PENGARUH KEMISKINAN TEHADAP
MASALAH SOSIAL DI INDONESIA
MAKALAH
Untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pancasila
yang dibina oleh Bapak
Oleh
109421
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
Desember 2009
BAB
I
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Permasalahan kemiskinan merupakan
permasalahan yang seringkali ditemukan dibeberapa Negara yang sedang proses
berkembang seperti Indonesia. Sebagai masalah yang menjadi isu global disetiap negara berkembang. Wacana kemiskinan
dan pemberantasannya haruslah menjadi agenda wajib bagi para pemerintah dan
pemimpin Negara. Peran serta pekerja sosial dalam menangani permasalahan
kemiskinan sangat diperlukan, terlebih dalam memberikan masukkan (input) dan melakukan
perencanaan strategis (strategic planning) tentang apa yang akan menjadi suatu
kebijakan dari pemerintah.
2. Rumusan
Masalah
1.
Apakah
yang dimaksud dengan kemiskian?
2.
Apakah
yang dimaksud degaan masalah sosial?
3.
Bagaimanakah
pengaruh kemiskinan masalah masalah sosial?
4.
Apa
sajakah masalah sosial yang timbul akibat kemiskinan?
5.
Bagaimanakah
penyelesaian dari masalah sosial tersebut?
3. Tujuan
1.
Untuk
mengetahui apa yang dimaksud kemiskinan.
2.
Untuk
mengetahui apa yang dimaksud masalah sosial.
3.
Untuk
mengetahui pengaruh kemiskinan terhadap masalah sosial.
4.
Untuk
mengetahui maslah sosial yang timbul akibat keiskinan.
5.
Untuk
mengetahui penyelesaian dari masalah sosial.
BAB
II
ISI
1. Pengertian
Kemiskinan
kemiskinan adalah suatu keadaan
ketika seorang tidak sanngup memenuhi kebutuhanya sendiri sesuai dengan taraf
kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun
fisiknya dalam kelompok tersebut.Dengan berkembangnya perdagangan keseluruh
dunia dan di tetapkannya taraf kehidupan tertentu sebagai suatu kebiasaan
masyarakat, kemiskinan muncul sebagai salah satu
masalah sosial.
Pada masyarakat yang susunan dan
organisasinya bersahaja, kemiskinan
mungkin tidak menjadi masalah sosial karena mereka menganggap bahwa semuanya
telah di takdirkan.kemiskinan menjadi sebuah masalah sosial ketika mereka sadar
bahwa mereka telah gagal untuk memperoleh lebih dari pada apa yang telah
dimilikinya dan perasaan akan adanya ketidak adilan.
Dalam masyarakat modern, kemiskinan dilihat sebagai suatu
keadaan di mana seseorang tidak memiliki harta yang cukup untuk memenuhi
standar kehidupan yang ada di lingkungan.contoh, sebuah keluarga tidak memiliki
televisi, motor, sementara tetangga-tetangga
lain memiliki harta-harta tersebut.inilah yang menyebabkan kemiskinan menjadi
masalah sosial. Sebab-sebab
timbulnya kemiskinana tersebut adalah karena lembaga kemasyarakatan di bidang
ekonomi tidak berfungsi dengan baik.
Penyebab-penyebab
terjadinya kemiskinan:
1.
Peran
serta organisasi internasional seperti Bank Dunia dan IMF dalam menghancurkan
kekayaan negara-negara debitor (pengutang) melalui solusi keji yang diberikan kepada negara-negara tersebut yang
bertujuan memperlemah dan memperalat negara kecil.
2.
Buruk
dan rusaknya administrasi yang dikendalikan oleh nepotisme. Pengaruh dan dominasi
perusahaan-perusahaan besar terhadap perekonomian global. Dominasi para
penguasa dan para pengusaha terhadap sumber daya negeri.
3.
Kemiskinan
menyebar luas secara mencolok sejak berlangsungnya kebangkitan industri dan meluasnya penggunaan alat dalam produksi
industri dan pertanian.
4.
Burukya
distribusi kekayaan, bahkan tidak ada sistem pendistribusian kekayaan. sekitar
lima milyar orang penduduk dunia hidup dengan kurang dari dua dolar per hari,
5.
Kerusakaan finansial dan administratif serta buruknya pengelolaan
perusahaan-perusahaan oleh para pelaksana.
6.
Rusaknya sistem ekonomi kapitalis yang diterapkan negara-negara di
seluruh dunia saat ini.
7.
krisis ekonomi kontemporer yang muncul akibat naiknya harga
minyak, disusul menurunnya nilai dolar dan kenaikan harga-harga komoditi dan
bahan kebutuhan, khususnya bahan pangan.
8.
Berbagai peperangan dan pertarungan internasional yang dilakukan oleh beberapa negara
yang mengklaim menyerukan kebebasan, menjaga hak asasi manusia, persamaan
wanita, dan perlindungan anak-anak, menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan.
9.
Di
antara yang menyebabkan makin parahnya kondisi perekonomian di beberapa negara
adalah terjadinya gempa, banjir dan
tanah longsor seperti yang terjadi di Indonesia,
10.
Jumlah
tawanan dan orang-orang yang
ditangkapi di Palestina sendiri mencapai 14.000 orang. Di Inggris jumlah
narapidana sebanyak 80.000 orang. Hal itu mengakibatkan hilangnya orang yang
menanggung keluarga mereka dan yang mengurusi mereka yang akhirnya menyebabkan
kemiskinan,
2. Pengertian
Masalah sosial
Masalah Sosial adalah suatu
ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang
membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara
unsur-unsur yang ada dapat menmbulkan gangguan hubungan seperti kegoyahan dalam
kelompok atau masyarakat. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan
yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat
menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam.
Masalah sosial dapat dikategorikan
menjadi 4 (empat) jenis factor, yakni :
1. Faktor ekonomi :Kemiskinan,
pengangguran, Kriminalitas
2. Faktor Budaya:Perceraian, kenakalan
remaja
3. Faktor Biologis:Penyakit menular,
keracunan makanan
4. Faktor Psikologis:Penyakit Syaraf,
aliran sesat.
Masalah sosial di Indonesia terjadi
seperti lingkaran setan, Pemerintah telah membuat peraturantentangakan memberi
denda pada orang yang bersedekah pada pengemis, dan pemerintah juga sibuk dengan
kebijakan-kebijakan yang telah dan akan dibuat yang berkaitan dengan masalah
sosial yang terjadi di Indonesia seperti PNPM Mandiri, Kredit Usaha Rakyat
(KUR).
Masalah sosial yang sangat terasa di
saat sekarang ini adalah realita kemiskinan yang dirasakan oleh masyarakat
Indonesia. Kita semua menyadari bahwa kemiskinan merupakan salah satu masalah
sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program
dilakukan untuk mengatasinya tetapi masih banyak kita temui permukiman masyarakat
miskin hampir
di setiap sudut kota.Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai pemukiman
masayarakat miskin tersebut adalah rendahnya kualitas lingkungan yang dianggap
sebagai bagian kota yang mesti disingkirkan.
3. Pengaruh kemiskinan terhadap masalah
sosial
Kemiskinan menjadi
masalah sosial karena ketika kemiskinan mulai merabah atau bertambah banyak
maka angka kriminalitas yang ada akan meningkat. Pusaran arus besar pemikiran
sekitar kita saat ini menerjemahkan kemiskinan sebagai pangkal penyebab masalah
sosial dan ekonomi. Bersumber konstruksi ini, penanganan pengurangan orang
miskin berpotensi bersilang jalan. Pada satu kutub kemiskinan diatasi lewat
pemberdayaan-mengasumsikan
potensi inheren orang miskin.
Kemiskinan menjadi masalah sosial ketika stratifikasi dalm masyarakat sudah menciptakan tingkatan atau garis-garis pembatas. Sehingga adanya kejanggalan dalam interaksi antara orang yang berada di tingkatan yang dibwah dan di atasnya.
Kemiskinan menjadi masalah sosial ketika stratifikasi dalm masyarakat sudah menciptakan tingkatan atau garis-garis pembatas. Sehingga adanya kejanggalan dalam interaksi antara orang yang berada di tingkatan yang dibwah dan di atasnya.
4. Masalah
sosial yang timbul akibat kemiskinan
Kemiskinan menimbulkan munculnya
masalah-masalah lain seperti urbanisasi, pencurian, penyakit, kebodohan, bunuh
diri, pembunuhan, gelandangan dan pengemis, penyerangan terhadap harta pribadi
dan harta umum. Juga makin maraknya suap, bertambahnya angka kriminalitas dan
pengangguran, munculnya kelompok-kelompok bersenjata dan bentuk-bentuk
penyimpangan lainnya. Semua itu merupakan bencana sosial yang berbahaya.
1.
Kebodohan
Tentunya kamu paham yang dimaksud
dengan kebodohan. Maukah kamu disebut anak yang bodoh? Apa akibatnya kalau kita
bodoh apalagi kalau tidak bisa membaca? Salah satu akibat bila kita bodoh
adalah mudah diperalat orang lain. Kita juga akan sulit meraih cita-cita yang
tinggi. Kebodohan terjadi karena tidak memiliki pendidikan atau pendidikannya
rendah.
Di negara kita ternyata masih banyak orang yang pendidikannya rendah bahkan tidak pernah sekolah sama sekali. Masih ada orang yang tidak bisa membaca atau buta huruf. Hal ini antara lain disebabkan oleh kemalasan, biaya pendidikan yang tinggi dan tidak meratanya pendidikan di Indonesia. Orang yang mampu beruntung bisa menikmati bangku sekolah dengan mudah. Sekolahnya mudah dijangkau dan fasilitasnya lengkap. Orang yang terbelakang tidak bisa sekolah karena tidak punya biaya. Mereka bahkan harus bekerja membantu orang tuanya agar tetap bisa makan. Ada pula yang kesulitan untuk bisa sekolah karena tempatnya yang jauh dan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Itupun sekolahnya juga masih sangat sederhana. Fasilitasnya juga masih sangat terbatas.
Di negara kita ternyata masih banyak orang yang pendidikannya rendah bahkan tidak pernah sekolah sama sekali. Masih ada orang yang tidak bisa membaca atau buta huruf. Hal ini antara lain disebabkan oleh kemalasan, biaya pendidikan yang tinggi dan tidak meratanya pendidikan di Indonesia. Orang yang mampu beruntung bisa menikmati bangku sekolah dengan mudah. Sekolahnya mudah dijangkau dan fasilitasnya lengkap. Orang yang terbelakang tidak bisa sekolah karena tidak punya biaya. Mereka bahkan harus bekerja membantu orang tuanya agar tetap bisa makan. Ada pula yang kesulitan untuk bisa sekolah karena tempatnya yang jauh dan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Itupun sekolahnya juga masih sangat sederhana. Fasilitasnya juga masih sangat terbatas.
2.
Pengangguran
Pengangguran adalah orang dewasa
yang tidak bekerja dan tidak mendapatkan penghasilan. Jumlah pengangguran
semakin banyak karena jumlah lulusan sekolah lebih banyak dari pada jumlah
lapangan pekerjaan. Selain itu para pengusaha dihadapkan pada persoalan
kenaikan tarif listrik dan harga bahan bakar minyak yang mahal. Hal itu
menyebabkan banyaknya perusahaan yang tutup dan bangkrut, atau setidaknya mengurangi
jumlah karyawannya. Kita bisa membayangkan jika orang tua tidak lagi bekerja
dan tidak punya penghasilan. Apa yang akan terjadi. Tentunya keluarga akan
kesulitan memenuhi kebutuhan hidup baik makan, pakaian, biaya sekolah serta
kebutuhan yang lainnya. Itulah sebabnya pengangguran dapat menimbulkan
permasalahan sosial lainnya. Seperti kejahatan, perjudian, kelaparan, kurang gizi
bahkan meningkatnya angka bunuh diri.
Kejahatan sering disebut sebagai
tindak kriminal atau perbuatan yang melanggar hukum. Kemiskinan dapat
menyebabkan tindak kejahatan. Jika tidak dilandasi keimanan dan akal sehat,
penganggur mengambil jalan pintas untuk mengatasi kemiskinannya. Banyak cara
keliru yang dijalani misalnya melakukan judi, penipuan, pencurian, pencopetan,
perampokan hingga pada pembunuhan. Yang stress dan tidak kuat bisa kemudian
minum-minuman keras atau memakai narkoba.
Pertikaian bisa
disebabkan banyak hal, antara lain karena salah paham, emosi yang tidak
terkendali atau karena memperebutkan sesuatu. Sesuatu yang diperebutkan dapat
berupa suatu prinsip, seseorang atau suatu barang. Pertikaian dapat terjadi di
dalam suatu keluarga atau di masyarakat. Pertikaian yang tidak segera
diselesaikan bisa berakibat fatal. Suatu pertikaian bahkan dapat menimbulkan
korban jiwa. Masyarakat yang didalamnya terdapat pertikaian atau konflik
menyebabkan suasana tidak aman dan nyaman. Pertikaian yang terjadi di keluarga
juga dapat menyebabkan suasana tidak tenang dan tenteram.
Setelah kita cermati, berbagai masalah sosial yang ada,
ternyata banyak yang saling berkaitan. Masalah sosial yang satu menjadi
penyebab munculnya masalah sosial lainnya. Bahkan ada yang saling timbal balik.
Misalnya orang bisa bodoh karena tidak punya biaya atau miskin. Dan orang yang
miskin juga bisa karena bodoh. Biasanya penyandang masalah sosial tidak hanya
memiliki satu masalah. Masalah sosial dapat membentuk lingkaran masalah yang
rumit sehingga juga sulit dipecahkan. Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan berikut
ini.
5. Penyelesaian
dari Masalah Sosial
Penanganan kemiskinan dapat
dikategorikan ke dalam beberapa strategi, diantaranya :
1. Strategi kedaruratan. Misalnya,
bantuan uang, barang dan tenaga bagi korban bencana alam.
2. Strategi kesementaraan atau
residual. Misalnya, bantuan stimulant untuk usaha-usaha ekonomis produktif.
3. Strategi pemberdayaan. Misalnya,
program pelatihan dan pembinaan keluarga muda mandiri, pembinaan partisipasi
sosial masyarakat, pembinaan anak dan remaja.
4. Strategi “penanganan bagian yang
hilang”. Strategi yang oleh Caroline Moser disebut sebagai “the missing
piece strategy” ini meliputi program-program yang dianggap dapat memutuskan
rantai kemiskinan melalui penanganan salah satu aspek kunci kemiskinan yang
kalau “disentuh” akan membawa dampak pada aspek-aspek lainnya. Misalnya,
pemberian kredit, program KUBE (kelompok usaha bersama)
Mengatasi masalah sosial bukanlah
perkara yang mudah. Pemerintah selalu berusaha mengatasi berbagai masalah
sosial dengan melibatkan peran serta tokoh masyarakat, pengusaha, pemuka agama,
tetua adat, lembaga-lembaga sosial dan lain-lainya. Kamu pun sebenarnya dapat berperan
serta dalam mengatasi masalah sosial tersebut. Tentu saja sesuai dengan
kemampuanmu masing-masing. Berikut ini beberapa contoh upaya yang telah
dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial:
1. Pemberian kartu askes
Kartu Askes (Asuransi Kesehatan)
diberikan kepada keluarga miskin. Kartu Askes kadang disebut Askeskin (Asuransi
Kesehatan Keluarga Miskin). Dengan kartu Askes. keluarga miskin dapat berobat
di rumah sakit yang ditunjuk dengan biaya ringan atau gratis.
2. Pemberian beras untuk masyarakat miskin (Raskin)
Raskin merupakan program pemberian
bantuan pangan dari pemerintah berupa beras dengan harga yang sangat murah.
Dengan raskin diharapkan masyarakat yang termasuk keluarga miskin dapat
memenuhi kebutuhan pangannya.
3. Pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
BOS diberikan kepada siswa-siswi
sekolah mulai dari sekolah dasar sampai tingkat SLTA. Tujuannya untuk
meringankan biaya pendidikan. Sekarang juga sudah dilakukan program BOS buku.
Yakni program penyediaan buku pelajaran bagi siswa sekolah. Dengan BOS buku diharapkan
orang tua tidak lagi dibebani biaya membeli buku pelajaran untuk anaknya yang
sekolah.
4. Sekolah terbuka
Sekolah terbuka merupakan sekolah
yang waktu belajarnya tidak terlalu padat dan terikat. Sekolah terbuka
diperuntukkan bagai siswa yang kurang mampu. Dengan sekolah terbuka siswanya
dapat sekolah meskipun sudah bekerja.
5. Program pendidikan luar sekolah
Pendidikan luar sekolah biasanya
berupa kursus-kursus seperti menjahit, perbengkelan ataupun komputer.
Pemerintah mengadakan program
pendidikan luar sekolah agar anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah dapat tetap memiliki ilmu dan ketrampilan.
pendidikan luar sekolah agar anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah dapat tetap memiliki ilmu dan ketrampilan.
6. Pemberian Bantuan Tunai Langsung (BTL)
BTL diberikan kepada masyarakat
miskin yang tidak berpenghasilan. BTL merupakan dana kompensasi/pengganti
kenaikan harga Bahan Bakar
Minyak (BBM).
Minyak (BBM).
7. Pemberian bantuan modal usaha
Bantuan modal usaha
diberikan kepada masyarakat miskin yang akan mengembangkan atau memulai suatu
usaha. Biasanya untuk usaha kecil dan menengah. Bantuan modal usaha ini adalah
dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.
Selain berbagai bantuan
dari pemerintah, ada juga pihak-pihak lain yang juga turut membantu mengatasi
masalah sosial, antara lain:
1.
Menjadi orang tua asuh bagi anak sekolah
yang kurang mampu.
2.
Para tokoh agama memberikan penyuluhan
tentang keimanan dan moral dalam menghadapi masalah sosial.
3.
Para pengusaha dan lembaga-lembaga
sosial kemasyarakatan lain memberikan bantuan, beasiswa, modal usaha,
penyuluhan, dan pendidikan.
4.
Lembaga-lembaga dari PBB seperti UNESCO,
UNICEF dan WHO memberikan bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk mengatasi
masalah sosial.
5.
Organisasi pemuda seperti karang taruna
dan remaja masjid mendidik dan mengarahkan para pemuda putus sekolah untuk
berkarya. Sehingga ikut mengatasi masalah pengangguran.
6.
Perguruan tinggi melakukan pengabdian
kepada masyarakat dengan memberikan berbagai
penyuluhan,
bakti sosial ataupun melatih keterampilan.
BAB
III
ANALISA
Dari sisi agama Islam
Adapun apa solusi itu, maka Islam
memandang kemiskinan dengan pandangan yang khusus dan menyelesaikannya dengan
jalan berikut:
1.
Islam menilai pribadi yang miskin adalah pribadi yang membutuhkan lagi lemah
kondisinya tetapi ia tidak meminta. Sedangkan sistem kapitalisme menjadikan
kemiskinan sebagai sesuatu yang bersifat relatif dan bukan sebutan untuk
sesuatu tertentu yang baku dan tidak berubah. Sistem kapitalisme menilai
kemiskinan sebagai ketidakmampuan memenuhi kebutuhan-kebutuhan barang dan jasa.
Mereka memandang kebutuhan itu berbeda-beda dari satu negeri ke negeri lainnya.
Mereka memandang bahwa masalah kemiskinan adalah masalah kelangkaan barang dan
jasa dibandingkan kebutuhan yang selalu bertambah. Inilah yang oleh sistem
kapitalisme disebut sebagai kelangkaan relatif yang menurut pandangan mereka
dianggap sebagai masalah perekonomian yang mendasar.
2.
Islam memandang kemiskinan adalah tidak adanya kemampuan memenuhi
kebutuhan-kebutuhan pokok secara menyeluruh. Syara’ menentukan kebutuhan pokok
itu adalah tiga, yaoti kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Sedangkan
kebutuhan-kebutuhan lainnya dinilai sebagai kebutuhan sekunder (pelengkap).
Islam
menetapkan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok dan penyediaan bagi orang yang
tidak mendapatkannya sebagai kewajiban. Jika individu bisa menyediakan sendiri
maka dipenuhi dengan cara itu. Jika individu tidak bisa menyediakannya karena
tidak memiliki harta yang cukup atau karena tidak mampu memperoleh harta yang
mencukupi, maka syara’ mewajibkan kepada individu lain untuk membantunya,
sehingga tersedia baginya apa yang bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok itu.
Perealisasian hal itu melalui jalan berikut:
·
Islam menetapkan nafkahnya
menjadi kewajiban karib kerabat yang berkemampuan untuk melakukan hal itu.
·
Kemudian pada kondisi ia tidak
memiliki kerabat atau ia memiliki kerabat yang tidak mampu membantunya, maka
nafkahnya menjadi kewajiban Baitul Mal kaum Muslim dari pos zakat.
Jika
di Baitul Mal tidak terdapat harta, maka negara wajib menetapkan pajak terhadap
harta orang-orang kaya dan memungutnya untuk dibelanjakan pada waktunya kepada
orang-orang fakir dan orang-orang miskin.
Sedangkan
kebutuhan sekunder (pelengkap) maka oang yang mampu harus memenuhinya untuk
dirinya sendiri dan orang yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan
kemampuannya. Hal itu sebagaimana wajib bagi negara bekerja untuk memenuhinya
bagi orang-orang yang membutuhkan sesuai dengan kemampuannya secara makruf.
3.
Islam mewajibkan negara untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum rakyat
seluruhnya. Kebutuhan-kebutuhan umum rakyat itu adalah keamanan, pendidikan,
dan pelayanan kesehatan, dengan semaksimal mungkin secara gratis.
Dari sisi Pancasila
Tanggung jawab pemerintah Indonesia
terhadap rakyatnya. melalui amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang
dilahirkan MPR tahun 1999-2004, yang dicantumkan minimal 20 % anggaran
pendidikan
anak-anak miskin dan terlantar
dipelihara negara atau mendapatkan jaminan hidup dari pemerintah, namun itu
sampai sekarang belum terwujud. Jadi, jika pemerintah mengurus kemiskinan dan
anak-anak terlantar di seluruh Indonesia, maka akan kehabisan devisa atau
anggaran negara. Pasti tidak akan cukup. Meski begitu, tetap saja pemerintah
harus memerhatikan dan bekerja keras mengurus dan mencarikan solusi yang
terbaik untuk orang-orang miskin dan anak-anak terlantar agar sejahtera.
Sehingga, dari tahun ke tahun orang-orang miskin atau anak-anak terlantar itu
jumlahnya nya kepada kaum miskin berkuang
untuk itu di butuhkan peran aktif
dari masyarakat, untuk lebih peduli tehadap masalah kemiskinan, andai saja
setiap keluarga kaya di negeri ini mau menyumbangkan sebagian hartanya kepada 5
keuarga miskin niscaya negeri ini akan lebih sejahtera.
DAFTAR
PUSTAKA
Agusta, Ivanovich. 2008. Kemiskinan sebagai Akibat (Poverty as a Result in Indonesia), (Online), (http://iagusta.blogspot.com/2008/04/kemiskinan- sebagai-akibat.html)
Tamatamba. 2009. Kemiskinan Masyarakat Indonesia. (Online), (http://tamatamba.blog.friendster.com/2009/03/tema-masalah-sosial-judul- kemiskinan-masyarakat-indonesia/)
Adjee.
2007. Kebijakan Sosial dalam Menanggulagi
masalah kemiskinan. (Online), (http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial- dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/)
Triandi. 2009. Kemiskinan Termasuk Salah Satu Masalah
Sosial. (Online), (http://triandi.ngeblogs.com/2009/09/15/kemiskinan-termasuk-salah-satu- masalah-sosial/)
Sa’id, Muhammad. 2009. Masalah
Kemiskinan di Dunia dan Peran Krisis Finansial
Global dalam memperparah masalah. (Online), (http://hizbut- tahrir.or.id/2009/03/28/masalah-kemiskinan-di-dunia-dan-peran-krisis- finansial-global-dalam-memperparah-masalah/)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun