BAB III
METODE PENELITIAN
A.
Rancangan
Penelitian
Metode penelitian dalam penelitian
ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Jenis desain
eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, yang merupakan suatu bentuk eksperimen dengan ciri utamanya tidak
dilakukannya penugasan random, melainkan dengan menggunakan kelas
yang sudah ada yang dalam hal ini adalah kelas biasa. Sebagaimana dikemukakan oleh Mohammad Ali (1993: 140) “Kuasi eksperimen
hampir sama dengan eksperimen sebenarnya perbedaannya terletak pada penggunaan subjek yaitu kuasi ekperimen
tidak dilakukan penugasan
random, melainkan dengan menggunakan
kelas yang sudah ada.”
Metode ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari suatu kondisi yang
sengaja dilakukan terhadap gejala sosial berupa kegiatan dan
tingkah
laku
individu atau kelas yang diamati sehingga diketahui munculnya gejala tersebut,
yang hasilnya akan diperoleh hubungan
sebab akibat antara variabel-variabel yang diteliti.
Penelitian
ini
terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Penggunaan blog dan pembelajaran tradisional ditempatkan sebagai variabel bebas sedangkan hasil belajar siswa
pada pada ranah kognitif aspek pengetahuan, pemahaman, dan penerapan sebagai
variabel terikat.
Untuk
melihat variabel yang akan diteliti dapat melihat tabel berikut:
Variabel
Bebas (X)
Variabel
terikat (Y)
|
Pembelajaran
Akuntansi
|
||
Blog
(X1)
|
Pembelajaran
Tradisional (X2)
|
||
Hasil
belajar Ranah Kognitif
|
Aspek
pengetahuan
|
X1Y1
|
X2Y1
|
Aspek
pemahaman
|
X1Y2
|
X2Y2
|
|
Aspek
penerapan
|
X1Y3
|
X2Y3
|
|
Keterangan :
X1Y1 = Perkembangan
hasil
belajar siswa
pada aspek pengetahuan dengan
menggunakan blog.
X1Y2 = Perkembangan
hasil belajar
siswa
pada
aspek pemahaman
dengan
menggunakan blog.
X1Y3 = Perkembangan hasil belajar siswa pada aspek penerapan dengan
menggunakan blog.
X2Y1 = Perkembangan
hasil
belajar siswa pada aspek pengetahuan
dengan
menggunakan pembelajaran tradisional.
X2Y2 = Perkembangan hasil belajar siswa pada aspek pemahaman dengan
menggunakan pembelajaran tradisional.
X2Y3 =
Perkembangan hasil belajar siswa pada aspek penerapan dengan
menggunakan pembelajaran tradisional.
Penelitian ini siswa dibagi ke dalam dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan blog dan
kelas kontrol tanpa menggunakan blog dalam hal ini siswa
belajar dengan menggunakan pembelajaran tradisional.
Desain penelitian yang dipergunakan
dalam penelitian ini adalah Kelompok Kontrol Pretes-Postes (Pretest-Posttest Control Group Design) menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol tanpa penugasan random yang merupakan
bentuk desain penelitian dalam metode kuasi eksperimen.
Desain yang digunakan adalah:
Kelas
|
Pretest
|
Perlakuan
|
Posttest
|
Eksperimen
|
T1
|
X1
|
T2
|
Kontrol
|
T1
|
X2
|
T2
|
Keterangan:
T1 = Pre-Test
T2 = Post-Test
X1 = Perlakuan di Kelas
Eksperimen (Blog)
X2 = Perlakuan di Kelas Kontrol (Pendekatan pembelajaran tradisional.)
Dalam
penelitian ini
langkah
pertama yang dilakukan adalah
menetapkan kelas yang akan dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Kelas
eksperimen pada desain penelitian ini akan diberikan
perlakuan
dengan blog (X1), sedangkan pada kelas kontrol tidak diberi perlakuan dengan menggunakan blog
melainkan dengan metode yang biasa dilakukan oleh guru di sekolah tersebut yaitu dengan memanfaatkan pembelajaran tradisional
(X2).
Sebelum perlakuan
(X), kedua kelas diberikan pre-test (T1) kemudian dilanjutkan
dengan memberikan perlakuan pada kelas eksperimen yang
mempergunakan
blog dan kelas kontrol yang mempergunakan
pembelajaran
tradisional.
Kemudian kedua kelas diberikan post-test (T2), hasilnya
kemudian
dibandingkan dengan skor pre-test sehingga diperoleh gain, yaitu selisih antara skor
pre-test dan post-test.
Prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian diuraikan sebagai berikut:
1. Tahap Pelaksanaan
a.
Menentukan kelas yang akan
dijadikan sampel penelitian yang terdiri
dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dilihat dari prestasi kedua kelas tersebut.
b.
Melaksanakan
pre-test pada kelas
eksperimen
dan kelas kontrol untuk mengukur pengetahuan awal siswa.
c.
Melaksanakan proses belajar mengajar dengan menggunakan
blog pada kelas eksperimen dan pembelajaran tradisional
pada kelas
kontrol.
d.
Melaksanakan post-test pada
kelas eksperimen
dan kelas kontrol dengan menggunakan soal yang sama dengan pre-test.
2.
Tahap Penarikan Kesimpulan
a.
Menganalisis data.
b.
Membahas data yang sudah dianalisis.
c.
Menarik kesimpulan.
Untuk lebih jelasnya alur penelitian
dipaparkan dalam gambar berikut:
Bagan: Prosedur penelitian
A.
Populasi
dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas :
objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,
2010: 117). Jadi dapat dikatakan bahwa populasi merupakan keseluruhan subjek
penelitian. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XII IPS SMA
Negeri 4 Bojonegoro. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2010: 118). Jadi dapat dikatakan
sampel merupakan wakil populasi yang diteliti. Pengambilan sampel dalam
penelitian ini menggunakan teknik cluster
sample (sampel kelompok). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa
kelas XII IPS 1 dan XII IPS 2, Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Bojonegoro yang
terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol, yaitu kelas XII IPS 2
sebagai kelas eksperimen dan kelas XII IPS 1 sebagai kelas kontrol, jumlah
sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang siswa, yang terdiri dari 30 siswa
dari kelas eksperimen dan 30 siswa dari kelas kontrol.
B.
Instrumen
Penelitian
Keberhasilan penelitian banyak ditentukan oleh instrumen yang digunakan,
sebab data yang diperoleh untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah) diperoleh melalui instrumen. Instrumen penelitian diartikan
sebagai alat yang dapat menunjukkan sejumlah data yang diasumsikan dapat digunakan
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
dan
menguji hipotesis penelitian. Moh. Ali (1993:63) mengemukakan, instrumen penelitian adalah: “Alat pengumpul data sesuai masalah yang diteliti.” Sedangkan Sudjana (1998:97) menyatakan, bahwa:
“Keberhasilan penelitian ditentukan oleh instrumen yang digunakan, sebab data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah) dan menguji
hipotesis diperoleh melalui instrumen.”
Untuk
memperoleh data hasil belajar diperlukan instrumen
sebagai alat pengumpul data. Adapun langkah-langkah
dalam penyusunan instrumen tes tersebut adalah sebagai berikut:
1)
Menetapkan
pokok bahasan yang akan
digunakan sebagai
bahan
penelitian yang
diambil dari kurikulum
mata pelajaran Akuntansi
Sekolah Menengah Atas kelas XII IPS.
2) Menyusun silabus sesuai dengan pokok bahasan
yang telah ditentukan.
3) Menyusun kisi-kisi instrumen penelitian. Kemudian kisi-kisi tersebut
dikembangkan pada pembuatan instrumen berupa pilihan berganda.
4) Melaksanakan
uji coba
instrumen terhadap sejumlah
siswa diluar sampel yang mempunyai tingkat kemampuan yang relatif sama dengan siswa
dalam kelas
sampel. Uji
coba instrumen ini
dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kualitas instrumen yang akan digunakan,
yaitu informasi mengenai sudah atau belumnya
instrumen tersebut memenuhi persyaratan sebagai alat pengumpul
data. Instrumen dikatakan sudah memenuhi persyaratan apabila
instrumen tersebut valid
dan
reliabel.
5)
Menganalisis
dan merevisi
terhadap
item-item
soal yang dianggap kurang tepat.
C.
Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan
data sangat penting dilaksanakan karena data yang diperoleh dari lapangan melalui instrumen penelitian, diolah dan dianalisa agar hasilnya dapat dipergunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
serta
memecahkan
masalah penelitian. Adapun
teknik
mengumpulkan
data
yakni
melalui tes hasil belajar.
Tes hasil belajar merupakan alat ukur yang digunakan kepada individu untuk
mendapatkan
gambaran-gambaran
yang diharapkan,
baik
itu secara tertulis maupun lisan atau perbuatan. Penggunaan
tes hasil belajar sebagai instrumen dimaksudkan untuk mengetahui daya
serap atau kemampuan tertentu sebagai hasil dari proses belajar mengajar yang diberikan. Sudjana (1996:103) “dalam menilai
hasil belajar, khususnya di bidang kognitif alat penilaian yang paling banyak digunakan
adalah tes tertulis. Dilihat dari bentuknya, soal-soal tertulis dikelaskan atas soal-soal bentuk uraian (essai) dan soal-soal bentuk objektif. Bentuk tes pada
penelitian ini adalah tes tertulis berbentuk tes objektif pilihan berganda dengan
empat alternatif jawaban (a, b, c, d). Tes diadakan
pada saat pretest dan postest.
Pretest diberikan dengan tujuan untuk
mengetahui kemampuan awal kedua kelas penelitian. Sementara postest diberikan dengan tujuan untuk melihat kemajuan
dan perbandingan peningkatan hasil prestasi belajar
siswa pada kedua kelas
penelitian.
D.
Analisis
Data
Data yang diperoleh dari hasil test setelah pembelajaran, selanjutnya diolah dan dianalisis untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan
teknik statistika inferensial.
Statistik analitik/inferensial dalam
penelitian
ini digunakan
untuk uji validitas, uji
reabilitas, uji normalitas,
dan uji hipotesis statistik. Menurut pendapat Nana sudjana dan Ibrahim (1998: 127)
“…statistik analitik/inferensial
merupakan kelanjutan dari statistik deskriptif yang digunakan
untuk menguji hipotesis dan persyaratan-persyaratannya, serta untuk keperluan generalisasi hasil
penelitian.”
1.
Uji Validitas
Pengujian
validitas dilakukan
untuk mengetahui
apakah tes yang
digunakan dalam penelitian ini dapat
atau tidak mengukur tingkat ketepatan
tes yaitu mengukur apa yang seharusnya diukur, maka dilakukan uji validitas
soal. Yang
digunakan dalam pengambilan data adalah validitas yang
dihubungkan dengan kriteria. Untuk mengetahui validitas yang dihubungkan
dengan kriteria, digunakan uji statistik yakni teknik korelasi product moment
sebagai berikut:
(Suharsmi Arikunto, 2009: 72)
Keterangan:
rxy = Koefisien korelasi yang
dicari
∑XY = Hasil kali skor X dan Y untuk setiap responden
∑Y = Skor responden
∑X = Skor item tes
(∑X2) = Kuadrat skor item
tes
(∑Y2) = Kuadrat responden
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi:
|
Interval Koefisien
|
Tingkat Hubungan
|
|
0,00 – 0,199
0,20 – 0,399
0,40 – 0,599
0,60 – 0,799
0,80 – 1,000
|
Sangat Rendah
Rendah
Sedang
Kuat
Sangat
Kuat
|
Setelah diperoleh hasil validitas tersebut
kemudian
diuji
juga
tingkat
signifikansinya dengan menggunakan rumus:
(Nana Sudjana,
1998: 149)
Keterangan:
t = nilai t hitung
r = koefisisen korelasi
n = jumlah banyak subjek
Dimana jika thitung > ttabel pada taraf signifikansi 0,05 dengan dk= n-2, maka soal ini valid.
2. Uji Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas soal dimaksudkan untuk melihat keajegan atau kekonsistenan soal dalam mengukur respon siswa sebenarnya. Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian instrumen dapat dipercaya untuk digunakan
sebagai alat
pengumpul data karena instrumen itu sudah baik.
Uji reabilitas dilakukan dengan menggunakan metode belah dua atau split- half method tepatnya dengan menggunakan
rumus K-R.21, yaitu suatu teknik
untuk menguji reliabititas suatu tes, dimana butir tesnya diberi skor 0 apabila
jawabannya salah dan diberi skor 1 apabila jawaban benar.
Untuk menguji reliabilitas digunakan rumus K-R 21 sebagai berikut:
(Mohammad Ali, 1993: 90)
Keterangan:
K =
Jumlah item tes
M = Rata-rata
S 2 = Simpangan baku
Sebagai tolak koefisien reliabilitas, digunakan kualifikasi sebagai berikut (Arikunto, 2009: 75):
Antara 0,800 sampai dengan 1,00
: sangat tinggi
Antara 0,600 sampai dengan 0,800
: tinggi
Antara 0,400 sampai dengan 0,600
: cukup
Antara 0,200 sampai dengan 0,400
: rendah
Antara 0,00 sampai dengan 0,200 : sangat
rendah
3. Tingkat Kesukaran Soal
Taraf kesukaran soal merupakan kesanggupan
siswa dalam menjawab
soal-soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu
sukar. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk
mempertinggi usaha memecahkannya, sebaliknya
soal yang
terlalu sukar
akan
mentebabkan siswa menjadi putus
asa dan tidak mempunyai semangat untuk mencoba lagi karena diluar jangkauan. Bilangan yang
menunjukkan sukar dan
mudahnya suatu soal disebut indeks kesukaran.
Untuk mencari indeks kesukaran digunakan rumus:
(Mohammad Ali, 1993: 86)
Keterangan:
P = Indeks kesukaran
P = Indeks kesukaran
B = Banyaknya siswa
yang menjawab benar soal
N = Jumlah seluruh siswa tes
Indeks
Kesukaran:
P ≥ 0,80 : soal terlalu mudah
0,20
< P > 0,80 : soal dianggap
baik untuk kepentingan penelitian
P ≤ 0,20 : soal terlalu sulit
4. Daya Beda
Perhitungan daya pembeda (D) tiap butir soal menggunakan rumus:
(Mohammad Ali, 1993: 86)
Keterangan:
D = Indeks daya beda
Bu = Jumlah jawaban benar kelas unggul (Upper)
Bl = Jumlah Jawaban benar kelas lemah (Lower)
Nu = 27% Jumlah golongan unggul yang menjawab benar.
Nl = 27% Jumlah golongan lemah yang menjawab benar.
Kriteria:
D ≤ 0,40 : Rendah
0,40 < D > 0,70 : Sedang
D ≥ 0,70 : Tinggi
5. Langkah-Langkah Pengolahan Data
Data penelitian yang diperoleh melalui alat pengumpul atau instrumen
yang telah diujicobakan selanjutnya
diolah dan dianalisis untuk menguji
hipotesis penelitian. Perhitungan yang digunakan
dalam penelitian ini adalah statistik inferensial,
Menurut pendapat Nana sudjana dan Ibrahim (1998: 127) “…statistik analitik/inferensial merupakan kelanjutan dari
statistik deskriptif yang digunakan
untuk menguji hipotesis dan
persyaratan-persyaratannya, serta untuk keperluan generalisasi hasil
penelitian”. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan secara manual dan menggunakan software, seperti MS Excel dan SPSS ver. 17.0
Langkah langkah yang ditempuh dalam penggunaan statistik untuk mengolah data tersebut adalah :
a.
Uji Normalitas data.
Uji normalitas data merupakan
salah satu cara untuk memeriksa
keabsahan/normalitas sampel. Pengujian normalitas data yang dilakukan
dalam penelitian ini dengan menggunakan program pengolah data SPSS
17 (Statistical Product and Service Solution)
dengan uji normalitas one sample Kolmogorov Smirnov. Kriteria pengujiannya adalah jika nilai Sig. (Signifikansi) atau nilai probabilitas < 0.05 maka distribusi adalah tidak normal, sedangkan jika nilai Sig. (Signifikansi) atau nilai probabililtas > 0.05 maka distribusi adalah normal. (Santoso, 2003: 168).
Apabila data yang diujikan berdistribusi normal maka data diolah
dengan menggunakan uji-t, namun jika ternyata distribusi data tidak normal, maka
dilanjutkan dengan menggunakan statistika non
parametrik. Dalam hal ini menggunakan uji Mann-Whitney Test.
b. Uji Homogenitas Data
Uji homogenitas ditujukan untuk
menguji kesamaan beberapa bagian sampel, sehingga
generalisasi
terhadap populasi dapat dilakukan.
Pada
penelitian
ini,
uji homogenitas menggunakan
program pengolah
data SPSS 17 dengan uji Levene (Levene Test). Uji Levene akan muncul bersamaan
dengan hasil uji
beda rata-rata atau
uji-t. Kriteria pengujiaanya
adalah
apabila nilai Sig. (Signifikansi) atau
nilai
probabilitas < 0.05 maka data berasal dari populasi-populasi
yang
mempunyai varians tidak sama, sedangkan
jika
nilai Sig. (Signifikansi) atau nilai probabilitas > 0.05 maka data berasal dari populasi-populasi
yang mempunya varians yang sama. (Santoso, 2003: 168)
c. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t independen
dua arah (t-test independent)
untuk menguji signifikansi perbedaan rata-
rata (mean) yang
terdapat pada program pengolah data SPSS 17. Adapun
yang diperbandingkan pada uji hipotesis ini adalah gain skor post test dan pre
test antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol, baik secara
keseluruhan ataupun setiap aspek (aspek pengetahuan, pemahaman, dan penerapan).
Karena menggunakan uji dua ekor, maka daerah penolakan hipotesis
terdapat pada daerah negatif dan positif
dengan batas ttabel. Berdasarkan
jumlah sampel sebanyak 60, maka dapat diketahui bahwa ttabel dengan dk 58 (n-2) dan
tingkat
kepercaaan
95% sebesar
2,000.
Kriteria pengujiannya adalah apabila -ttabel ≤ thitung ≤ + ttabel maka H0 ditolak dan
H1 diterima. (Ridwan, 2003: 181).
DAFTAR
RUJUKAN
Ali, Muhammad. 1992. Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung:
Angkasa.
Arif. S
Sadiman. 1993. Media Pendidikan : Pengertian, Pengembangan dan
Pemanfaatannya. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.
Arikunto,
Suharsimi. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi
Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.
Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Aunurrahman.
2009. Belajar dan Pembelajaran.
Bandung: Alfabeta.
Badan
Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar. SMA/MA. (Online), (http://bsnp-indonesia.org), diakses 23 April 2012.
Heinich,
dkk. 2002. Instructional Media and Tecnologies for Learning, Seventh
Edition. Upper Saddle River, New Jersey Columbus,
Ohio. Merrill
Prentice Hall.
Kompas.com.
2011. Naik 13 Juta, Pengguna Internet
Indonesia 55 Juta Orang. (Online), (http://tekno.kompas.com/read/2011/10/28/
16534635/Naik.13.Juta..Pengguna.Internet.Indonesia.55.Juta.Orang), diakses 23 April 2012.
Kurniawan,
Rulianto. 2009. Membuat Blog Untuk Orang
Awam. Palembang: Maxikom.
Munadi,
Yudhi. 2008. Media pembelajaran (Sebuah
pendekatan Baru). Ciputat: Gaung Persada (GP) Press.
Purwanto
Agus. Blog Sebagai Media pembelajaran. (Online), (aguspur.staff.uns.ac.id),
diakses tanggal 1Mei 2012.
Ridwan.
2008. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru Karyawan Dan Peneliti Pemula.
Bandung: Alfabeta
Rusman.
2009. Teknologi Informasi dan Komunikasi
dalam Pembelajaran.
Bandung: Universitas Pendidikan
Indonesia.
Santoso,
S. 2003. SPSS Mengolah Data Statistik
Secara Profesional. PT. elex
Media Komputindo. Jakarta
Siahaan,
Sudirman. 2008. Mengapa
Harus Menggunakan E-learning Dalam Pembelajaran?. Jurnal Teknodik, (Online), (isjd.pdii.lipi.go.id), diakses
tanggal 1 Mei 2012.
Sudjana,
Nana. 2001. Penelitian dan Penilaian
Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sudjana,
Nana. 1996. Metode Statistika. Bandung:
Tarsito.
Sudjana,
Nana. 2005. Teknologi pengajaran. Bandung:
Sinar Baru Algesindo.
Sugiyono.
2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif, dan Pengembangan. Bandung: Alfabeta.
Undang-Undang RI No. 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jaringan Dokumentasi dan
Informasi Badan Pemeriksa Keuangan Republik
Indonesia. (Online), (http://www.jdih.bpk.go.id), diakses 23 April 2012.
Universitas
Negeri Malang. 2010. Pedoman Penulisan
Karya Ilmiah (Edisi Kelima).
Malang: Universitas Negeri Malang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun