BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penelitian
tidak dapat dipisahkan dari tahap-tahap perkembangan kehidupan manusia, khususnya
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pentingnya suatu penelitian dan
hubungannya dengan berbagai hal sehingga spenelitian harus dilaksanakan dengan
sungguh-sungguh dan berdasarkan etika kebenaran.
Bila penelitian dikaitkan dengan
perguruan tinggi, maka pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan para tenaga
pengajar (dosen) seagi ujung tombak dalam kehidupan kampus harus ditingkatkan.
Selain untuk meningkatkan kemampuan sendiri diharapkan para dosen dapat
meningkatkan kegairahan mahasiswa untuk meneliti. Untuk itu perlu pengetahuan
dan kemampuan yang memadai sehingga penelitian tersebut dapat bermanfaat bagi
perguruan tinggi (negeri dan
swasta) maupun pembangunan nasional bangsa dan negara.
Sedangkan bila dikaitkan dengan
pembangunan nasional maka penelitian merupakan dasar (basic) bagi pengambilan
keputusan setiap langkah-langkah pelaksanaan dan perencanaan pembangunan.
Sehubungan dengan itu perlu dana/ biaya dan sumber daya manusia (tenaga
peneliti) yang besar agar penelitian dapat berlangsung dengan baik dan mempunyai
manfaat yang besar bagi keberhasilan pembangunan nasional.
Dari berbagai hal yang harus
dipahami dalam pelaksanaan penelitian adalah penelitian yang dilakukan sendiri
secara mandiri, efisien, efektif, kritis, dan didasarkan pada etika kebenaran
merupakan aspek yang harus selalu menjadi perhatian utama. Mengingat betapa pentingnya pelaksanaan penelitian
seperti yang telah diutarakan pada penjelasan di atas, maka dalam makalah ini
kelompok kami akan membahas mengenai Ilmu Pengetahuan dan Penelitian.
B. Rumusan Masalah
1.
Apakah
pengertian
dari pengetahuan, ilmu pengetahuan, filsafat dan teknologi?
2.
Bagaimana keterkaitan antara ilmu pengetahuan
dengan penelitian?
3.
Apa
yang diketahui mengenai metode penelitian?
4.
Bagaimana
cara melakukan penelitian?
C. Tujuan
1.
Mengetahui
pengertian
dari pengetahuan, ilmu pengetahuan, filsafat dan teknologi.
2.
Memahami keterkaitan antara ilmu pengetahuan
dengan penelitian.
3.
Mengetahui
metode penelitian.
4.
Memahami
cara melakukan penelitian.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengetahuan, Ilmu
Pengetahuan, Filsafat dan Teknologi
1.
Pengetahuan
(Knowledge)
Menurut pendapat Gordon
(1994 : 57) pengertian pengetahuan adalah struktur organisasi pengetahuan yang biasanya
merupakan suatu fakta prosedur dimana jika dilakukan akan memenuhi kinerja yang
mungkin. Nadler (1986 : 62) berpendapat pengetahuan adalah proses belajar manusia
mengenai kebenaran atau jalan yang benar secara mudahnya mengetahui apa yang
harus diketahui untuk dilakukan. Sedangkan menurut
Notoatmodjo (2007) pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah
orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui
panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa
dan raba. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan
telinga.
Dalam pengertian lain pengetahuan adalah sesuatu yang
diketahui langsung dari pengalaman,
berdasarkan panca indra, dan diolah oleh akal budi secara spontan. Pada
intinya, pengetahuan bersifat spontan, subjektif dan intuitif. Pengetahuan
berkaitan erat dengan kebenaran, yaitu kesesuaian antara pengetahuan yang
dimiliki manusia dengan realitas yang ada pada objek.
Para ahli filsafat masih terus memperdebatkan definisi Pengetahuan, terutama
karena rumusan Pengetahuan oleh Plato yang menyatakan Pengetahuan sebagai
“kepercayaan sejati yang dibenarkan (valid)” (“justified true belief”).
Pengetahuan dapat dibedakan menjadi pengetahuan
non-ilmiah dan pengetahuan pra-ilmiah. Pengetahuan non-ilmiah adalah hasil
serapan indra terhadap pengalaman hidup sehari-hari yang tidak perlu dan tidak
mungkin diuji kebenarannya. Pengetahuan non-ilmiah tidak dapat dikembangkan
menjadi pengetahuan ilmiah. Misalnya pengetahuan orang tertentu tentang jin
atau makhluk halus di tempat tertentu, keampuhan pusaka, dan lain-lain.
Pengetahuan pra-ilmiah adalah hasil serapan indra dan pemikiran rasional yang
terbuka terhadap pengujian lebih lanjut menggunakan metode-metode ilmiah.
Misalnya pengetahuan orang tentang manfaat tumbuhan temulawak untuk mengobati
penyakit hepatitis B.
Dari berbagai penjelasan diatas
dapat disimpulkan bahwa pengetahuan (knowledge)
adalah sesuatu yang diketahui atau dipahami seseorang secara subjektif yang
diperoleh dari pengalaman menghadapi suatu fakta atau situasi berdasarkan
panca indra, dan diolah oleh akal budi. Pengetahuan ini
dapat dibagi
menjadi dua yaitu pengetahuan non-ilmiah dan pengetahuan pra-ilmiah.
Pengetahuan non-ilmiah ini tidak perlu dikaji ulang kebenarannya sedangkan
pengetahuan pra-ilmiah ini perlu diuji lebih lanjut menggunakan metode-metode
ilmiah.
2.
Ilmu
Pengetahuan (Science)
Menurut UU No 18 tahun 2002, Ilmu
pengetahuan adalah rangkaian pengetahuan yang digali, disusun, dan dikembangkan secara sistematis dengan
menggunakan pendekatan tertentu yang dilandasi oleh metodologi ilmiah, baik yang
bersifat kuantitatif, kualitatif, maupun eksploratif untuk menerangkan pembuktian gejala alam dan/atau
gejala memasyarakatan tertentu. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yg disusun secara bersistem
menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu
di bidang (pengetahuan) itu.
Adapun beberapa definisi
ilmu menurut para ahli seperti yang dikutip oleh Bakhtiar tahun 2005
diantaranya adalah :
·
Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang
teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama
tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut
bangunannya dari dalam.
·
Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu
adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan ke empatnya serentak.
·
Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau
keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan
istilah yang sederhana.
·
Ashley Montagu, menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan
yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan
percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
·
Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi
pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan
terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan
waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia.
Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengijinkan
kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : “ jika ….
maka “.
·
Afanasyef, menyatakan ilmu adalah manusia tentang
alam, masyarakat dan pikiran. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep, katagori
dan hukum-hukum, yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman
praktis.
Agar pengetahuan menjadi ilmu, maka pengetahuan tadi harus dipilah (menjadi
suatu bidang tertentu dari kenyataan) dan disusun secara metodis, sistematis
serta konsisten. Tujuannya agar pengalaman tadi bisa diungkapkan kembali secara
lebih jelas, rinci dan setepat-tepatnya. Proses
sistematisasi pengetahuan menjadi ilmu biasanya melalui tahap-tahap sebagai
berikut:
a.
Tahap perumusan pertanyaan sebaik mungkin.
b.
Merancang hipotesis yang mendasar dan teruji
c.
Menarik kesimpulan logis dari pengandaian-pengandaian.
d.
Merancang teknik men-tes pengandaian-pengandaian.
e.
Menguji teknik itu sendiri apakah memadai dan dapat
diandalkan.
f.
Tes itu sendiri dilaksanakan dan hasil-hasilnya
ditafsirkan.
g.
Menilai tuntutan kebenaran yang diajukan oleh
pengandaian-pengandaian itu serta menilai kekuatan teknik tadi.
h.
Menetapkan luas bidang berlakunya
pengandaian-pengandaian serta teknik dan merumuskan pertanyaan baru.
Jadi pada intinya ilmu
pengetahuan (science) ialah hasil
pengolahan kembali pengetahuan (knowledge)
melalui pengujian menggunakan metode ilmiah yang didukung oleh sekumpulan bukti
dan disusun secara metodis, sistematis, konsisten dan koheren. Sehingga agar
pengetahuan menjadi ilmu perlu dilakukan pengujian ilmiah terlebih dahulu.
Ilmu pengetahuan atau
pengetahuan ilmiah dapat dibedakan atas:
a.
Ilmu Pengetahuan Fisis-Kuantitatif, sering disebut
pengetahuan empiris. Pengetahuan ini diperoleh melalui proses observasi serta
analisis atas data dan fenomena empiris. Termasuk dalam kelompok ilmu ini
adalah geologi, biologi, antropologi, sosiologi, dan lain-lain.
b.
Ilmu Pengetahuan Formal-Kualitatif, sering disebut
pengetahuan matematis. Ilmu ini diperoleh dengan cara analisis refleksi dengan
mencari hubungan antara konsep-konsep. Termasuk dalam kelompok ilmu ini adalah
logika formal, matematika, fisika, kimia, dan lain-lain.
c.
Ilmu Pengetahuan Metafisis-Substansial, sering disebut
pengetahuan filsafat. Pengetahuan filsafat diperoleh dengan cara analisis
refleksi (pemahaman, penafsiran, spekulasi, penilaian kritis, logis rasional)
dengan mencari hakikat prinsip yang melandasi keberadaan seluruh kenyataan.
3.
Filsafat
(Philosophy)
Philosophy berasal dari bahasa
Yunani yaitu Phil dan Sophy. Phil berarti Love = Cinta dan Sophy berarti Wisdom
= Kebijaksanaan = Kearifan = Hikmat. Pengertian filsafat menurut para ahli:
·
Plato (427SM - 347SM) seorang filsuf
Yunani, murid Socrates dan guru Aristoteles, mengatakan: Filsafat adalah
pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai
kebenaran yang asli).
·
Aristoteles (384 SM - 322SM) mengatakan:
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang di dalamnya
terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan
estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda).
·
Immanuel Kant (1724 -1804), yang sering
disebut raksasa pikir Barat, mengatakan: Filsafat itu ilmu pokok dan pangkal
segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan, yaitu:
- Apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika)
- Apakah yang dapat kita kerjakan? (dijawab oleh etika)
- Sampai di manakah pengharapan kita? (dijawab oleh agama)
- Apa itu manusia ( dijawab olh Antropologi )
- Apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika)
- Apakah yang dapat kita kerjakan? (dijawab oleh etika)
- Sampai di manakah pengharapan kita? (dijawab oleh agama)
- Apa itu manusia ( dijawab olh Antropologi )
·
Prof. Dr. Fuad Hasan, guru besar
psikologi UI, menyimpulkan: Filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir
radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang
hendak dimasalahkan. Dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat
berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.
Dari pengertian para ahli di atas
dapat disimpulkan filsafat adalah pengujian kritis dan analisis logis dengan
akal budi terhadap konsep-konsep dasar yang digunakan dalam mengekspresikan apa
yang dipercayai. Jadi filsafat menjelaskan tentang hakikat segala yang ada,
sebab, asal, dan hukumnya.
4. Teknologi (Technology)
Menurut UU No. 18 Tahun 2002,
Teknologi adalah cara atau metode serta proses
atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan berbagai
disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan,
kelangsungan, dan peningkatan mutu kehidupan manusia. Sedangkan menurut
Prayitno dalam Ilyas (2001), teknologi adalah seluruh perangkat ide, metode,
teknik benda-benda material yang digunakan dalam waktu dan tempat tertentu
maupun untuk memenuhi kebutuhan manusia. Mardikanto (1993) berpendapat
teknologi adalah suatu perilaku produk, informasi dan praktek-praktek baru yang
belum banyak diketahui, diterima dan digunakan atau diterapkan oleh sebagian
warga masyarakat dalam suatu lokasi tertentu dalam rangka mendorong terjadinya
perubahan individu dan atau seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.
Teknologi merupakan aplikasi ilmu
pengetahuan terutama untuk tujuan komersial dan Industri. Teknologi sangat erat
dengan Ilmu Pengetahuan dan Rekayasa (Engineering).
Ilmu Pengetahuan menyangkut pemahaman manusia terhadap alam semesta dan
komponen-komponennya, misalnya ruang angkasa, materi, energi, dan interaksi di
antara elemen-elemen tersebut. Rekayasa adalah aplikasi Ilmu Pengetahuan dalam wujud pembuatan rancangan/disain
berbagai alat demi kemudahan manusia. Teknologi berkaitan dengan alat dan
teknik mewujudkan rancangan alat-alat yang memudahkan kehidupan manusia.
Penemuan (Invention) berbagai alat termasuk dalam kajian Rekayasa dan Teknologi.
Dari penjelasan diatas dapat
dipahami bahwa teknologi adalah ilmu pengetahuan rekayasa yang mengaplikasikan
ilmu pengetahuan dalam wujud alat atau sarana untuk menyediakan barang-barang
yg diperlukan bagi kelangsungan, kemudahan
dan kenyamanan hidup manusia. Jadi teknologi berpengaruh terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan yang ada.
B. Keterkaitan
Antara Ilmu Pengetahuan Dengan Penelitian
1.
Deskripsi Umum Penelitian
Penelitian
diterjemahkan dari kata “Research” (Inggris) yaitu re (kembali)
dan search (mencari) atau mencari kembali yang kemudian para ahli
menerjemahkannya sebagai riset. Hillway (1956) mengatakan bahwa
penelitian tidak lain dari sesuatu metode studi yang dilakukan seseorang
melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah,
sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. Sementara
itu Whitney (1960) mengemukakan pengertian penelitian adalah pencarian atas
sesuatu (inquiry) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini
dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan. Dengan demikian
selain merupakan suatu proses dan metode, penelitian diharapkan mampu mencari
pemecahan masalah yang diteliti (problem solving). Pada hakekatnya
penelitian merupakan suatu usaha untuk menjembatani dunia konsepsual
(conceptual world) dengan dunia empiris (empirical world; Balian, Edward S,
1983).
Dari
berbagai ahli yang mencoba membuat definisi penelitian yang tepat, pada
dasarnya penelitian adalah suatu proses penyelidikan atau pencarian sesuatu
(fakta dan prinsip-prinsip) yang dilakukan secara sistematis, hati-hati, kritis
(critical thinking) dan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan
harapan dapat ditemukan pemecahan masalah yang tepat terhadap permasalahan yang
sedang diteliti. Dari pengertian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa
penelitian merupakan suatu metode untuk menemukan kebenaran dari suatu
permasalahan yang timbul, sehingga penelitian merupakan metode berpikir secara
kritis dan sistematis.
2.
Relevansi
Penelitian Dan Ilmu Pengetahuan
Ilmu
pengetahuan adalah usaha yang bersifat multi dimensional, sehingga dapat
didefinisikan dalam berbagai cara dan tidak baku. Walau demikian ilmu
pengetahuan perlu dilihat sebagai suatu dasar (basic) proses berpikir
manusia dalam melaksanakan berbagai penelitian. Untuk itu ilmu pengetahuan
dapat dihubungkan dengan metode dan proses penelitian tersebut.
Relevansi
penelitian dengan ilmu pengetahuan, berkembang dari upaya manusia mencari
jawaban atas berbagai pertanyaan seperti “ini apa?”; “itu apa?”; “mengapa
begini?”; “mengapa begitu?” dan selanjutnya berkembang menjadi pertanyaan
“bagaimana hal itu terjadi?” serta “bagaimana memecahkannya?”. Dengan dorongan
ingin tahu tersebut manusia selalu ingin mendapatkan pengetahuan mengenai
permasalahan yang tidak diketahuinya sehingga pada akhirnya muncul
pengetahuan-pengetahuan baru yang dikenal sebagai ilmu pengetahuan
(knowledgement) yang sistematis dan terorganisir. Dengan menggunakan akal dan
pikiran yang reflektif, manusia merasa mampu memecahkan masalah yang dihadapi.
Pendekatan
yang digunakan dapat bersifat ilmiah dan non-ilmiah. Pendekatan ilmiah dapat
berupa penelitian-penelitian sedangkan pendekatan non-ilmiah dapat berupa akal
sehat, prasangka, intuisi, penemuan kebetulan atau coba-coba (trial and error) dan
mendapat otoritas ilmiah atau pikiran kritis. Berdasakan pengertian di atas,
terdapat hubungan yang erat antara ilmu pengetahuan dan penelitian. Para ahli
menyebutkan bahwa tidak mungkin memisahkan ilmu dengan penelitian dan
diibaratkan sebagai dua sisi mata uang yang sama. Almack (1930) mengatakan
bahwa penelitian dan ilmu merupakan hasil dan proses. Penelitian merupakan
proses sedangkan hasilnya adalah ilmu. Whitney (1960) menegaskan bahwa ilmu dan
penelitian merupakan proses yang berlangsung secara bersama-sama. Artinya ilmu
dan penelitian adalah proses yang sama sedangkan hasil dari proses tersebut
adalah kebenaran (truth). Kebenaran yang dimaksudkan adalah pengetahuan yang
benar yang kebenarannya terbuka untuk diuji oleh siapa saja yang berkeinginan
untuk mengujinya.
Dengan
relevansi atau hubungan tersebut dapat disebutkan berbagai aspek yang menjadi
peranan dari ilmu dan penelitian sehingga dapat disebutkan sesuatu yang
dilakukan itu merupakan karya keilmuan, seperti:
a.
Mencandra/
Deskripsi. Fungsi ini berusaha untuk menggambarkan atau menjelaskan hal-hal
yang menjadi pokok permasalahan.
b.
Menerangkan/
Eksplanasi. Fungsi ini berusaha untuk menerangkan kondisi-kondisi yang
mendasari munculnya permasalahan atau terjadinya peristiwa-peristiwa.
c.
Penyusunan
Teori. Fungsi ini berusaha untuk menyusun teori/ prinsip/ aturan-aturan
mengenai hubungan antara kondisi/ peristiwa yang satu dengan yang lain.
d.
Peramalan/
Prediksi. Fungsi ini berusaha untuk mengadakan ramalan/ prediksi, estimasi dan
proyeksi terhadap permasalahan/ peristiwa dan dampak yang akan terjadi.
e.
Pengendalian/
Controling. Fungsi ini berusaha untuk melakukan tindakan-tindakan pengendalian
terhadap permasalahan/ peristiwa/ gejala.
Dari semua
penjelasan tersebut, jelaslah sudah bahwa terdapat keterkaitan
antara ilmu pengetahuan dengan penelitian. Melakukan penelitian memang
dibutuhkan ilmu pengetahuan dan tidak akan muncul pengetahuan baru bila tidak
ada sebuah penelitian. Dapat diketahui bahwa dari ilmu pengetahuan itu akan
muncul permasalahan-permasalahan baru yang harus dipecahkan melalui penelitian,
dengan ilmu pengetahuan pula penelitian dapat dikerjakan, dan hasil pemecahan
masalah dari penelitian tersebut juga dapat dijadikan sebagai sebuah ilmu
pengetahuan baru.
3.
Relevansi
Penelitian Dengan Perguruan Tinggi Dan Pembangunan Nasional
Perguruan
Tinggi sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi perlu melaksanakan kegiatan
penelitian sebagai perwujudan dari pelaksanaan salah satu Tridharma Perguruan
Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat. Dosen (tenaga pengajar) sebagai perangkat yang penting dalam
kegiatan akademik di perguruan tinggi mempunyai kewajiban mengemban ketiga
tugas tersebut.
Searah
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka para dosen diharapkan
mampu meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya melalui penelitian, baik yang
berbasis teknik maupun sosial ekonomi. Selain untuk peningkatan kemampuan dan
ketrampilan sendiri, untuk meningkatkan kegairahan kehidupan akademik,
mahasiswa juga mendapat perhatian penting dalam kegiatan penelitian.
Dosen-dosen turut bertanggung jawab dalam hal meningkatkan keinginan, sikap,
dan kemampuan mahasiswanya dalam melakukan penelitian.
Salah
satu usaha yang dapat ditempuh adalah berusaha untuk melakukan penelitian
sendiri artinya penelitian dilakukan secara mandiri dan sesuai dengan etika
penelitian baik oleh para dosen atau perguruan tinggi atau dengan melibatkan
dosen dan mahasiswa. Penelitian yang mampu dilakukan secara mandiri nantinya
akan mampu meningkatkan kualitas dosen maupun perguruan tinggi. Dalam rangka
usaha tersebut, pengetahuan dan ketrampilan para dosen terhadap penelitian
sangat perlu, terutama Metodologi Penelitian. Hubungannya dengan peningkatan kegairahan
meneliti para mahasiswa maka diharapkan dalam setiap mata kuliah yang diajarkan
ada satu mata kuliah khusus tentang Metodologi Penelitian. Melalui penelitian,
diharapkan akan muncul pengetahuan-pengetahuan baru atau terobosan-terobosan
yang berguna bagi perguruan tinggi maupun pembangunan suatu bangsa.
Khususnya
bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, peranan penelitian dalam
sejarah pembangunan bangsa sudah tidak perlu diragukan lagi. Melalui
penelitian-penelitian yang pernah dilakukan maka segala masalah atau potensi
yang ada selama proses pembangunan berlangsung dapat diketahui dan informasi/
data yang relatif lengkap dapat diperoleh.
Perencanaan pembangunan harus selalu
didasarkan kepada data/informasi yang diperoleh melalui penelitian. Hasil
pengujian-pengujian, evaluasi dan tinjauan kembali terhadap kegiatan
pembangunan hanya dapat diketahui apabila penelitian dilaksanakan. Demikian
penelitian memegang peran penting dalam setiap pengambilan keputusan atau
langkah-langkah dalam segala aspek pembangunan.
Dari
penjelasan di atas dapat diketahui bahwa penelitian tidak dapat dipisahkan dari
tahap-tahap perkembangan kehidupan manusia, khususnya perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Mulai dari entitas pendidikan sampai pemerintahan
penelitian sangat penting untuk dilakukan. Pentingnya suatu penelitian dan
hubungannya dengan berbagai hal, mengakibatkan penelitian harus dilaksanakan
dengan sungguh-sungguh dan berdasarkan etika kebenaran. Dari berbagai hal yang
dikemukakan, ternyata penelitian yang dilakukan sendiri secara mandiri,
efisien, efektif, kritis, dan didasarkan pada etika kebenaran merupakan aspek
yang harus selalu menjadi perhatian utama.
C.
Gambaran Metode Penelitian Secara Umum
1.
Pengertian
Metode Penelitian
Pada dewasa ini sebuah pernyataan dapat dikatakan
andal apabila sudah melalui tahap penelitian. Dan yang dimaksud dengan
penelitian menurut Mohammad Ali, adalah suatu cara untuk memahami sesuatu
melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan
dengan masalah itu yang dilakukan secara hati-hati sehingga diperoleh
pemecahannya. Sedangkan menurut David H Penny, penelitian adalah pemikiran yang
sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan
pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. Untuk menjadi sebuah penelitian yang
valid diperlukan metode. Metode berasal dari kata Yunani yaitu “ methodos” yang
berarti jalan sampai. Jadi pengertian metode penelitian adalah sebuah cara yang
digunakan untuk memecahkan sebuah masalah secara sistematis dengan mengumpulkan
bukti-bukti yang terkait dengan masalah yang sedang diteliti untuk mendapatkan
pemecahannya.
2.
Ciri-ciri
Penelitian
Secara ilmiah ciri-ciri keilmuan
penelitian dibagi menjadi tiga, yaitu:
a.
Rasional, yaitu kegiatan penelitian
tersebut dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh
penalaran manusia. Sehingga
orang yang
membaca
penelitian tersebut dapat memahaminya
b.
Empiris, yaitu cara yang dilakukan dapat
diamati oleh indra manusia, sehingga orang lain pun dapat mengamatinya.
c.
Sistematis, yaitu proses yang dilakukan
dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah yang berurutan dan bersifat logis.
3.
Kriteria
Penelitian
Terdapat
tiga kriteria utama dalam sebuah penelitian agar penelitian tersebut dapat
dipercaya, yaitu:
a.
Validitas, artinya menunjukkan derajat
ketepatan antara data yang dikumpulkan dengan objek yang diteliti oleh
peneliti.
b.
Reliabilitas, artinya ketetapan dari hasil pengukuran dari penelitian
dalam mengukur sebuah masalah
dari data yang sudah dikumpulkan.
c.
Objektivitas, artinya penelitian
bersifat bebas, netral dan tidak condong pada sebuah pandangan dan dapat dipertanggung jawabkan oleh penelitian.
4.
Jenis-Jenis
Penelitian
a. Penelitian
menurut tujuan:
·
Penelitian
murni merupakan penelitian yang dilakukan atau diarahkan sekedar untuk memahami
masalah secara mendalam dan hasil penelitian tersebut untuk pengembangan sebuah
ilmu.
Misalnya penelitian tentang teori pembelajaran.
·
Penelitian
terapan merupakan penelitian yang diarahkan untuk mendapakan informasi yang
dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Contonya:
penelitian tentang kesulitan belajar yang terjadi pada siswa.
b. Penelitian
menurut metode:
·
Penelitian
survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data
dari sampel
yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian
relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel. Contohnya: penelitian untuk mengetahui
seberapa besar tingkat pendidikan mempengaruhi pendapatan masyarakat di
indonesia.
·
Penelitian
Ex post facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan
kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan
timbulnya kejadian tersebut. Contoh: penelitian tentang
terjadinya selat Sunda.
·
Penelitian
eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang
terkontrol secara ketat. Terdapat empat bentuk metode eksperimen yaitu pre experimental,
true experimental, factorial, dan quai experimental. Contoh: penelitian tentang
manfaat lidah buaya bagi kesehatan.
·
Penelitian
naturalistik
sering juga disebut metode kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan
untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah. Contoh: penelitian untuk mengungkapkan makna upacara ritual dari kelompok
masyarakat tertentu, penelitian untuk menemukan factor-faktor yang menyebabkan
terjadinya korupsi.
·
Policy
research (penelitian kebijaksanaan) adalah suatu proses penelitian yang
dilakukaan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga
temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak dalam
menyelesaikan masalah. Contoh: penelitian tentang
kebijaksanaan BLT.
·
Action
research adalah penelitian yang bertujuan untu mengembangkan metode kerja yang
paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga
dapat meningkat. Contoh: penelitian untuk memperbaiki prosedur dan metode kerja
dalam pelayanan masyarakat, penelitian mencari metode mengajar yang baik.
·
Penelitian
evaluasi adalah penelitian yang berfungsi untuk menjelaskan fenomena suatu kejadian, kegiatan
dan produk.
Contoh: penelitian proses pelaksanaan konversi minyak tanah ke gas.
·
Penelitian
sejarah adalah penelitan yang berkenaan dengan analisis yang logis terhadap
kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu.
Contoh:
penelitian terjadinya G 30 S PKI.
c. Penelitian
menurut tingkat explanasinya
·
Penelitian
deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau
lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara
varibel yang satu dengan yang lain. Contoh: penelitian tentang
struktur tanah di daerah yang sering mengalami kebakaran hutan.
·
Penelitian
komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Contoh: penelitian
yang membandingkan kemajuan perkembangan sekolah swasta yang berstandar SBI
dengan sekolah negeri yang berstandar nasional.
·
Penelitian
asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih.
Contoh: penelitian tentang pengaruh minat siswa terhadap keberhasilan siswa
Contoh: penelitian tentang pengaruh minat siswa terhadap keberhasilan siswa
d. Penelitian
menurut jenis data dan analisis
·
Penelitian
kualitatif adalah peneltian yang menggunakan data kualitatif (data yang
berbentuk data, kalimat, skema, dan gambar)
·
Penelitian
kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif (data yang
berbentuk angka atau data yang diangkakan)
5.
Tujuan
Penelitian
a. Penemuan, berarti hasil yang diperoleh dari penelitian itu
adalah sesuatu yang baru yang sebelumnya belum diketahui oleh banyak
orang.
b. Pembuktian, berarti data yang
diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya sebab dan akibat dari
variabel yang sedang diteliti dengan data yang dikumpulkan terhadap informasi atau pengetahuan
tertentu.
c. Pengembangan, berarti penelitian
digunakan untuk memperdalam
dan memperluas pengetahuan yang ada sehingga akan lebih mudah untuk
dipelajari.
6.
Manfaat
Penelitian
Terdapat
banyak manfaat penelitian bagi kehidupan, diantara adalah digunakan untuk
memenuhi rasa keingintahuan manusia karena terbatasnya pengetahuan mereka.
Sehingga berguna untuk memperluas pengetahuan mereka dan memecahkan
masalah-masalah yang sering muncul.
D. Cara
Melakukan Penelitian
Pada umumnya suatu penelitian dapat diperinci dalam delapan tahapan yang satu sama
lain saling bergantung dan berhubungan, dengan kata lain masing-masing tahap
itu saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tahap-tahap yang lain. Kesadaran terhadap
keadaan ini membuat seorang peneliti lebih bijaksana dalam mengambil keputusan
pada tahap penelitian. Adapun tujuh tahap itu sebagai berikut:
a.
Perencanaan.
Perencanaan
meliputi penentuan tujuan yang ingin dicapai oleh suatu penelitian dan
merancanakan strategi umum untuk memperoleh dan menganalisa data bagi
penelitian itu. Hal ini harus dimulai dengan memberikan perhatian khusus
terhadap konsep dan hipotesis yang akan mengarahkan peneliti yang bersangkutan
dan penelaahan kembali terhadap literatur yang termasuk penelitian yang pernah
dilakukan orang sebelumnya yang berhubungan dengan judul dan masalah penelitian
yang bersangkutan. Tahap ini merupakan tahap penyusunan “term of reference”
(TOR).
b.
Pengkajian secara teliti terhadap rencana penelitian.
Tahap ini merupakan pengembangan dari tahap perencanaan. Di
sini disajikan lagi latar belakang penelitian, permasalahan, tujuan penelitian,
hipotesis serta metode atau prosedur analisis dan pengumpulan data. Tahap ini meliputi
pula penentuan macam data yang diperlukan untuk mencapai tujuan pokok
penelitian. Tahap ini merupakan tahap penyusunan usulan proyek penelitian.
c.
Pengambilan contoh (sampling).
Ini adalah proses pemilihan sejumlah unsur / bagian tertentu dari suatu populasi
guna mewakili populasi
itu. Dalam tahap ini penliti harus secara teliti membuat definisi dan rumuasan
mengenai populasi yang akan dikaji. Rencana pengambilan contoh itu terdiri dari
prosedur pemilihan unsur-unsur populasi dan prosedur menjadikan atau mengubah
data dari hasil sampel untuk memperkirakan sifat-sifat seluruh populasi.
Tantangan yang harus dihadapi dalam penyusunan rencana pengambilan contoh ini
adalah bagaimana kita dapat mengikuti sedemikian rupa prosedur yang kita miliki
dengan keadaan setempat dan dengan sumber daya tersedia sementara tatap
mempertahankan kebaikan dan keuntungan sari sample survey.
d.
Penyusunan daftar pertanyaan.
Ini merupakan proses penterjemahan tujuantujuan studi ke dalam bentuk pertanyaan untuk
mendapatakan jawaban yang berupa informasi yang dibutuhkan. Sebenarnya ini
merupakan prose coba-coba (trial and error) yang membutuhkan waktu yang cukup
lama. Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah dan macam pertanyaan serta
urutan dari masing-masing pertanyaan. Tidak ketinggalan pula adalah upaya
bagaimana agar orang-orang yang diwawancarai (responden) dengan senang hati mau
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan tetap senang dalam memberikan
jawaban-jawaban.
e.
Kerja lapangan.
Tahap ini meliputi pemilihan
dan latihan para pewawancara, bimbingan dalam wawancara serta pelaksanaan. Ini dapat
meliputi pula berbagai tugas yang berhubungan dengan pemilihan lokasi sampel
dan pretesting daftar pertanyaan. Kerja lapangan ini
tidak akan diperlukan bila kita menggunakan cara wawancara lewat telepon atau
surat.
f.
Editing dan coding.
Coding adalah proses memindahkan jawaban yang tertera dalam daftar
pertanyaan ke dalam berbagai kelompok jawaban yang dapat sesederhana mungkin.
Editing juga meneliti lagi daftar pertanyaan yang telah diisi apakah yang ditulis di situ benar atau sudah sesuai dengan yang dimaksud.
g.
Analisis dan laporan.
Ini meliputi berbagai tugas yang saling berhubungan dan terpenting dalam suatu proses penelitian yang tidak
dilaporkan atau dilaporkan tetapi dengan cara yang kurang baik tidak akan ada
gunanya. Tugas yang dikerjakan pada tahap ini ialah penyajian tabel-tabel dalam
bentuk frekuensi distribusi, tabulasi silang atau dapat pula berupa
daftar yang memerlukan
metode statistic yang kompleks kemudian interprestasi penemuan-penemuan itu atas dasar
teori yang telah kita ketahui.
h.
Kesimpulan
Kesimpulan
merupakan penarikan generalisasi dari hasil intepretasi temuan penelitian.
Meskipun merupakan penarikan kualitatif tidak bersifat generalisasi, tetapi
unsur generalisasi ini tetap ada, yaitu menemukan hal-hal yang esensial atau
prinsipil dari suatu deskripsi. Terhadap kesimpulan-kesimpulan yang telah
dirumuskan, disusunlah implikasi dan rekomendasi atau saran. Implikasi
merupakan akibat logis dari temuan-temuan penelitian yang terkandung dalam
kesimpulan. Rekomendasi merupakan hal-hal yang sebaiknya dilakukan oleh
pihak-pihak terkait dalam memanfaatkan hasil-hasil penelitian.
Setelah
dijabarkan tahap-tahap dalam melakukan penelitian diatas, kita dapat menerapkan
tahap-tahap tersebut dalam sebuah penelitian. Meskipun dalam
literatur-literatur terdapat beberapa perbedaan namun secara garis besar
tahapan yang dapat kita lakukan tidak akan banyak berpengaruh dalam penelitian
karena tujuannya adalah menarik kesimpulan. Tahap-tahap yang dijabarkan
tersebut dapat dikatakan tidak baku. Setalah dilakukan penelitian kita dapat
memberikan rekomendasi atau saran-saran yang sesuai dengan kesimpulan yang
ditarik.
Meskipun
kita dapat memahami tahapan langkah penelitian seperti yang dijabarkan diatas
tetapi dalam kenyataannya tidak mudah untuk melakukan penelitian yang demikian
itu. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal baik dari pihak luar peneliti ataupun
dari dalam diri pihak peneliti sendiri, seperti adanya perilaku peneliti yang seringkali
melibatkan perasaan, emosi, tingkah laku dan persepsi sehingga unsur
obyektivitas dalam meneliti terganggu. Dalam melakukan penelitian kita
diharapakan dapat menarik kesimpulan sesuai dengan fakta dan hasil yang
sebenarnya serta mengesampingkan unsur subyektivitas.
|
(1) Observasi
|
|
(2)
Pengumpulan Data
|
|
(3)
Perumusan Masalah
|
|
(4)
Menyusun Kerangka Teori
|
|
Penyusunan
Usulan Proyek
|
|
(8)
Kesimpulan
|
|
Pelaksanaan
Penelitian
|
|
(7)
Pengumpulan Data, Analisis, dan Interpretasi
|
|
(5)
Membentuk Hipotesis dan Tujuan Penelitian
|
|
(6)
Menyusun Rancangan Penelitian (Termasuk sampling)
|
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Ilmu pengetahuan (science)
ialah hasil pengolahan kembali pengetahuan (knowledge) melalui pengujian menggunakan metode ilmiah yang
didukung oleh sekumpulan bukti dan disusun secara metodis, sistematis,
konsisten dan koheren.
2.
Terdapat keterkaitan antara ilmu
pengetahuan dengan penelitian. Melakukan penelitian memang dibutuhkan ilmu
pengetahuan dan tidak akan muncul pengetahuan baru bila tidak ada sebuah
penelitian.
3.
Metode penelitian adalah
sebuah cara yang digunakan untuk memecahkan sebuah masalah secara sistematis
dengan mengumpulkan bukti-bukti yang terkait dengan masalah yang sedang
diteliti untuk mendapatkan pemecahannya.
4.
Suatu
penelitian dapat diperinci dalam tujuh tahapan yang satu sama lain saling
bergantung dan berhubungan,
antara lain perencanaan, pengkajian secara teliti terhadap rencana penelitian,
pengambilan contoh (sampling), penyusunan daftar pertanyaan, kerja lapangan,
editing dan coding, analisis dan laporan, kesimpulan.
B.
Saran
1.
Dalam
melakukan penelitian diharapakan dapat menarik kesimpulan sesuai dengan fakta
dan hasil yang sebenarnya serta mengesampingkan unsur subyektivitas.
2.
Pentingnya
suatu penelitian dan hubungannya dengan berbagai hal, mengakibatkan penelitian
harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan berdasarkan etika kebenaran.
3.
Penelitian
diharapkan dapat
dilakukan sendiri secara mandiri, efisien, efektif, kritis, dan didasarkan pada
etika kebenaran karena hal tersebut merupakan aspek yang harus selalu menjadi perhatian utama.
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto,
Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Rahardjo, Mudjia. Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan, (Online), (http://mudjiarahardjo.com/artikel/140-penelitian-dan-pengembangan- ilmupengetahuan.html),
diakses 23 Januari 2012.
Salladien.
2011. Kaitan Penelitian dengan Ilmu
Pengetahuan, (Online), (http://elearning.unesa.ac.id/myblog/alim-sumarno/kaitan-penelitian- dengan-ilmu-pengetahuan),
diakses tanggal 23 Januari 2012.
Sugiyono. 2010. Metode
Penelitian Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta
Syaodih,
Nana. 2010. Metode Penelitian Pendidikan.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
________. 2011. Perkembangan dan Definisi ilmu pengetahuan, (Online),
(http://www.peutuah.com/perkembangan-dan-definisi-ilmu-pengetahuan/),
diakses 22 januari 2012.
________.
2011. Ilmu Pengetahuan, Metode Ilmih dan
Penelitian Ilmiah, (Online), (http://file2shared.wordpress.com/ilmu-pengetahuan-metode- ilmiah-dan-penelitian-ilmiah/),
diakses tanggal 23 Januari 2012.
________.
2010. Hakekat masalah Penelitian, Bagaimana Cara Menemukan Permasalahan dan Membuat Rumusan
Masalah, (Online), (http://okizainalfahmi.wordpress.com/2010/04/14/hakekat-masalah- penelitian-bagaimana-cara-menemukan-permasalahan-dan-membuat- rumusan-masalah/),
diakses tanggal 23 Januari 2012.
________.
Pengantar Metodologi Penelitian, (Online),
(http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengantar+metodologi+p enelitian&source=web&cd=1&ved=0CCAQFjAA&url=http%3A%2F %2Fssiregar.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F6866 %2F01_lecture_metlit_elektro.pdf&ei=q7ksT7GsJY7NrQet2MdiDA &usg=AFQjCNEpaUVe-qLYAcHkr4E4kqbcVyLLEw)
diakses tanggal 23 Januari 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun