Lamaran Kerja yang Baik
Setiap orang pasti ingin memiliki pekerjaan sesuai dengan
minat, harapan dan cita-cita yang telah diidamkan. Dengan pekerjaan yang mereka
miliki diharapkan dapat digunakan sebagai mata pencaharian guna memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan inilah banyak orang yang ingin
memiliki penghasilan tetap setiap bulan yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan atau entitas formal.
Banyak perusahaan yang mengiklankan lowongan kerja di koran, internet, selebaran
maupun pada job fair untuk
mendapatkan pelamar kerja sesuai yang diinginkan perusahaan.
Untuk mendapatkan suatu pekerjaan dari kowongan kerja
yang ditawarkan suatu perusahaan tersebut, seseorang perlu memperhatikan hal
penting yaitu membuat lamaran kerja yang baik. Mengapa lamaran kerja merupakan
hal yang penting? Karena lamaran tersebut merupakan langkah awal bagi
perusahaan untuk menyeleksi para pelamar. Untuk itu, dengan membuat lamaran
kerja sebaik mungkin maka akan menjadi bekal yang baik untuk melangkah ke
seleksi selanjutnya.
Sebelum melakukan
lamaran kerja pada suatu perusahaan kita perlu memperhatikan beberapa
hal untuk memastikan pekerjaan yang dilamar sesuai dengan diri kita. Hal ini
penting karena jika kita senang dan menikmati pekerjaan kita, maka secara
otomatis kita akan lebih semangat dalam menjalankan pekerjaan tersebut dan
tentunya perusahaan tempat kita bekerja juga akan puas dengan hasil kerja yang
dilakukan dengan penuh semangat.
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah pekerjaan yang
dipilih sesuai dengan keahlian diri. Jika kita memahami keahlian diri tentunya
kita akan mengetahui pekerjaan yang sesuai untuk kita. Misal sesorang ahli di
bidang akuntansi, maka sebaiknya kita melamar pada bidang yang mengurusi tentang
akuntansi misal sebagai manajer akuntansi atau staf akuntansi. Hal ini penting
karena jika kita memaksakan diri untuk melamar pada bidang yang tidak sesuai
dengan kemampuan kita, maka peluang untuk diterima akan kecil dan walaupun
diterima akan menyulitkan diri sendiri saat tes lebih lanjut. Hal yang kedua
adalah kita harus memahami minat diri. Misal jika seseorang memiliki keahlian
di bidang produksi dan pemasaran, dan orang tersebut lebih berminat di bidang
produksi. Untuk itu, carilah lowongan pekerjaan yang membuka lowongan di bidang
produksi, misal sebagai manajer maupun stafnya. Bila kita tidak memiliki minat
pada suatu pekerjaan dan kita memaksakan, maka hasil kerja kita akan kurang
maksimal karena tidak dilakukan sepenuh hati.
Ketiga, kita harus memenuhi spesifikasi dari pelamar
kerja yang diminta perusahaan. Biasanya pada info lowongan kerja diberikan
spesifikasi orang yang dibutuhkan meliputi kriteria bidang pendidikan, kriteria
usia, kriteria pengalaman, dan kriteria yang lain. Untuk itu, jika sudah merasa
kriteria yang diminta terpenuhi maka segeralah melamar pada lowongan tersebut.
Keempat, kita sebagai pelamar juga harus mengenal perusahaan yang membuka
lowongan tersebut. Info tentang perusahaan bisa di cari di internet, hal ini
untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut tidak sedang terlibat dengan
masalah hukum, apakah perusahaan tersebut punya nama baik di masyarakat dan
lain sebagainya. Jangan sampai kita melamar pada perusahaan yang memiliki
masalah hukum berat, sehingga kita akan terkena dampaknya. Selain itu kita juga
memperhatikan tempat atau lingkungan perusahaan tersebut berada, jangan sampai
tempat tinggal kita sulit menjangkau perusahaan tempat kerja.
Setelah kita memilih dan mendapatkan lowongan kerja yang
sesuai, maka langkah selanjutnya adalah membuat lamaran kerja. Lamaran kerja
yang baik adalah lamaran kerja yang sesuai dengan standar lamaran kerja pada
umumnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat lamaran kerja adalah
sebagai berikut.
1. Jangan sampai membuat
kesalahan penulisan ejaan pada lamaran yang diajukan.
Hal ini penting, karena ini
menunjukkan ketelitian. Misal ada beberapa pelamar yang memiliki spesifikasi
yang sama, namun lamaran kerja pada salah satu pelamar terdapat kesalahan ejaan.
Tentunya perusahaan akan memilih pelamar yang lamaran kerjanya tidak terdapat
kesalahan.
2. Gunakan bahasa yang baik,
benar,efektif serta mudah untuk dibaca dan dipahami. Perusahaan pasti menerima
banyak lamaran kerja, pemeriksa yang bertugas menyeleksi lamaran dari pelamar
tersebut tentunya menginginkan lamaran kerja yang simpel tapi efektif dan tidak
bertele-tele dalam mengungkapkan materi lamaran.
3. Tuliskan surat lamaran dengan
diketik rapi, kecuali perusahaan meminta untuk menggunakan tulisan tangan.
Mengapa lebih baik diketik menggunakan komputer dari pada ditulis tangan? Hal
ini karena kebanyakan jika ditulis tangan hasilnya akan kurang rapi, apalagi
kalau ada tipex untuk membenarkan tulisan yang salah. Hal ini akan mengganggu
tampilan fisik surat sehingga pemeriksa lamaran juga akan merasa kurang
tertarik.
4. Tuliskan pihak dituju dengan
tepat. Pihak yang dituju misalnya kepala bagian personalia, manajer sumber daya
manusia, manajer HRD atau langsung kepada pimpinan perusahaan. Hal ini
disesuaikan dengan info lowongan kerja yang ada.
5. Tuliskan spesifikasi kerja
yang diinginkan dengan benar. Hal ini akan memberikan info kepada perusahaan
tentang jenis pekerjaan yang ingin dilamar. Jangan sampai melakukan kesalahan
fatal dengan menulis jenis pekerjaan yang tidak sesuai atau tidak diinginkan.
6. Tuliskan karakteristik diri yang
membuat perusahaan tertarik lebih jauh untuk mengetahui pelamar lewat wawancara
apabila memang ada. Tuliskan secara spesifik yang menunjukkan keistimewaan Anda
dan yang menunjukkan perbedaan dengan pelamar lain.
7. Lampirkan lampiran yang perlu
dilampirkan sesuai dengan info lowongan kerja yang ada. Jangan melampirkan
dokumen-dokumen yang tidak dibutuhkan. Misalnya pelamar diminta melampirkan
ijazah terakhir yaitu ijazah S1, untuk itu ijazah SD-SMA tidak perlu untuk dilampirkan.
Lampiran yang sering diminta untuk dilampirkan adalah: daftar riwayat hidup
atau CV (curriculum vitae), ijazah
terakhir, sertifikat pelatihan, pas foto terbaru, surat keterangan kesehatan
dari dokter, dan surat keterangan catatan kepolisian.
8. Lampiran berupa CV meliputi:
a. Identitas pribadi pelamar:
nama lengkap, tempat tanggal lahir, alamat, nomor telepon/HP, e-mail, status
perkawinan. Jangan sampai salah dalam menuliskan nomor HP, hal ini karena
perusahaan sering menghubungi balik pelamar lewat panggilan HP untuk informasi
seleksi lebih lanjut. Untuk itu, jangan sampai nomor HP yang dicantumkan tidak
aktif atau sulit untuk dihubungi.
b. Riwayat pendidikan pelamar:
sekolah formal (SD, SMP, SMA, S1 dsb) dan sekolah non formal (pelatihan atau
kursus yang mendukung profesi).
c. Pengalaman kerja: profesi
kerja yang pernah digeluti. Pelamar yang memiliki pengalaman kerja yang banyak
dan sebidang dengan pekerjaan yang dilamar tentunya memiliki nilai lebih
dibandingkan pelamar yang belum memiliki pengalaman kerja.
9. Pas foto merupakan lampiran
yang selalu diminta dalam lamaran kerja. Lampirkan foto yang formal, rapi dan
menarik, karena penampilan merupakan salah satu hal yang mempengaruhi
penyeleksi berkas lamaran kerja. Jika ada dua pelamar yang meniliki spesifikasi
yang sama, namun salah satu pelamar melampirkan foto yang kurang rapi dan
terkesan asal-asalan, tentu saja penyeleksi akan memilih pelamar yang
melampirkan foto rapi dan menarik.
Tahap terakhir setelah lamaran kerja dibuat adalah
mengirimkannya kepada perusahaan atau entitas formal yang dituju. Pengiriman
ini biasanya lewat pos atau email tergantung permintaan dari perusahaan yang
membuka lowongan. Ketika mengirim lewat pos, pastikan alamat yang dituju telah
benar agar tidak terjadi salah kirim. Sedangkan kalau mengirim lewat email
pastikan alamat email yang dituju telah benar. Selagi menunggu balasan dari
perusahaan, maka sebaiknya kita mempersiapkan diri untuk tahap seleksi
selanjutnya. Hal ini karena biasanya perusahaan juga menyelenggarakan tes
psikologi dan wawancara jika syarat
lamaran awal sudah terpenuhi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun