BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)
semakin lama semakin berkembang dengan pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan
tersebut akan memicu perkembangan teknologi. Dan sebaliknya perkembangan
teknologi juga akan mampu meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan. Perkembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan
mendapatkan informasi, yang tidak lagi
terbatas pada informasi surat kabar, audio visual dan elektronik,
tetapi juga sumber-sumber informasi lainnya yang salah satu diantaranya melalui jaringan internet
yang sudah banyak dimanfaatkan oleh berbagai kalangan sekarang ini.
Salah satu bidang
yang mendapatkan dampak
yang
cukup berarti dengan
perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi ini adalah bidang pendidikan.
Pada dasarnya
pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi
pendidikan, yang memiliki
unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyajian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri.
Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung
jawab. (UU RI No. 20 Tahun 2003).
Media
mempunyai peranan yang penting dalam suatu proses pembelajaran. Sekarang ini kegiatan
pembelajaran telah bergeser dari
metode ceramah dan berpindah ke arah digunakannya
media agar
dapat meningkatkan motivasi pembelajar, merangsang pembelajar mengingat apa
yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru, mengaktifkan
pembelajar agar memberikan tanggapan dan mendorong siswa untuk selalu
memperhatiakan materi yang disampaikan. Media pembelajaran adalah
“sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara
terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya
dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif” (Munadi, 2008: 9).
Salah satu media yang cukup populer saat ini adalah internet. Internet merupakan
jendela dunia
tanpa batas. Melalui internet dapat diperoleh beraneka ragam informasi, mulai
dari dunia politik, ekonomi, sosial, hiburan, bahkan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Selain pemanfaatan
internet
sebagai
jendela
informasi,
internet dapat juga dijadikan sebagai media pembelajaran.
Melalui media internet diharapkan siswa akan mengalami proses belajar yang
bermakna,
bukan sekedar
belajar
menghafal. Siswa
juga diharapkan
belajar dengan pendekatan konstruktivistik, yakni siswa mampu mengkonstruksi
pengetahuannya
setelah terjadi penyesuaian antara
pengetahuan awalnya
dengan pengetahuan baru yang diperoleh dari internet. Untuk itu diperlukan
suatu bahan ajar yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Pembelajaran
melalui internet ini selain dapat mengoptimalkan perkembangan teknologi yang
ada juga dapat menyalurkan hobi siswa berinternet ke dalam suatu hal yang lebih
positif berupa kegiatan pembelajaran.
Dalam
pelaksanaan pembelajaran Akuntansi di sekolah, banyak guru yang masih terpaku
dengan penggunaan buku teks ataupun lembar kerja siswa, guru masih jarang
menggunakan media pembelajaran yang menarik. Apalagi materi pelajaran laporan
keuangan perusahaan dagang yang dirasa lebih sulit dari pada materi lain
semisal pada perusahaan jasa. Sehingga diperlukan media yang baik untuk dapat
meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa sehingga pada akhirnya hasil
belajar siswa dapat meningkat.
Blog merupakan media pembelajaran. Blog dapat dikategorikan sebagai e- learning.
E-learning
merujuk pada penggunaan
teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian
solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan.
Sebuah
blog
dapat
dijadikan
media belajar
interaktif dimana guru dapat berkomunikasi dengan siswa
ataupun siswa dengan siswa yang lain.
Model pembelajaran selama ini belum mampu melibatkan siswa secara keseluruhan
dalam memahami materi Akuntansi sehingga siswa kurang
memiliki minat belajar terhadap mata pelajaran tersebut serta daya inovatif dan kreatif kurang
tereksplorasi dengan maksimal. Dengan demikian perlu adanya suatu model pembelajaran yang mampu menjawab
kebutuhan zaman dan mampu meningkatkan
daya kreativitas dan inovativitas
siswa dalam belajar khususnya
dalam pelajaran Akuntansi
yaitu dengan model
pembelajaran interaktif dengan menggunakan blog.
Menurut
MarkPlus Insight, jumlah pengguna Internet di Indonesia pada tahun 2011 ini
sudah mencapai 55 juta orang, meningkat dari tahun sebelumnya di angka 42 juta.
Dengan meningkatkan frekuensi pengguna internet tersebut menandakan sudah banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan
internet disetiap harinya. Untuk itu perlu dikembangkan media pembelajaran oleh para guru agar siswa dapat memanfaatkan internet
untuk kegiatan yang positif yaitu pembelajaran. Dengan pengembangan media itu diharapkan siswa dapat memperlihatkan peningkatan
hasil belajar yang signifikan, Penggunaan blog juga dapat membantu guru dalam mengatasi keterbatasan waktu, ruang, gerak,
dan
menjawab permasalahan yang dihadapi.
Penelitian
terdahulu tentang penggunaan blog dalam pembelajaran pernah dilakukan oleh Aldina
Ramayumanti (2011) di SMK Negeri 6 Malang yang
menyimpulkan ada pengaruh positif yang signifikan penerapan model
pembelajaran Think Pair Share berbantuan Blog terhadap hasil belajar pada mata
pelajaran Peripheral. Dewi Nuraeni
(2010) juga melakukan penelitian tentang penggunaan blog dalam pembelajaran di
SMA negeri 1 Garut yang menyimpulkan terdapat perbedaan peningkatan hasil
belajar yang signifikan antara siswa yang menggunakan blog dengan siswa yang
menggunakan media cetak (gambar) pada ranah kognitif mata pelajaran Biologi”.
Sehingga media pembelajaran dengan menggunakan blog dapat digunakan sebagai
alternatif dalam pembelajaran.
Berdasarkan hal tersebut diatas maka penulis mencoba melakukan penelitian pada pembelajaran Akuntansi yaitu mengenai “Penggunaan
Blog Sebagai Media Pembelajaran
untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi.”
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dikemukakan diatas, maka secara umum pokok masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah
terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada ranah kognitif antara
siswa yang menggunakan blog dengan siswa yang menggunakan pembelajaran
tradisional pada mata pelajaran akuntansi?”
Secara terperinci permasalahan
penelitian tersebut dirumuskan kedalam
sub-sub pokok masalah yaitu:
1. Apakah
terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada aspek pengetahuan antara
siswa yang menggunakan blog dengan siswa yang menggunakan pembelajaran
tradisional pada mata pelajaran akuntansi?
2.
Apakah terdapat perbedaan hasil belajar
yang signifikan pada aspek pemahaman antara siswa yang menggunakan blog dengan
siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional pada mata pelajaran akuntansi?
3.
Apakah terdapat perbedaan hasil belajar
yang signifikan pada aspek penerapan antara siswa yang menggunakan blog dengan
siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional pada mata pelajaran akuntansi?
C.
Hipotesis
Penelitian
“Hipotesis
merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis
dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya (PPKI, 2010:
17). Hipotesis penelitian ini adalah:
1. Terdapat
perbedaan hasil belajar yang signifikan pada ranah kognitif antara siswa yang
menggunakan blog dengan siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional pada
mata pelajaran akuntansi.
2.
Terdapat perbedaan hasil belajar yang
signifikan pada aspek pengetahuan antara siswa yang menggunakan blog dengan
siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional pada mata pelajaran akuntansi.
3.
Terdapat perbedaan hasil belajar yang
signifikan pada aspek pemahaman antara siswa yang menggunakan blog dengan siswa
yang menggunakan pembelajaran tradisional pada mata pelajaran akuntansi.
4. Terdapat
perbedaan hasil belajar yang signifikan pada aspek penerapan antara siswa yang
menggunakan blog dengan siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional mata
pelajaran akuntansi.
D.
Kegunaan
Penelitian
1.
Bagi
sekolah
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam
usahanya menggunakan
media pembelajaran
sebagai
pengembangan
model pembelajaran khususnya blog di sekolah.
2.
Bagi
guru
Bagi guru diharapakan penelitian sebagai masukan untuk dapat untuk meningkatkan kreatifitasnya dalam pengembangan media pembelajaran Akuntansi
khususnya blog.
3.
Bagi
siswa
Penelitian ini diharapkan siswa dapat mengerti pemanfaatan internet
untuk kegiatan yang positif yaitu pembelajaran dan diharapkan dapat
meningkatkan minat belajar siswa sehingga hasil belajarnya juga akan meningkat.
4. Bagi peneliti
Penelitian ini dapat menambah wawasan dalam
pengembangan pengetahuan yang diperoleh.
E.
Pembatasan
Masalah
Terdapat beberapa masalah yang
mungkin
mempengaruhi penggunaan
media blog ini, antara lain: kebijakan sekolah terhadap penggunaan
media ini sebagai sebagai media pokok ketika pembelajaran berlangsung,
kemampuan guru dalam mengoperasikan
media ini, kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan
penggunaan media ini, sikap guru terhadap penggunaan media ini dan lain sebagainya yang mungkin dapat mempengaruhi penggunaan media ini.
Untuk
menanggulangi
berbagai faktor
di atas, maka
penelitian
ini perlu
dibatasi agar tidak terjadi salah penafsiran. Penulis membatasi masalah pada penelitian sebagai berikut :
1. Hasil belajar siswa dibatasi pada ranah kognitif yaitu pada aspek pengetahuan, pemahaman
dan penerapan.
2.
Materi yang diberikan pada pembelajaran
Akuntansi adalah pokok bahasan laporan keuangan perusahaan dagang.
3.
Penelitian ini mengambil siswa SMA
Negeri 4 Bojonegoro Kelas XII IPS sebagai eksperimen dan kelas kontrol.
F. Definisi Operasional
Untuk memudahkan dan menghindari agar tidak terjadi salah pengertian
terhadap
judul penelitian maka penulis perlu menjelaskan
kedalam definisi operasional, sebagai berikut:
1. Blog
Blog atau Weblog dalam penetian ini merupakan suatu aplikasi, software
atau perangkat lunak berbasis web yang
dibuat seseorang (blogger atau
pengguna blog) secara sengaja dengan tujuan dan alasan tertentu.
2.
Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan
pesan, dapat merangsang
fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga
dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
3.
Pembelajaran Tradisional
Pembelajaran Tradisional
adalah interaksi antara siswa dan guru
didalam
kelas untuk melakukan
proses belajar mengajar dimana proses
didalamnya seorang
guru mengajar menggunakan
metode ceramah dengan
berpedoman pada buku teks atau
LKS.
Dalam penelitian ini
yang dimaksud dengan pembelajaran tradisional adalah pembelajan yang hanya
terpaku pada penggunaan buku teks atau LKS saja.
4.
Hasil belajar
Hasil
belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan
pada aspek kognitif berdasarkan Taksonomi Bloom yang mencakup aspek
pengetahuan, pemahaman, dan penerapan.
5.
Akuntansi
Akuntansi adalah mata
pelajaran yang diajarkan kepada siswa Sekolah Menengah Atas tentang suatu
sistem informasi yang mengidentifikasikan, mencatat, dan mengkomunikasikan
peristiwa-peristiwa ekonomi dari suatu organisasi kepada para pengguna yang
berkepentingan.
6.
Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
Laporan Keuangan perusahaan dagang
adalah laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan dagang yang diajarkan pada
mata pelajaran akuntansi kelas XII IPS.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.
Pembelajaran
1.
Pengertian Pembelajaran
Dalam berbagai kajian instruction atau pembelajaran merupakan suatu sistem yang
bertujuan untuk membantu proses belajar siswa yang berisi
serangkaian peristiwa yang dirancang,
disusun sedemikian rupa untuk mendukung dan mempengaruhi terjadinya proses belajar siswa yang bersifat
internal. Dalam pembelajaran, situasi atau kondisi yang memungkinkan
terjadinya proses belajar harus dirancang dan dipertimbangkan
oleh guru.
Dalam Aunurrahman
(2009: 34) istilah
pembelajaran atau
proses pembelajaran sering
dipahami sama dengan proses belajar mengajar dimana
didalamnya terjadi interaksi antara guru
dan
siswa dan antara sesama siswa
untuk mencapai suatu tujuan yaitu terjadinya perubahan sikap dan tingkah
laku siswa.
Pembelajaran berupaya mengubah masukan berupa siswa
yang belum
terdidik menjadi siswa yang terdidik atau siswa yang belum memiliki pengetahuan
mengenai sesuatu menjadi siswa yang memiliki pengetahuan.
Sebenarnya belajar dapat saja terjadi tanpa pembelajaran, namun hasil belajar
akan nampak jelas dari suatu aktivitas pembelajaran.
Pembelajaran yang
efektif ditandai dengan terjadinya
proses belajar dalam diri siswa. Seseorang dikatakan telah mengalami proses belajar
apabila didalam dirinya telah terjadi
perubahan. Dalam proses pembelajaran,
hasil
belajar dapat dilihat secara langsung. Oleh sebab itu agar dapat dikontrol dan
berkembang secara optimal melalui proses pembelajaran di kelas, maka program pembelajaran tersebut harus dirancang
terlebih dahulu oleh guru dengan memperhatikan berbagai
prinsip yang telah terbukti keunggulannya secara
empirik.
2.
Model Pembelajaran
Model pembelajaran dapat diartikan sebagai kerangka
konseptual yang
melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman
belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para
guru
untuk merencanakan
dan melaksanakan aktivitas belajar.
Model pembelajaran juga
dapat dimaknai sebagai perangkat rencana atau pola yang dapat dipergunakan
untuk merancang bahan-bahan pembelajaran serta membimbing
aktivitas pembelajaran di kelas atau di tempat-tempat lain yang
melaksanakan aktivitas-aktivitas pembelajaran.
Model pembelajaran yang dikemukakan oleh Lapp, Bender, Elennwood,
dan
John dalam Aunurrahman (2009: 147)
berpendapat bahwa berbagai
aktivitas belajar mengajar dapat dijabarkan dari empat model utama,
yaitu:
1. The classical model, dimana guru lebih menitikberatkan peranannya dalam pemberian informasi melalui mata pelajaran dan materi
pelajaran yang disajikannya.
2. The technological model, yang lebih menitikberatkan peranan
pendidikan sebagai transmisi informasi, lebih dititikberatkan
untuk mencapai kompetensi individual siswa.
3. The personalised model, dimana proses pembelajaran dikembangkan
dengan memperharikan minat, pengalaman, dan perkembangan siswa
untuk mengaktualisasikan potensi-potensi individualitasnya.
4. The interaction
model, dengan menitikberatkan pola
interdepensi antara guru dan siswa sehingga tercipta komunikasi dialogis didalam
proses pembelajaran.
Pendekatan
pembelajaran
tradisional merupakan strategi
mengajar dimana menggunakan metode tunggal yaitu ekspositori dengan delivery
method, memposisikan guru sebagai pelaku utama dan siswa terposisikan sebagai peserta didik yang pasif. Situasi pembelajaran berdasarkan pandangan
tradisional adalah sebagai berikut:
1)
Ruang lingkup pembelajaran: disajikan secara terpisah-pisah,
bagian
perbagian dengan penekanan pada pencapaian keterampilan dasar.
2)
Kurikulum: harus diikuti sampai habis.
3)
Kegiatan pembelajaran: berdasarkan buku teks yang sudah ada.
4)
Kedudukan siswa: dilihat sebagai sumber yang
kosong tempat
ditumpahkannya
semua pengetahuan dari guru, guru mengajar dan
menyebarkan informasi keilmuan kepada siswa.
5)
Penyelesaian masalah pembelajaran: selalu mencari jawaban
yang
benar untuk memvalidasi proses belajar siswa.
6)
Penilaian proses pembelajaran: merupakan bagian terpisah dari
pembelajaran dan dilakukan hampir selalu dalam bentuk tes/ujian.
7)
Aktivitas belajar: siswa lebih banyak belajar sendiri.
B.
Media
Pembelajaran
1.
Pengertian
Media Pembelajaran
Media berasal dari kata medium (Latin) yang berarti perantara atau pengantar. Heinich, Molenda, Russel (1996: 8) menyatakan bahwa :
A medium (plural media) is a channel of communication,
example include film, television, diagram,
printed materials, computers, and instructors.
(Media adalah saluran komunikasi termasuk film, televisi, diagram, materi tercetak, komputer, dan instruktur). Menurut Gagne dalam Sadiman (1995: 6) media
adalah berbagai jenis komponen dan lingkungan siswa yang dapat
merangsangnya untuk belajar.
Dalam proses belajar mengajar guru harus mampu menguasai alat bantu
yang cocok untuk digunakan dalam proses belajar sehingga
melalui penggunaan media pembelajaran tujuan pembelajaran pun dapat tercapai secara efektif dan efisien. Media
pembelajaran adalah “sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari
sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif
dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif”
(Munadi, 2008: 9).
Dari berbagai pengertian yang
dikemukakan oleh ahli maka media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari
guru kepada siswa sehingga dapat meningkatkan minat dan merangsang pikiran, perasaan,
dan perhatian siswa sehingga proses pembelajaran dapat tercapai.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan,
dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
2.
Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
Media pembelajaran merupakan sarana yang
dapat memberi rangsangan
bagi siswa untuk terjadinya proses belajar, sehingga
dapat mempertinggi kualitas belajar mengajar dan diharapkan
dapat mempertinggi hasil belajar siswa. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2005: 2), bahwa “Media Pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa
dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.”
Manfaat yang
bisa didapat
dari penggunaan
media pembelajaran
diantaranya:
1)
Membawa kesegaran dan variasi bagi pengalaman belajar siswa.
2)
Membuat hasil belajar lebih bermakna bagi berbagai kemampuan siswa.
3)
Mendorong
pemanfaatan yang bermakna dari mata pelajaran dengan melibatkan imajinasi dan partisipasi aktif yang mengakibatkan meningkatnya hasil belajar.
4)
Memperluas
wawasan dan
pengalaman
siswa yang mencerminkan pembelajaran nonverbalistik dan membuat generalisasi yang tepat.
5)
Pembelajaran dapat
dilakukan
secara mantap karena
meningkatnya kemampuan
manusia untuk
memanfaatkan media
komunikasi, informasi dan data secara
lebih konkrit dan rasional.
6)
Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
Dengan
demikian media pembelajaran mempunyai
peranan yang
sangat besar dalam penyampaian pesan dalam proses pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
3.
Karakteristik Media
Tiap-tiap media mempunyai karakteristik yang perlu dipahami oleh pemakainya. Dalam memilih media, orang perlu memperhatikan tiga hal, yaitu:
1)
Kejelasan maksud dan tujuan pemelihian tersebut.
2)
Sifat dan ciri-ciri media yang akan dipilih.
3)
Adanya sejumlah media yang dapat
dibandingkan karena pemilihan media
pada dasarnya adalah proses
pengambilan keputusan
akan adanya alternatif-alternatif pemecahan yang dituntut oleh tujuan.
4.
Klasifikasi dan Macam-Macam Media Pembelajaran
Azhar Arsyad (2006: 29) mengelompokkan media pembelajaran
berdasarkan perkembangan teknologi menjadi empat kelas, antara lain:
1) Media hasil teknologi cetak.
2)
Media hasil teknologi audio visual.
3)
Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer.
4) Media hasil gabungan teknologi dan cetak.
Leshin, dkk (1992) menggolongkan
media pembelajaran menjadi
empat bagian yaitu:
1) Media
berbasis manusia (guru, instruktur,
tutor, main
peran, kegiatan kelas dan lain-lain).
2)
Media berbasis cetakan (buku, penuntun, buku
kerja/latihan, dan
lembaran lepas).
3)
Media berbasis visual (buku, charts,
grafik,
peta, figur/gambar, transparansi, film bingkai atau slide).
4)
Media berbasis audio-visual
(video, film, slide bersama tape,
televisi),
5) Media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer
dan
video interaktif).
C.
Blog
1.
Pengertian Blog
Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan
oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah
Weblog untuk menyebut kelas website pribadi yang selalu diupdate
secara continue dan berisi link-link
ke website lain yang mereka anggap menarik
disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.
Pengertian
blog yang diambil
dari Wikipedia.org “Blog merupakan
singkatan dari web blog adalah bentuk
aplikasi web yang menyerupai tulisan-
tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum.
Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu
baru kemudian
diikuti isi yang lebih
lama), meskipun
tidak
selamanya demikian. Situs
web
seperti ini biasanya
dapat diakses oleh semua pengguna
internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.”
Pengertian
blog yang menurut Rulianto Kurniawan “Blog atau Weblog
adalah suatu aplikasi, software atau perangkat lunak berbasis web yang dibuat
seseorang (blogger atau
pengguna blog) secara
sengaja dengan tujuan dan
alasan tertentu. Aplikasi ini biasanya berbentuk tulisan-tulisan
informasi atau sering juga disebut sebagai postingan, namun ada juga dalam bentuk gambar.”
Sehingga blog merupakan aplikasi halaman
web yang berisi tulisan, gambar, video ataupun hal lain yang dibuat dengan
tujuan tertentu dan dapat diakses oleh pengguna internet yang berkepentingan.
2.
Manfaat
Blog
Banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari blog ini. Manfaat ini dibagi
dua yaitu bagi pengguna blog dan pembaca blog.
Manfaat bagi pengguna blog:
1) Meningkatkan kemampuan menulis, baik itu dari segi disiplin menulis bahkan sampai pada mutu tulisan.
2) Lebih kreatif, ekspresif, inspiratif, dan motivatif.
3) Menambah berbagai wawasan dan dapat merangsang otak.
4) Menjalin dan memperbanyak teman.
5) Mendapat masukan dan pelajaran dari feedback para pembaca blog yang
dibuat.
Manfaat bagi pembaca blog:
1)
Mendapat banyak informasi dari blog.
2)
Terlatih untuk berdiskusi dan berkomentar dari artikel atau tulisan yang
ada
didalam blog.
3)
Menjalin persahabatan antara sesama pembaca blog dan pemilik blog
tersebut.
4)
Mendapatkan informasi lebih efektif dan efisien karena tidak terbatas
oleh ruang dan
waktu.
5) Sebagai sumber referensi untuk memperkuat argument atau gagasan yang
akan digunakan.
D. E-learning (Electronic Learning)
1.
Pengertian E-learning
Menurut Allan J. Henderson,
e-learning adalah pembelajaran jarak jauh
yang menggunakan
teknologi komputer, atau biasanya Internet (The e- learning Question and Answer Book). Henderson menambahkan juga bahwa e-learning memungkinkan
pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti
pelajaran di kelas. William Horton menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis web (yang bisa diakses dari Internet).
Darin E. Hartley
(Hartley,
2001) yang menyatakan:
e-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya
bahan ajar ke siswa dengan menggunakan
media Internet, Intranet atau media
jaringan komputer lain.
Sedangkan pada sebuah situs e-learning Wikipedia,
diuraikan bahwa e- learning merupakan suatu terminologi umum yang dipergunakan untuk menunjukkan pada
suatu
aktivitas
belajar dimana instruktur atau
siswa terpisah
oleh
ruang dan
waktu
dan terhubungi
dengan
menggunakan
teknologi online.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan
bahwa e-learning memungkinkan pembelajar untuk
menimba ilmu
tanpa
harus
secara
fisik menghadiri kelas (pembelajaran jarak jauh), dan pembelajaran dengan
menggunakan
media elektronik. E-learning,
seperti juga namanya Electronic
Learning disampaikan dengan menggunakan media
elektronik
yang
terhubung dengan Internet (world wide web yang menghubungkan semua unit
komputer di seluruh dunia yang terkoneksi dengan
Internet) dan Intranet
(jaringan yang
bisa menghubungkan semua
unit
komputer dalam sebuah perusahaan).
2.
Manfaat E-learning
E-learning memiliki manfaat, diantaranya:
1) Fleksibilitas.
Jika
pembelajaran tradisional
di kelas mengharuskan siswa untuk hadir di kelas pada jam-jam tertentu (seringkali
jam ini
bentrok dengan
kegiatan rutin siswa), maka e-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk
mengakses pelajaran.
Siswa tidak perlu mengadakan perjalanan
menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa diakses dari mana saja yang
memiliki akses ke
Internet.
2)
“Independent
Learning”.
E-learning
memberikan
kesempatan
bagi
pembelajar untuk memegang kendali atas kesuksesan
belajar masing- masing, artinya pembelajar diberi kebebasan untuk menentukan
kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu
modul yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Ia bisa mulai dari topik- topik ataupun halaman yang menarik minatnya terlebih dulu, ataupun bisa
melewati
saja
bagian
yang ia
anggap
sudah
ia kuasai. Jika ia
mengalami kesulitan untuk memahami suatu bagian, ia bisa mengulang-ulang lagi sampai ia merasa mampu memahami. Seandainya, setelah diulang
masih ada hal yang belum ia pahami, pembelajar bisa
menghubungi instruktur, nara sumber melalui email atau ikut dialog
interaktif pada waktu-waktu tertentu. Jika ia tidak sempat mengikuti dialog
interaktif, ia bisa membaca hasil diskusi di message board yang
tersedia di LMS (di Website pengelola). Banyak orang yang merasa cara belajar independen seperti ini lebih efektif daripada cara belajar
lainnya yang memaksakannya untuk belajar dengan urutan yang
telah
ditetapkan.
3)
Biaya. Banyak biaya yang bisa dihemat dari cara pembelajaran dengan e-learning. Biaya di sini tidak hanya dari segi finansial tetapi juga dari
segi non-finansial. Secara
finansial, biaya yang bisa dihemat, antara lain
biaya transportasi
ke tempat belajar dan akomodasi selama belajar
(terutama
jika
tempat belajar berada di kota lain dan negara
lain), biaya
administrasi pengelolaan (misalnya: biaya gaji dan tunjangan
selama
pelatihan, biaya instruktur
dan
tenaga administrasi pengelola pelatihan,
makanan selama pelatihan), penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk
belajar (misalnya: penyewaan ataupun penyediaan
kelas, kursi, papan tulis, LCD player, OHP).
3.
Pengembangan Model
E-learning
Pendapat Haughey
(Rusman, 2007) tentang pengembangn e-learning.
Menurutnya ada tiga kemungkinan
dalam pengembangan
sistem sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu web course,
web centric counter,
dan web enhanced course.
Web course adalah pengembangan
internet untuk keperluan pendidikan, yang mana siswa dan dosen sepenuhnya
terpisah dan tidak diperlukan adanya
tatap muka. Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan,
latihan, ujian,
dan
kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet.
Dengan kata model ini menggunakan sistem jarak
jauh.
Web
centric course adalah penggunaan
interrnet yang memadukan antara belajar
jarak
jauh
dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampaikan
melalui internet,
dan
sebagian
tatap
muka.
Fungsinya saling melengkapi.
Dalam model ini dosen bisa memberikan petunjuk pada siswa untuk
mempelajari materi perkuliahan melalui web yang telah dibuatnya. Mahasiswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang relevan. Dalam tatap muka, mahasiswa dan dosen lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet tersebut.
Web enhanced course adalah pemanfaatan
internet untuk
menunjang peningkatan
kualitas pembelajaran yang dilakukan dikelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi
antara mahasiswa dan dosen,
sesama mahasiswa,
anggota kelompok, atau mahasiswa dengan nara
sumber
lain. Oleh karena itu peran dosen dalam hal ini dituntut
untuk
menguasai teknik mencari informasi di internet, membimbing
mahasiswa mencari dan menemukan situs-situs yang
relevan dengan bahan perkuliahan, menyajikan materi melalui web yang mwnarik dan diminati, menlayani
bimbingan
dan
komunikasi melalui internet, dan kecakapan lain yang diperlukann.
Dalam penelitian ini model pengembangan
elearning yang digunakan adalah web centric course, yaitu blog digunakan
sebagai pengayaan dalam
pembelajaran.
E.
Hasil
Belajar
1.
Pengertian
Hasil belajar
Hasil belajar
merupakan perwujudan perilaku belajar yang biasanya terlihat dalam perubahan,
kebiasaan, keterampilan, sikap, pengamatan dan kemampuan. Hasil belajar dapat
dilihat dari hasil belajarnya. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki
siswa setelah ia menerima pengalaman belajar (Sudjana, 1996: 22). Jadi hasil
belajar adalah akibat dari suatu aktivitas yang dapat diketahui perubahannya
dalam pengetahuan, keterampilan, dan nilai sikap melalui ujian tes atau ujian.
Menurut pendapat Bloom dalam
Arikunto (2009: 117) hasil belajar dibedakan menjadi tiga ranah, yaitu
kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ketiga ranah tersebut dibedakan karena
ciri-cirinya yang berbeda. Kognitif berhubungan dengan pengembangan kemampuan
otak dan penalaran siswa. Afektif berhubungan dengan pengembangan kemampuan
otak dan penalaran siswa. Sedangkan psikomotorikberhubungan dengan cara siswa
pada waktu mengembangkan kedua hasil belajar tersebut, ketiga hasil belajar
adalah saling berkaitan.
Oleh karena itu penilaian hasil belajar
merupakan upaya untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan pendidikan yang
meliputi kemajuan dalam proses berfikir, kemajuan dalam menggunakan panca
indera dan kemampuan dalam pembinaan moral dan kepribadian.
2.
Hasil
Belajar Ranah Kognitif
Ranah kognitif dibedakan atas enam jenjang menurut
taksonomi Bloom yang diurutkan secara hierarki piramida. Berikut klasifikasi
menurut Bloom:
a. Pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan adalah aspek yang paling dasar dalam
taksonomi Bloom, seringkali disebut aspek ingatan (recall). Dalam jenjang
kemampuan ini seseorang dituntut untuk dapat mengenali atau mengetahui adanya
konsep, fakta atau istilah-istilah, tanpa harus mengerti atau menggunakannya.
b.
Pemahaman (Comprehension)
Kemampuan pemahaman umumnya mendapat penekanan dalam
proses belajar-mengajar. Siswa dituntut memahami atau mengerti apa yang
diajarkan, mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan dan dapat memanfaatkan
isinya tanpa keharusan menghubungkannya dengan hal-hal lain.
c.
Penerapan (Application)
Dalam jenjang kemampuan ini, dituntut kesanggupan
ide-ide umum, tata cara, ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, serta
teori-teori dalam situasi baru dan konkret. Misalnya mengenai penerapan suatu
rumus, suatu contoh soal yang diapakai untuk penerapan rumus, jangan disajikan
lagi pada saat tes atau ulangan. Jika hal ini terjadi, maka siswa dapat
menjawab hanya berdasarkan ingatan, bukan melalui penerapan kaidah atau rumus
tertentu. Pengkuran kemampuan ini umumnya menggunakan pendekatan
pemecahan masalah (problem solving). Melalui pendekatan ini, siswa dihadapkan
dengan suatu masalah, baik riil maupun hipotesis. Bentuk soal yang sesuai untuk
mengukur aspek penerapan antara lain pilihan ganda dan uraian.
d.
Analisis (Analysis)
Dalam jenjang kemampuan ini sesorang dituntut untuk
dapat menguraikan suatu situasi atau keadaaan tertentu ke dalam unsur-unsur
atau komponen komponen pembentukannya. Kemampuan analisis diklasifikasikan atas 3 kelompok,
adalah sebagai berikut: (a) Analisis unsur, (b) Analisis hubungan dan (c) Analisis prinsip-prinsip yang terorganisasi.
e.
Sintesis (Synthesis)
Pada jenjang ini, seseorang dituntut untuk dapat
menghasilkan sesuatu yang baru dengan jalan menggabungkan atau
menyusun kembali berbagai
faktor yang ada. Singkatnya dapat dikatakan bahwa
seseorang diminta untuk melakukan generalisasi.
f.
Penilaian (Evaluation)
Dalam kemampuan ini seseorang dituntut untuk dapat
mengevaluasi situasi, keadaan, pernyataan, atau konsep berdasarkan suatu
kriteria tertentu. Kriteria untuk mengevaluasi dapat bersifat intern dan
ekstern. Kriteria intern adalah yang berasal dari situasi atau keadaan yang
dievaluasi itu sendiri, sedangkan criteria ekstern adalah yang berasal dari
luar situasi atau keadaan yang dinilai.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi
Hasil belajar
Faktor
yang mempengaruhi hasil belajar siswa digolongkan menjadi dua, yaitu faktor
intern dan faktor ekstern.
a.
Faktor Intern
Faktor
intern ang ada dalam diri siswa. Faktor intern dapat dikelompokkan, yaitu
faktor fisiologis dan psikologis. Faktor fisiologis ini seperti kesehatan yang
prima, tidak dalam keadaan lelah dan capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani,
dan sebagainya, semuanya akan membantu dalam proses dan hasil belajar.
Faktor
yang kedua adalah faktor psikologis. Setiap manusia atau anak didik pada
dasarnya memiliki kondisi psikologis yang berbeda-beda, terutama dalam hal
kadar bukan jenis, tentunya perbedaan-perbedaan ini akan berpengaruh pada
proses dan hasil belajarnya masing-masing. Beberapa faktor psikologis tersebut
diantaranya adalah intelegensi, perhatian, minat dan bakat, motif dan motovasi,
serta kognitif dan daya nalar.
b.
Faktor Ekstern
Faktor
ekstern adalah faktor yang ada di luar diri siswa. Faktor ekstern dikelompokkan
menjadi tiga faktor yaitu: faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor
masyarakat. Keluarga adalah lingkungan yang paling dekat dengan siswa. Salah
satu faktor penentu dalam keluarga adalah orang tua. Orang tua harus
menciptakan suatu keadaan dimana dimana si anak berkembang dalam suasana ramah
tamah, kejujuran dan kerja sama yang diperlihatkan oleh masing-masing anggota
keluarga dalam hidup mereka setiap hari. Faktor yang sangat mempengaruhi hasil
belajar anak dalam keluarga, meliputi cara mendidik, hubungan orang tua dan
anak dan ekonomi keluarga.
Sekolah
sebagai tempat dimana siswa menuntut ilmu juga ikut menentukan hasil belajar
siswa. Hubungan siswa dengan guru, hubungan siswa dengan siswa lain, kurikulum,
metode pembelajaran, sarana dan prasarana yang tersedia dan lain-lain.
Masalah-masalah yang ada di sekolah. Dan hasil belajar yaang diperoleh tidak
akan maksimal.
Kehidupan
masyarakat di sekitar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Jika
masyarakat di sekitar siswa melakukan kebiasaan yang tidak baik, akan
berpengaruh jelek pada siswa yang ada di lingkungan itu. Akibatnya, belajarnya
terganggu dan bahkan siswa kehilangan semangat belajar. Sebaliknya jika
lingkungan siswa adalah orang yang baik-baik, siswa terpengaruh ke hal-hal
baik. Pengaruh itu dapat mendorong siswa untuk belajar lebih giat, dan hasil
belajar yang diperoleh akan baik.
F.
Mata
Pelajaran Akuntansi
Akuntansi adalah suatu sistem
informasi yang mengidentifikasikan, mencatat, dan mengkomunikasikan
peristiwa-peristiwa ekonomi dari suatu organisasi kepada para pengguna yang
berkepentingan.
Pada satuan pendidikan Sekolah
Menengah Atas mata pelajaran Akuntansi diajarkan pada siswa program IPS yaitu
kelas XI dan XII. Akuntansi merupakan bagian dari mata pelajaran Ekonomi. Yang
dapat dilihat pada ruang lingkup mata pelajaran bahwa mata pelajaran Ekonomi
mencakup perilaku ekonomi dan kesejahteraan yang berkaitan dengan masalah
ekonomi yang terjadi di lingkungan kehidupan terdekat hingga lingkungan
terjauh, meliputi aspek-aspek sebagai berikut: (1) Perekonomian, (2)
Ketergantungan, (3) Spesialisasi dan pembagian kerja, (4) Perkoperasian, (5)
Kewirausahaan (6) Akuntansi dan manajemen. (Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar SMA/MA,
Badan Standar Nasional Pendidikan 2006).
Dalam standar isi juga disebutkan
bahwa akuntansi difokuskan pada perilaku akuntansi jasa dan dagang. Peserta
didik dituntut memahami transaksi keuangan perusahaan jasa dan dagang serta
mencatatnya dalam suatu sistem akuntansi untuk disusun dalam laporan keuangan.
Pemahaman pencatatan ini berguna untuk memahami manajemen keuangan perusahaan
jasa dan dagang.
Tujuan umum pembelajaran Akuntansi di
SMA mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang secara garis
besar tercantum pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai
oleh siswa, ditunjukkan pada tabel berikut:
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas
XI IPS
Standar
Kompetensi
|
Kompetensi
Dasar
|
Memahami
penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa
|
§ Mendeskripsikan akuntansi sebagai sistem informasi
§ Menafsirkan persamaan akuntansi
§ Mencatat transaksi berdasarkan mekanisme debit dan
kredit
§ Mencatat transaksi/dokumen ke dalam jurnal umum
§ Melakukan posting
dari jurnal ke buku besar
§ Membuat ikhtisar siklus akuntansi perusahaan jasa
§ Menyusun laporan keuangan perusahaan jasa
|
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas
XII IPS
Standar
Kompetensi
|
Kompetensi
Dasar
|
Memahami
penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang
|
§ Mencatat
transaksi/dokumen ke dalam jurnal khusus
§ Melakukan posting dari jurnal khusus ke buku
besar
§ Menghitung harga pokok
penjualan
§ Membuat ikhtisar siklus
akuntansi perusahaan dagang
§ Menyusun laporan
keuangan perusahaan dagang
|
Mamahami
penutupan siklus
akuntansi
perusahaan dagang
|
§ Membuat jurnal penutupan
§ Melakukan posting jurnal penutup ke buku
besar
§
Membuat
neraca saldo setelah penutupan
|
Sumber: SK dan KD
SMA/MA, Badan Standar Nasional Pendidikan 2006
Pada penelitian ini akan dibatasi
pada kompetensi dasar “Menyusun laporan keuangan perusahaan dagang”. Materi dan
Indikatornya adalah:
Kompetensi
Dasar
|
Materi
|
Indikator
|
Menyusun
laporan keuangan perusahaan dagang
|
Laporan
keuangan perusahaan dagang:
§ Laporan
Laba/Rugi
§ Laporan
Perubahan Ekuitas
§ Neraca
§ Laporan
Arus Kas
|
Menyusun
laporan keuangan perusahaan dagang:
§ Menyusun
Laporan Laba/Rugi
§ Menyusun
Laporan Perubahan Ekuitas
§ Menyusun
Neraca
§ Menyusun
Laporan Arus Kas.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun