristik cost adalah sebagai berikut:
1) Cost merupakan
pengukur (a measurement) dalam unit
moneter suatu sumber ekonomik yang digunakan atau dikorbankan untuk tujuan tertentu.
2) Cost dinyatakan
dalam unit moneter khususnya dalam rerangka akuntansi sebagai penyedia informasi
kuantitatif.
3) Pengukuran
cost selalu dihubungkan dengan fokus,
objek, tujuan (purpose), atau pusat
perhatian. Fokus ini dikenal sebagai cost
object atau cost objective.
4) Secara
fisis, kesatuan usaha menguasai dan mengelola sumber ekonomik yang membentuk
aset. Cost aset adalah hasil
pengukuran yang ditentukan pada saat transaksi pemerolehannya dan didasarkan pada
harga pertukaran.
5) Sebagai
dasar pengukuran, cost tidak
mempunyai konotasi sebagai sesuatu hal yang negatif (mengurangi) atau merugikan
atau sesuatu yang jelek.
Cost
merupakan hasil pengukuran dalam unit moneter suatu objek dan cost tercipta karena adanya kejadian ekonomik
dalam suatu unit organisasi.
IAI tidak tegas membedakan biaya dan
beban tapi di berbagai uraian dalam SAK mengesankan bahwa istilah biaya sama
dengan cost. IAI mulai menjauhkan
penggunaan istilah harga pokok sebagai padanan kata cost, tetapi lebih banyak
diartikan sebagai harga perolehan atau biaya perolehan. Untuk cost of goods solf, IAI mengartikannya
sebagai harga pokok penjualan. Akibat tidak sesuainya makna dengan simbol
akhirnya istilah biaya tidak dapat dapat berlaku umum dan akhirnya harus ada
“kualifikasi” penggunaan istilah tersebut. Penggunaan istilah harga pokok
merupakan kualifikasi ketidaktepatan rasa dan makna bahasa istilah biaya untuk
menggantikan istilah cost secara
penuh.
Istilah cost dengan makna atau karakteristik yang telah dijelaskan
sebelumnya memang tidak mempunyai padanan yang pas dalam bahasa Indonesia.
Harga pokok, harga perolehan dan biaya terbukti tidak dapat mewakili istilah cost. Oleh karena itu, cara terbaik
untuk mencari istilah Indonesianya adalah menyerap istilah tersebut menjadi kos. Istilah ini sebenarnya sudah
dikenalkan IAI (1989, halaman 128) yaitu Daftar Istilah buku Norma Pemeriksaan Akuntan. IAI pun
sebenarnya mulai menggunakan istilah kos dalam Standar Profesional Akuntansi Publik.
Kos mempunyai kedudukan sebagai
pengukur atau bahan oleh akuntansi dan bukan sebagai objek atau wadah. Sehingga
akan mudah pula untuk menjelaskan pengertian expense dan revenue serta
konsep penandiangan (matching). Expense dan revenue merupakan wadah atau objek dan bukan bahan olah. Kalau expense dan revenue dilekati (diukur) dengan kos maka size atau relationship keduanya
dapat diketahui sehingga dihasilkan suatu informasi.
Misnomer
yang
sangat fatal adalah penggunaan istilah beban sebagai padanan kata expense. Secara definisi expense adalah jasa atau manfaat suatu
sumber ekonomik yang telah digunakan dalam rangka menciptakan pendapatan yang
merupakan tujuan setiap unit usaha. Berdasarkan definisi tersebut sebenarnya
biaya lebih mendekati pengertian dan makna dari expense. Tepatlah kalau dikatakan bahwa biaya adalah sumber ekonomi
(yang dipresentasikan dalam bentuk kos) yang telah keluar dari kesatuan usaha
(menjadi expired cost) akibat
penyerahan barang atau jasa kepada pelanggan dalam upaya menghasilkan
pendapatan.
Istilah beban sebagai padanan kata expense
secara rasa bahasa juga sangat tidak tepat karena istilah beban sama sekali
tidak mengandung makna ekonomik. Istilah beban (terjemahan dari charge) mempunyai arti tidak lebih dari
sekedar pengurang atau debit (charge to
revenue) dan berkaitan dengan teknik pembukuan semata-mata.
Pendapatan merupakan aliran sumber
ekonomiik yang masuk ke suatuan usaha yang umumnya berupa kas atau piutang. Kas
dan piutang ini sebenarnya merupakan kos juga karena kalau kas dan piutang
tersebut dikeluarkan (dikorbankan) untuk memperoleh barang dan jasa akhirnya
akan menjadi kos juga. Pendapatan merupakan wadah pengukuran dan bukan bahan
olah atau pengukur itu sendiri.
Cost
of goods sold berarti cost yang
melekat pada barang terjual dan menjadi bagian dari total biaya. Sehingga
padanan kata yang logis dan jelas maknanya adalah kos barang terjual atau kos
produk terjual. Namun istilah umum
yang sering digunakan dan menyimpang dari makna aslinya adalah harga pokok
penjualan, hal ini merupakan suatu total
misnomer.
Istilah kos cukup mampu untuk mengatasi berbagai kerancuan yang sering
terjadi. Penggunaan istilah yang menggambarkan makna tidak hanya bermanfaat
untuk menghindari kerancuan tetapi juga akan memudahkan memahami akuntansi
sebagai penyedia informasi keuangan kuantitatif dan mendorong pemahaman
akuntansi dengan perspektif yang lebih luas.
Dalam akuntansi keuangan data dasar
yang dihasilkan adalah kos. Data dasar dihasilkan dalam pelaporan keuangan
merupakan data dasar yang pokok yang minimal harus tersedia dalam perusahaan.
Data kos diklasifikasi atas dasar elemen statemen keuangan. Untuk keperluan
yang lebih rinci, tiap elemen bisa dipecah lagi menjadi pos-pos. Biaya
merupakan objek (cost objective) dan
kos merupakan pengukur (a measurement).
Bergantung pada tujuan manajemen, kos yang digunakan sebagai pengukur dapat
berupa kos historis, kos sekarang (pengganti) atau kos masa datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun