BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perkembangan zaman yang
sangat pesat seperti saat ini, harus diikuti pula dengan pesatnya perkembangan
intelektual manusia. Banyak sekali pengetahuan yang perlu untuk dikembangkan
lagi menjadi sebuah ilmu pengetahuan baru yang dapat dimanfaatkan bagi
kemaslahatan manusia. Berbagai cara digunakan untuk mengembangkan pengetahuan
ataupun mencari ilmu pengetahuan baru. Salah satu cara untuk mengembangkan
pengetahuan tersebut adalah penelitian.
Penelitian
sendiri tidak dapat dipisahkan dari tahap-tahap perkembangan kehidupan manusia,
khususnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pentingnya suatu
penelitian dan hubungannya dengan berbagai hal dalam kehidupan mengakibatkan
penelitian harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan berdasarkan etika
kebenaran. Sehingga setiap pedoman yang sistematis menjadi perhatian utama agar
penelitian yang mandiri, subjekif, dan kritis dapat dilaksanakan dengan baik.
Terdapat banyak manfaat penelitian
bagi kehidupan, diantaranya adalah digunakan untuk memenuhi rasa keingintahuan
manusia karena terbatasnya pengetahuan mereka. Sehingga penelitian berguna
untuk memperluas pengetahuan mereka dan memecahkan masalah-masalah yang sering
muncul. Munculnya permasalahan inilah yang mengakibatkan manusia melakukan
penelitian sehingga dapat menghasilkan sebuah ilmu pengetahuan baru. Semakin
banyak penelitian yang diadakan maka semakin memperkaya pula pengetahuan yang
ada. Selain itu bila dikaitkan dengan pembangunan nasional, penelitian
merupakan dasar (basic) bagi pengambilan keputusan setiap langkah-langkah
pelaksanaan dan perencanaan pembangunan.
Dalam
melakukan penelitian diperlukan pula metode-metode atau prosedur agar sebuah
penelitian menjadi penelitian yang sistematis, terorganisir, efektif, dan
efisien. Mengingat betapa pentingnya metode yang harus diterapkan dalam
penelitian, maka kelompok kami akan membahas tentang Metodologi Penelitian
dalam makalah ini.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian, prinsip, dan tujuan metodologi penelitian?
2. Apa
saja macam-macam metodologi penelitian?
3. Bagaimanakah
paradigma penelitian kualitatif dan kuantitatif?
4. Bagaimana
langkah-langkah melaksanakan penelitian?
C.
Tujuan
1. Mengetahui
pengertian, prinsip, dan tujuan metodologi penelitian.
2. Mengetahui
macam-macam metodologi penelitian.
3. Memahami
paradigma penelitian kualitatif dan kuantitatif.
4. Memahami
langkah-langkah melaksanakan penelitian.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian,
Prinsip, dan Tujuan Metodologi Penelitian
1.
Pengertian
Pengertian metode,
berasal dari bahasa Yunani yakni methodos yang dimaksud adalah cara atau menuju
suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara
kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai
upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah
dan termasuk keabsahannya (Rosdy Ruslan,2003:24). Sutrisno Hadi (1987:3) mengungkapkan Penelitian adalah
usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan,
yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah. Penelitian adalah suatu kegiatan
atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan
menerapkan metode ilmiah (Emzir,2007:3). Penelitian sebagai aktivitas keilmuan yang dilakukan karena ada kegunaan yang ingin dicapai, baik
untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia maupun untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan (Hamidi,2007:6). Menurut Soerjano Soekanto penelitian adalah kegiatan
ilmiah yang berkaitan dengan analisis dan konstruksi yang dilakukan secara
metodologis, sistematis, dan konsisten.
Sedangkan dari sumber lain
menyatakan bahwa Istilah metodologi penelitian diambil dari bahasa inggris
yaitu methodological research yang
secara harfiah diartikan sebagai berikut, methodological terdiri dari dua suku
kata yaitu method dan logical. Method adalah kumpulan dari suatu cara-cara tertentu, dan logical atau logic diartikan sebagai cara berpikir lurus atau berpikir jernih
atau berpikir yang sesuai dengan akal sehat atau berpikir mempersoalkan ilmu
pengetahuan dengan cara berpikir lurus atau jernih yang dapat diterima oleh
akal sehat. Selanjutnya Research juga
berasal dari dua suku kata yaitu: Re
dan search. Re berarti kembali, dan search
berarti mencari atau menemukan sesuatu. Jadi Research diartikan mencari atau menemukan sesuatu kembali. Dengan
demikian metodologi penelitian secara sederhana diartikan sebagai kumpulan dari
metode-metode ataupun cara-cara tertentu yang dapat diterima oleh akal sehat
untuk menemukan atau mencari sesuatu kembali. Metodologi penelitian sering pula
diistilahkan sebagai Methods of research
atau metode-metode penelitian. Adapula yang mengartikan logi sebagai suatu
ilmu, seperti Biologi (ilmu hayat), Sosiologi (Ilmu sosial), Antropologi (Ilmu
tentang manusia). Jadi Metodologi penelitian dapat diartikan sebagai ilmu
tentang metode-metode penelitian.
Dari berbagai pendapat yang telah
dikemukakan oleh berbagai sumber dan ahli, pada dasarnya hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari
berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian.
Metodologi sendiri merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan dilakukannya
penelitian tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metodologi penelitian
adalah ilmu yang membahas tentang suatu kegiatan yang dilakukan untuk
mencari, menemukan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, memecahkan masalah ataupun sebagai pengembangan ilmu
pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah
secara sistematis dan konsisten.
2.
Prinsip-Prinsip
Metodologi Penelitian
Metodologi
merupakan bagian epistemologi yang mengkaji perihal urutan langkah-langkah yang
ditempuh supaya pengetahuan yang diperoleh memenuhi ciri-ciri Ilmiah.
Metodologi juga dapat dipandang sebagai bagian dari logika yang mengkaji kaidah
penalaran yang tepat. Jika kita membicarakan metodologi maka hal yang tak kalah
pentingnya adalah asumsi-asumsi yang melatarbelakangi berbagai metode yang
dipergunakan dalam aktivitas ilmiah. Asumsi-asumsi yang dimaksud adalah
pendirian atau sikap yang akan dikembangkan para ilmuwan maupun peneliti di
dalam kegiatan ilmiah mereka.
Beberapa prinsip metodologi oleh beberapa ahli, diantaranya:
a.
Rene Descartes
Dalam karyanya Discourse On Methoda, dikemukakan 5
(lima) prinsip metodologi yaitu:
·
Membicarakan masalah ilmu
pengetahuan diawali dengan menyebutkan akal sehat (common sense) yang
pada umumnya dimiliki oleh semua orang. Akal sehat menurut Descartes ada yang
kurang, adapula yang lebih banyak memilikinya, namun yang terpenting adalah
penerapannya dalam aktivitas ilmiah.
·
Menjelaskan kaidah-kaidah pokok
tentang metode yang akan dipergunakan dalam aktivitas ilmiah maupun penelitian.
Descartes mengajukan 4 (empat) langkah atau aturan yang dapat mendukung metode
yang dimaksud yaitu: (1) Jangan pernah menerima baik apa saja sebagai yang
benar, jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenarannya.
Artinya, dengan cermat hindari kesimpulan-kesimpulan dan pra konsepsi yang
terburu-buru dan jangan memasukkan apapun ke dalam pertimbangan anda lebih dari
pada yang terpapar dengan begitu jelas sehingga tidak perlu diragukan lagi, (2)
Pecahkanlah setiap kesulitan anda menjadi sebanyak mungkin bagian dan sebanyak
yang dapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaiannya secara lebih
baik.(3) Arahkan pemikiran anda secara jernih dan tertib, mulai dari objek yang
paling sederhana dan paling mudah diketahui, lalu meningkat sedikit demi
sedikit, setahap demi setahap ke pengetahuan yang paling kompleks, dan dengan
mengandaikan sesuatu urutan bahkan diantara objek yang sebelum itu tidak
mempunyai ketertiban baru. (4) Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan
selengkap mungkin, dan adakan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda
dapat merasa pasti tidak suatu pun yang ketinggalan. Langkah yang digambarkan
Descartes ini menggambarkan suatu sikap skeptis metodis dalam memperoleh
kebenaran yang pasti.
·
Menyebutkan beberapa kaidah moral
yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut: (1) Mematuhi
undang-undang dan adat istiadat negeri, sambil berpegang pada agama yang
diajarkan sejak masa kanak-kanak. (2) Bertindak tegas dan mantap, baik pada
pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan. (3) Berusaha
lebih mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia.
·
Menegaskan pengabdian pada kebenaran
yang acap kali terkecoh oleh indera. Kita memang dapat membayangkan diri kita
tidak berubah namun kita tidak dapat membayangkan diri kita tidak
bereksistensi, karena terbukti kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain.
Oleh karena itu, kita dapat saja meragukan segala sesuatu, namun kita tidak mungkin
meragukan kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu.
·
Menegaskan perihal dualisme dalam diri
manusia yang terdiri atas dua substansi yaitu RESCOGITANS (jiwa bernalar) dan
RES-EXTENSA (jasmani yang meluas). Tubuh (Res-Extensa) diibaratkan dengan mesin yang tentunya
karena ciptaan Tuhan, maka tertata lebih baik. Atas
ketergantungan antara dua kodrat ialah jiwa bernalar dan kodrat jasmani. Jiwa
secara kodrat tidak mungkin mati bersama dengan tubuh. Jiwa manusia itu abadi.
b.
Alfred Julesayer
Dalam karyanya yang berjudul Language, Truth and Logic
yang terkait dengan prinsip metodologi adalah prinsip verifikasi. Terdapat
dua jenis verifikasi yaitu:
·
Verifikasi dalam arti yang ketat (strong
verifiable) yaitu sejauh mana kebenaran suatu proposisi (duga-dugaan) itu
mendukung pengalaman secara meyakinkan.
·
Verifikasi dalam arti yang lunak, yaitu
jika telah membuka kemungkinan untuk menerima pernyataan dalam bidang sejarah
(masa lampau) dan ramalan masa depan sebagai pernyataan yang mengandung makna.
Ayer menampik kekuatiran metafisika dalam dunia ilmiah, karena
pernyataan-pernyataan metafisika (termasuk etika theologi) merupakan pernyataan
yang MEANING LESS (tidak bermakna) lantaran tidak dapat dilakukan verifikasi
apapun
c.
Karl Raimund Popper
K.R.
Popper seorang filsuf kontemporer yang melihat kelemahan dalam prinsip
verifikasi berupa sifat pembenaran (justification) terhadap teori yang
telah ada. K.R. Popper mengajukan prinsip verifikasi sebagai berikut: Popper
menolak anggapan umum bahwa suatu teori dirumuskan dan dapat dibuktikan
kebenarannya melalui prinsip verifikasi. Teori-teori ilmiah selalu bersifat
hipotetis (dugaan sementara), tak ada kebenaran terakhir.
Setiap
teori selalu terbuka untuk digantikan oleh teori lain yang lebih tepat.
Cara kerja
metode induksi yang secara sistematis dimulai dari pengamatan (observasi)
secara teliti gejala (simpton) yang sedang diselidiki. Pengamatan yang
berulang-ulang itu akan memperlihatkan adanya ciri-ciri umum yang dirumuskan
menjadi hipotesa. Selanjutnya hipotesa itu dikukuhkan dengan cara menemukan
bukti-bukti empiris yang dapat mendukungnya. Hipotesa yang berhasil dibenarkan
(justifikasi) akan berubah menjadi hukum.
K.R.
Popper menolak cara kerja di atas, terutama pada asas verifiabilitas, bahwa
sebuah pernyataan itu dapat dibenarkan berdasarkan bukti-bukti verifikasi
pengamatan empiris. K.R Popper menawarkan pemecahan baru dengan mengajukan
prinsip FALSIFABILITAS, yaitu bahwa sebuah pernyataan dapat dibuktikan
kesalahannya. Maksudnya sebuah hipotesa, hukum, ataukah teori kebenarannya
bersifat sementara, sejauh belum ada ditemukan kesalahan-kesalahan yang ada di
dalamnya. Misalnya, jika ada pernyataan bahwa semua angsa berbulu putih melalui
prinsip falsifiabilitas itu cukup ditemukan seekor angsa yang bukan berbulu putih
(entah hitam, kuning, hijau, dan lain-lain), maka runtuhlah pernyataan
tersebut. Namun apabila suatu hipotesa dapat bertahan melawan segala usaha
penyangkalan, maka hipotesa tersebut semakin diperkokoh (CORROBORATION).
3.
Tujuan
Penelitian
Terdapat beberapa
tujuan dilaksanakannya sebuah penelitian,antara lain:
a. Penemuan, berarti hasil yang
diperoleh dari penelitian itu adalah sesuatu yang baru yang sebelumnya belum
diketahui oleh banyak orang.
b. Pembuktian, berarti data yang
diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya sebab dan akibat dari variabel
yang sedang diteliti dengan data yang dikumpulkan terhadap informasi atau
pengetahuan tertentu.
c. Pengembangan, berarti penelitian
digunakan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang ada sehingga akan
lebih mudah untuk dipelajari.
1.
Penelitian
Kualitatif dan Kuantitatif
Penelitian kualitatif adalah
penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena,
peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun
kelompok. Penelitian ini didasari oleh filsafat konstruktivisme. Agar
penelitian dapat menggambarkan objek yang diteliti, peneliti harus melakukan
observasi langsung,observasi parsipatif, wawancara mendalam, dan lain-lain.
Penelitian kualitatif mempunyai dua
tujuan utama, yaitu:
a.
Menggambarkan dan
mengungkapkan (to describe and explore),
yaitu penelitian dilakukan dapat menggambarkan objek yang sedang diteliti dan
mengungkapkan manfaat dari penelitian kepada masyarakat.
b.
Menggambarkan dan
menjelaskan (to describe and explain),
yaitu penelitian dapat menggambarkan dan menjelaskan fakta-fakta yang baru
kepada masyarakat.
Sedangkan penelitian kuatitatif adalah
penelitian yang menekankan pada
fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif menggunakan
angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol.
Penelitian ini didasari oleh filsafat positivisme dan menggunakan
instrumen-instrumen untuk memperoleh data yang sedang dikaji dan peneliti tidak
perlu melakukan observasi langsung.
2.
Penelitian
Evaluatif
Penelitian
evaluative adalah suatu desain dan prosedur evaluasi dalam mengumpulkan
menganalisis data secara sistematik untuk menentukan nilai atau manfaat (worth)
dari suatu praktik pendidikan.
Tujuan penelitian evaluatif
adalah sebagai berikut:
a.
Membantu perencanaan
untuk melaksanakan program
b.
Membantu dalam penentuan
keputusan penyempurnaan atau perubahan program
c.
Membantu dalam penentuan
keputusan keberlanjutan atau penghentian program
d.
Menemukan fakta-fakta dukungan
dan penolakan terhadap program
e.
Memberikan sumbangan dalam
pemahaman proses psikologis, sosial, politik dalam pelaksanaan program serta faktor-faktor
yang mempengaruhi program.
Penelitian ini sangat cocok digunakan
untuk membuat kurikulum pada dunia pendidikan, sehingga program-program yang
dicanangkan dapat up to date sesuai dengan
kebutuhan siswa pada saat lulus nantinya.
3.
Penelitian
Tindakan
Penelitian tindakan merupakan suatu
pencarian sistematik yang dilaksanakan oleh para pelaksana program dalam kegiatannya
sendiri, dalam mengumpulkan data tentang pelaksanaan kegiatan, keberhasilan dan
hambatan yang dihadapi, untuk kemudian menyusun rencana dan melakukan kegiatan-kegiatan
penyempurnaan. Penelitian ini sangat cocok dilakukan oleh seorang guru yang
sedang menemukan kesulitan belajar pada siswa, sehingga dapat memecahkan masalah
kesulitan belajar tersebut.
4.
Penelitian
dan Pengembangan
Penelitian dan pengembangan adalah suatu
proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan
produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini biasanya
digunakan untuk mengembangkan teori-teori yang sudah ada dan menemukan teori
yang baru yang sesuai dengan fenomena yang terjadi pada saat ini.
5.
Penelitian
Eksperrimental
Penelitian
eksperimental (experimental research) adalah pendekatan penelitian kuantitatif
yang paling penuh, dalam arti memenuhi semua persyaratan untuk menguji hubungan
sebab akibat. Penelitian ini biasanya dilakukan di sebuah laboratorium yang menggunakan
alat-alat untuk mengukur kepastian dan memiliki standar tertentu sebagai acuan pada
objek yang diteliti.
Jenis-jenis
penelitian juga dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
a. Penelitian
menurut tujuan
·
Penelitian murni merupakan penelitian yang dilakukan atau
diarahkan sekedar untuk memahami masalah secara mendalam dan hasil penelitian
tersebut untuk pengembangan sebuah ilmu. Misalnya penelitian tentang teori
pembelajaran.
·
Penelitian terapan merupakan penelitian yang diarahkan untuk
mendapakan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Contonya:
penelitian tentang kesulitan belajar yang terjadi pada siswa.
b. Penelitian
menurut metode:
·
Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada
populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari
sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan
kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel.
Contohnya: penelitian untuk mengetahui seberapa besar tingkat pendidikan
mempengaruhi pendapatan masyarakat di indonesia.
·
Penelitian Ex post facto adalah suatu penelitian yang
dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut
kebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya
kejadian tersebut. Contoh: penelitian tentang terjadinya selat Sunda.
·
Penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha
mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi
yang terkontrol secara ketat. Terdapat empat bentuk metode eksperimen yaitu pre
experimental, true experimental, factorial, dan quai experimental. Contoh:
penelitian tentang manfaat lidah buaya bagi kesehatan.
·
Penelitian naturalistik sering juga disebut metode
kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi
obyek alamiah. Contoh: penelitian untuk mengungkapkan makna upacara ritual dari
kelompok masyarakat tertentu, penelitian untuk menemukan factor-faktor yang
menyebabkan terjadinya korupsi.
·
Policy research (penelitian kebijaksanaan) adalah suatu
proses penelitian yang dilakukaan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah
sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat
keputusan untuk bertindak dalam menyelesaikan masalah. Contoh: penelitian
tentang kebijaksanaan BLT.
·
Action research adalah penelitian yang bertujuan untu
mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat
ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat. Contoh: penelitian untuk
memperbaiki prosedur dan metode kerja dalam pelayanan masyarakat, penelitian
mencari metode mengajar yang baik.
·
Penelitian evaluasi adalah penelitian yang berfungsi untuk
menjelaskan fenomena suatu kejadian, kegiatan dan produk. Contoh: penelitian
proses pelaksanaan konversi minyak tanah ke gas.
·
Penelitian sejarah adalah penelitan yang berkenaan dengan
analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu.
Contoh: penelitian terjadinya G 30 S PKI.
c. Penelitian
menurut tingkat explanasinya
·
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk
mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independent)
tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara varibel yang satu dengan
yang lain. Contoh: penelitian tentang struktur tanah di daerah yang sering
mengalami kebakaran hutan.
·
Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat
membandingkan. Contoh: penelitian yang membandingkan kemajuan
perkembangan sekolah swasta yang berstandar SBI dengan sekolah negeri yang
berstandar nasional.
·
Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk
mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Contoh: penelitian tentang
pengaruh minat siswa terhadap keberhasilan siswa
d. Penelitian
menurut jenis data dan analisis
·
Penelitian kualitatif adalah peneltian yang menggunakan data
kualitatif (data yang berbentuk data, kalimat, skema, dan gambar)
·
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan
data kuantitatif (data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan.
C.
Paradigma
Kuantitatif Dan Kualitatif
Penelitian pada dasarnya adalah
suatu proses pencarian yang dilakukan dengan menggunakan beberapa tahapan mulai
dari pengumpulan data, merumuskan masalah, menyusun hipotesis, kemudian
dianalisis sampai dnegan menarik kesimpulan. Banyak sekali jenis-jenis
penelitian atau pencarian yang dapat dilakukan, diantaranya berdasarkan
pendekatan,berdasarkan sifatnya, dan
berdasarkan fungsinya. Kegiatan pencarian ini bisa juga dibedakan berdasarkan
cara atau metode pencariannya atau metode penelitian.
Metode penelitian merupakan
rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan yang didasari oleh asumsi dasar,
pandangan-pandangan, filosofis dan ideologis, pertanyaan dan isu-isu yang
dihadapi. Metode penelitian memiliki prosedur atau langkah-langkah yang harus
ditempuh, waktu penelitian, sumber data dan kondisinya serta bagaimana data
tersebut nantinya diolah. Untuk kali ini kami akan membahas jenis penelitian
berdasarkan pendekatannya, yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif.
1.
Penelitian
Kuantitatif
Penelitian
kuantitatif adalah penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data
numeric (angka) yang diolah dengan metode statistika. Penelitian ini dilakukan
dengan menggunakan data berupa angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan
percobaan terkontrol.
Penelitian kuantitatif
ini didasari oleh filsafat positivisme yang menekankan fenomena-fenomena
objektif dan dikaji secara kuantitatif. Metode Kuantitatif secara garis besar
dibedakan dalam dua macam, yaitu:
a.
Metode penelitian
kuantitatif bersifat Eksperimental
1)
Eksperimental Murni,
2)
Eksperimental Kuasi,
3)
Eksperimental Lemah,
4)
Subyek Tunggal
b.
Metode penelitian
kuantitatif bersifat Noneksperimental
1) Deskriptif,
2) Komparatif,
3) Korelasional,
4) Survai,
5) Ekspos
Fakto, dan
6) Tindakan.
2.
Penelitian
Kualitatif
Penelitian
kualitatif adalah penelitian yang menekankan analisisnya pada proses
penyimpulan deduktif dan induktif serta analisis terhadap dinamika hubungan
antar fenomena yang diamati dengan logika ilmiah. Penelitian ini ditujukan
untuk menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan
persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok.
Penelitian
kualitatif ini didasari dari filsafat Konstruktivisme yang memandang kenyataan
itu berdimensi jamak, interaktif dan menuntut interprestasi berdasarkan
pengalaman sosial. Metode kualitatif dibedakan dalam dua macam, yaitu:
a. Kualitatif
Interaktif
1) Etnografis,
2) Historis,
3) Fenomenologis,
4) Studi
Kasus,
5) Teori
Dasar, dan
6) Studi
Krisis
b. Kuantitatif
Noninteraktif
1) Analisis
Konsep,
2) Analisis
Kebijakan, dan
3) Analisis
Historis
Tabel Perbedaan
Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kuantitatif.
|
Penelitian Kuantitatif
|
Penelitian Kualitatif
|
|
1. Berpijak pada Konsep Positivistik.
2. Kenyataan berdimensi tunggal, fragmental terbatas,
fixed.
3. Hubungan antara peneliti dengan objek lepas, penelitian
dari luar dengan instrumen standar yang objektif.
4. Setting penelitian buatan lepas dari tempat dan waktu.
5. Analisis kuantitatif, statistik, ebjektif.
6. Hasil penelitian berupa inferensi, generalisasi,
prediksi.
|
1. Berpijak pada Konsep Naturalistik
2. Kenyataan berdimensi jamak, kesatuan utuh, terbuka,
berubah
3. Hubungan peneliti dengan objek berinteraksi, penelitian
dari luar dan dalam, peneliti sebagai instrumen, bersifat subjektif,
judgment.
4. Setting penelitian alamiah, terkait tempat dan waktu.
5. Analisis subjektif, intuitif, rasional.
6. Hasil penelitian berupa deskripsi, interpretasi,
tentatif-situasional.
|
D.
Langkah-langkah
Penelitian
Penelitian
merupakan suatu proses yang terdiri atas beberapa langkah. Langkah ini bukan
sesuatu yang sekuensial atau langkah-langkah yang harus diikuti secara kaku.
Proses penelitian adalah suatu kegiatan interaktif antara peneliti dengan
logika, masalah, desain dan interpretasi.
1.
Mengidentifikasi
masalah
Kegiatan
penelitian dimulai dengan mengidentifikasi isu-isu dan masalah-masalah penting
(esensial), hangat (aktual), dan mendesak (krusial) yang dihadapi saat ini, dan
yang paling banyak arti atau kegunaanya bila isu atau masalah tersebut
diteliti.
Masalah dapat diperoleh dari kehidupan sehari-hari karena
menjumpai hal-hal yang aneh atau didorong oleh keinginan meningkatkan hasil
kerja apa saja. Masalah juga dapat diperoleh dari membaca buku. Bisa juga
masalah diberi oleh orang lain. Ada empat hal yang harus dipenuhi bagi
terpilihnya masalah atau judul penelitian:
a) Penelitian
harus sesuai dengan minat peneliti
b) Penelitian
dapat dilaksanakan
c) Tersedia
faktor pendukung
d) Hasil
penelitian bermanfaat.
Prof. Dr. Suhardjono memberikan petunjuk mengenai
persyaratan penelitian yang baik yang disingkat APIK:
a) Asli,
artinya tidak jiplakan atau mengganti-ganti penelitian orang lain.
b) Penting,
artinya bahwa hasil penelitian itu bermanfaat dan dipandang penting.
c) Ilmiah,
artinya menggunakan proses yang dibenarkan oleh teori penelitian.
d) Konsisten,
artinya ada keruntutan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain.
Permasalahan
dalam penelitian sering pula disebut sebagai problema atau problematik. Jenis
permasalahan yaitu:
a) Problema
untuk mengartahui status dan mendiskripsikan fenomena.
b) Problema
untuk membandingkan dua fenomena atau lebih (problema komparasi)
c) Problema
untuk mencari hubungan antara dua fenomena (problem korelasi): korelasi sejajar dan korelasi sebab-akibat.
2.
Merumuskan
dan membatasi masalah
Perumusan
masalah merupakan perumusan dan pemetaan faktor-faktor, atau variabel-variabel
yang terkait dengan fokus masalah. Faktor atau variabel tersebut ada yang
melatarbelakangi ataupun diakibatkan oleh fokus masalah. Karena faktor atau
variabel yang terkait dengan fokus masalah cukup banyak, maka perlu ada
pembatasan faktor atau variabel, yaitu dibatasi pada faktor atau
variabel-variabel yang dominan.
Adapun penjelasan tentang permasalahan yang akan diteliti
meliputi:
a) Penegasan
judul.
b) Alasan
memilih judul: karena penting, menarik, dan belum ada yang meneliti.
c) Problematik
penelitian: pertanyaan yang dicarikan jawabannya melalui penelitian. Dirumuskan
dalam kalimat pertanyaan, merupakan hal yang dipertanyakan.
d) Tujuan
penelitian: keinginan yang ada pada peneliti untuk hal-hal yang akan dihasilkan
oleh peneliti.
e) Kegunaan
hasil penelitian: hal apa yang akan disumbangkan untuk kemajuan ilmu
pengetahuan.
3.
Melakukan
studi kepustakaan
Studi kepustakaan merupakan kegiatan untuk mengkaji
teori-teori yang mendasari penelitian, baik teori yang berkenaan dengan bidang
ilmu yang diteliti maupun metodologi. Dalam studi kepustakaaan juga dikaji
hal-hal yang bersifat empiris bersumber dari temuan-temuan penelitian
terdahulu.
Sumber pengumpulan informasi untuk mengadakan studi
pendahuluan ini dapat dilakukan pada 3 objek:
a) Paper,
dokumen, buku-buku, majalah atau bahan tertulis lainnya, baik berupa teori,
laporan penelitian atau penemuan sebelumnya (findings).
b) Person:
bertemu, bertanya, dan berkosultasi dengan para ahli atau manusia sumber.
c) Place;
tempat, lokasi atau benda-benda yang terdapat di tempat penelitian.
4.
Merumuskan
hipotesis atau pertanyaan penelitian
Hal-hal
pokok yang ingin diperoleh dari penelitian dirumuskan dalam bentuk hipotesis
atau pertanyaan penelitian. Rumusan hipotesis tersebut dibuat apabila
penelitiannya menggunakan pendekatah kuantitatif dengan pengolahan data
statistik inferensial. Untuk penelitian kuantitatif yang menggunakan pengolahan
data statistik deskriptif tidak diperlukan perumusan hipotesis, cukup dengan
pertanyaan pertanyaan pokok, demikian juga dengan penelitian kualitatif.
Borg dan Gall (1979:61) mengajukan adanya persyaratan
untuk hipotesis, yaitu:
a) Hipotesis
harus dirumuskan dengan singkat tetapi jelas.
b) Hipotesis
harus dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua atau lebih variabel.
c) Hipotesis
harus didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau hasil
penelitian yang relevan.
5.
Menentukan
desain dan metode penelitian
Desain penelitian berisi rumusan tentang langkah-langkah
penelitian, dengan menggunakan pendekatan, metode penelitian, teknik pengumpulan
data, dan sumber data tertentu serta alasan-alasan mengapa menggunakan metode
tersebut.
Ada beberapa jenis desain atau rancangan penelitian,
namun secara garis besar ada tiga rancangan dasar, yaitu:
a) Rancangan
rambang lugas.
b) Rancangan
ulangan.
c) Rancangan
faktorial.
Ditinjau dari wilayah sumber data, maka dibedakan adanya
tiga jenis penelitian: yaitu penelitian populasi, penelitian sampel, dan
penelitian kasus. Hasil penelitian sampel berlaku bagi populasi, dan hasil
penelitian kasus hanya berlaku bagi kasus itu sendiri.
6.
Menyusun
instrumen dan mengumpulkan data
Kegiatan pengumpulan data didahului oleh penentuan
teknik, penyusunan dan pengujian instrumen pengumpulan data yang akan
digunakan. Dalam pelaksanaan pengumpulan data, selain objektivitas dan keakuratan
data yang akan diperoleh, segi-segi legal dan etis dalam proses pelaksanaannya
perlu mendapatkan perhatian.
Metode penelitian adalah cara yang dipakai dalam
mengumpulkan data, sedangkan instrumen adalah alat bantu yang digunakan dalam
mengumpulkan data itu. Instrumen penelitian: angket, tes, skala bertingkat,
pedoman wawancara, pedoman observasi, check-list. Metode pengumpulan data: tes,
angket atau koesioner, observasi, wawancara, skala bertingkat, dan dokumentasi.
7.
Menganalisis
data dan menyajikan hasil
Analisi data menjelaskan teknik dan langkah-langkah yang
ditempuh dalam mengolah atau menganalisis data. Data kuantitaf dianalisis
dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif, berupa tabel, grafik,
profil, bagan, atau menggunakan statistik inferensial berupa korelasi, regresi,
perbedaan, analisis jalur, dll. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik
analisis kualitatif deskriptif naratif-logis.
Langkah-langkah dalam analisis data:
a) Persiapan:
mengecek nama, isian, macam data
b) Tabulasi:
memberi skor, memberi kode, mengubah jenis data, coding dalam coding form.
Penerapan
data sesuai dengan pendekatan:
a) Penelitian
deskriptif: persentase dan komparasi dengan kinerja yang telah ditentukan.
b) Penelitian
komparasi: dengan berbagai teknik korelasi sesuai dengan jenis data.
c) Penelitian
eksperimen: diuji hasilnya dengan t-test.
8.
Menginterpretasi
temuan, membuat kesimpulan dan rekomendasi
Hasil
analisis data masih berbentuk temuan yang belum diberi makna. Pemberian makna
atau arti dari temuan dilakukan melalui interpretasi. Interpretasi dibuat
dengan melihat makna hubungan antara temuan yang satu dengan yang lainnya,
antara temuan dengan konteks atau halo-hal yang melatarbelakanginya, dengan
teori yang mendukungnya ataupun dengan kemungkinan penerapannya.
Kesimpulan
merupakan penarikan generalisasi dari
hasil interpretasi temuan penelitian. Meskipun penelitian kualitatif tidak
bersifat generalisasi, tetapi unsur generalisasi ini tetap ada, yaitu emnemukan
hal-hal yang esensial atau prinsipal dari suatu deskripsi.
Terhadap
kesimpulan-kesimpulan yang telah dirumuskan, disususnlah implikasi dan
rekomendasi atau saran. Implikasi merupakan akibat logis dari temuan-temuan
penelitian yang terkandunfg dalam kesimpulan. Rekomendasi merupakan hal-hal yang
sebaiknya dilakukanoleh pihak-pihak terkait dalam memanfaatkan hasil-hasil
penelitian.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Metodologi
penelitian adalah ilmu yang
membahas tentang suatu kegiatan yang dilakukan untuk
mencari, menemukan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, memecahkan masalah ataupun sebagai pengembangan ilmu
pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah
secara sistematis dan konsisten.
2. Terdapat
banyak jenis penelitian, antara lain penelitian kualitatif dan kuantitatif,
evaluatif, tindakan, eksperimental, penelitian dan pengembangan.
3. Penelitian
kuantitatif adalah penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data
numeric (angka) yang diolah dengan metode statistika. Sedangkan Penelitian
kualitatif adalah penelitian yang menekankan analisisnya pada proses
penyimpulan deduktif dan induktif serta analisis terhadap dinamika hubungan
antar fenomena yang diamati dengan logika ilmiah.
4. Langkah-langkah
dalam melaksanakan penelitian antara lain, (a) mengidentifikasi masalah, (b)
merumuskan dan membatasi masalah, (c) melakukan studi kepustakaan, (d)
merumuskan hipotesis atau pertanyaan penelitian, (e) menentukan desain dan
metode penelitian, (f) menyusun instrument dan mengumpulkan data, (g)
Menganalisis data dan menyajikan hasil, (h) menginterpretasi temuan, membuat
kesimpulan dan rekomendasi.
B.
Saran
1. Mengingat
pentingnya sebuah penelitian karena terkait dengan berbagai hal dalam kehidupan
kita, maka penelitian harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan sesuai
dengan pedoman serta etika kebenaran.
2. Dalam
melaksanakan sebuah penelitian, peneliti diharapkan mampu menarik kesimpulan
dan hasil sesuai dengan fakta yang diteliti serta mengesampingkan unsure
subjektivitas.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,
Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Nazir,
Moh. 2009. Metode Penelitian. Bogor:
PT. Ghalia Indonesia.
Sugiyono.
2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:
Penerbit Alfabeta
Syaodih,
Nana. 2010. Metode Penelitian Pendidikan.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
________. 2011. Ilmu
Pengetahuan, Metode Ilmiah dan Penelitian Ilmiah, (Online), (http://file2shared.wordpress.com/ilmu-pengetahuan-metode-ilmiah-dan-penelitian-ilmiah/),
diakses tanggal 23 Januari 2012.
________. Pengantar Metodologi Penelitian, (Online),
(http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengantar+metodologi+p enelitian&source=web&cd=1&ved=0CCAQFjAA&url=http%3A%2F %2Fssiregar.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F6866 %2F01_lecture_metlit_elektro.pdf&ei=q7ksT7GsJY7NrQet2MdiDA &usg=AFQjCNEpaUVe-qLYAcHkr4E4kqbcVyLLEw)
diakses tanggal 23 Januari 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun