Perilaku Manusia dan Berbagai Faktor yang
Mempengaruhinya
Manusia selalu melakukan berbagai tindakan atau aktivitas
dalam kehidupan kesehariannya. Aktivitas tersebut dilakukan sebagai suatu
bentuk respon terhadap apa yang ada di lingkungan sekitarnya. Suatu kumpulan
dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia itulah yang dinamakan perilaku.
Karena berbagai faktor yang mempengaruhinya, perilaku manusia tentunya berbeda-beda antara satu orang dengan
orang lain.
Perilaku di dalam diri manusia juga bisa berubah, hal ini
karena adanya pengaruh dari luar diri manusia. Seseorang yang dahulunya bicara
kasar terhadap semua orang, kemudian setelah ia mendapatan nasihat dari orang
disekitarnya, tutur bicaranya menjadi halus dan sopan. Hal itu mungkin saja
terjadi jika pemikirannya telah menyadari mana perilaku yang baik dan mana yang
tidak baik untuk dilakukan.
Namun, ada juga manusia yang pemikirannya telah menyadari
bahwa perilaku yang dilakukan adalah perilaku yang tidak baik, tapi tetap saja
ia melakukannya. Mungkin ini dikarenakan mereka menganggap perilaku yang tidak
baik tersebut wajar dan sudah membudaya. Sehingga, mereka tidak merasa bersalah
atau berdosa atas perilaku buruk yang dilakukan.
Klasifikasi Perilaku Manusia
Perilaku setiap manusia berbeda-beda dan memiliki
keunikan sendiri-sendiri. Dari keunikan tersebut, terkadang seseorang dijuluki
oleh teman-teman disekitarnya. Tentu saja julukan tersebut bisa mengarah ke hal
baik atau yang tidak baik. Untuk mempermudah pengidentifikasiannya, maka
perilaku manusia dapat diklasifikasikan menurut hal-hal berikut ini.
1. Perilaku dilihat dari respon yang diberikan
Tanggapan manusia terhadap stimulus atau
rangsangan dari luar dirinya disebut dengan respon. Tentunya stimulus yang
mempengaruhi manusia bisa termasuk pada hal baik, namun bisa juga mengarah ke
hal tidak baik. Dilihat dari respon yang diberikan seseorang ketika mendapatkan
stimulus dari luar, maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu perilaku
tertutup dan perilaku terbuka.
a. Perilaku Tertutup
Disebut juga covert behavior, merupakan perilaku
dimana respon seseorang terhadap sebuah stimulus masih terbatas pada sisi
perhatian dan persepsi saja. Belum terjadi perilaku yang dapat diamati atau
diobservasi oleh orang lain. Sehingga, orang lain sulit mempengaruhi perilaku
dari orang berperilaku tertutup ini.
Contoh seseorang
siswa memiliki perilaku buruk yaitu tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah,
setelah diberikan nasihat oleh guru maupun diberikan sangsi, ia berkata mau
mengerjakan. Tetapi pada akhirnya, tetap
saja ia tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya. Dengan demikian, siswa tersebut
tidak mewujudkan stimulus yang diberikan guru ke perilaku yang baik. Siswa
tersebut masih memiliki persepsi bahwa perilakunya tersebut wajar dan tidak
menjadi masalah yang harus dirisaukan.
b. Perilaku Terbuka
Disebut juga overt behavior, adalah perilaku dimana
respon seseorang terhadap stimulus yang diberikan sudah diwujudkan dalam bentuk
tindakan nyata. Perilaku yang dilakukan tersebut sudah dapat diamati atau
dilihat oleh orang lain. Dengan demikian, orang yang memiliki perilaku terbuka
lebih mudah dipengaruhi perilakunya dari pada orang yang memiliki perilaku
tertutup.
Misal ada siswa yang tidak
mau berbicara di depan kelas ketika pelajaran dikerenakan berbagai alasan.
Kemudian guru memberikan dorongan dan menyadarkan pentingnya berlatih bicara di
depan kelas. Setelah mendapatkan stimulus dari guru tersebut, persepsi siswa
menjadi berubah dan ia mau mencoba untuk berbicara di depan kelas. Walaupun
mungkin belum sempurna, tapi siswa tersebut merespon dengan mewujudkannya pada
perilaku yang dapat diamati oleh orang lain.
2. Berdasarkan Domain Perilaku
Dilihat dari domainnya, maka perilaku yang
dilakukan seseorang dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu pengetahuan,
sikap dan tindakan. Domain-domain tersebut sangat berhubungan. Pengetahuan akan
memperngaruhi sikap seseorang, dan sikap akan mempengaruhi tindakan yang akan
dilakukan.
1. Pengetahuan
Pengetahuan (knowledge) merupakan hasil akhir
setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap berbagai objek yang ada
disekitarnya. Setelah melakukan pengindraan, maka seseorang akan tahu tentang
salah satu atau gabungan dari apa, bagaimana, mengapa, kapan dan dimana.
Kemudian ia akan menarik kesimpulan yang pada akhirnya akan menjadi pengetahuan
dalam dirinya.
Pengetahuan ini
akan menjadi teori dan fakta yang akan digunakan seseorang dalam memahami suatu
gejala yang dihadapi, menanggapinya dan akhirnya melakukan pemecahan masalah.
Pengetahuan dapat diperoleh melalui pengalaman langsung maupun dari pengalaman
yang dilakukan orang lain. Selain itu, pengetahuan dapat disebarluaskan secara
individu maupun kelompok. Perwujudan nyata dari usaha penyebaran pengetahuan
adalah didirikannya sekolah-sekolah yang mengajarkan tentang berbagai
pengetahuan.
2. Sikap
Sikap (attitude) merupakan respon atau reaksi
dari suatu stimulus dari luar yang belum bisa dilihat secara nyata. Secara
umum, sikap memiliki kecenderungan untuk melakukan respon postif atau negatif dari
semua rangsangan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Karena belum diwujudkan
dalam perilaku, maka sikap lebih sulit untuk diamati.
Sikap lebih
mengarah kepada hal yang berhubungan dengan afektif, misalnya senang, sedih,
benci dan sebagainya. Sikap juga memiliki tingkatan yang berbeda-beda antar
orang, misalnya sangat senang, senang, kurang senang dan tidak senang. Setiap
orang bisa saja mengalami suatu perubahan sikap dikarenakan tambahan
pengetahuan yang didapatkannya.
3. Tindakan
Tindakan (practice) merupakan perwujudan secara
nyata dari sikap yang dimiliki seseorang. Suatu sikap belum tentu diwujudkan
dalam suatu tindakan. Namun masih perlu pendorong ataupun kondisi yang
memungkinkan untuk mewujudkan sikap tersebut dalam bentuk tindakan. Untuk itu,
peran dari faktor yang ada disekitar sangat mempengaruhi tindakan seseorang.
Tindakan yang dilakukan
secara berulang-ulang sehingga membentuk suatu mekanisme disebut dengan
kebiasaan. Selama proses melakukan kebiasaan, seseorang tentunya tetap
mendapatkan pengetahuan dan informasi baru. Tahap penyesuaian kebiasaan yang
dilakukan berdasarkan informasi baru yang diperoleh itulah yang disebut dengan
adaptasi. Adaptasi ini diharapkan dapat mengarahkan untuk menyempurnakan
kebenaran yang menjadi persepsi awalnya.
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku
Seseorang yang memiliki perilaku yang sama belum tentu
hal yang mempengaruhinya sama. Ini dikarenakan berbagai faktor yang sangat
berbeda-beda antara satu orang dengan orang lain. Secara umum, faktor yang
mempengaruhi ini dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu faktor dari genetik
dan faktor dari luar.
1. Faktor Genetik atau Keturunan
Faktor genetik atau disebut juga faktor
endogen merupakan faktor yang berasal dari dalam diri seseorang, dimana faktor
ini akan menjadi dasar untuk mengembangkan perilakunya. Faktor ini termasuk
faktor internal yang telah dibawa sejak seseorang lahir di dunia ini dan tidak
bisa dirubah. Namun, kebanyakan ahli sepakat bahwa faktor ekternal lah yang
lebih berpengaruh terhadap perilaku seseorang dibandingkan dengan faktor internal
ini.
Faktor genetik atau faktor internal ini
adalah sebagai berikut.
a. Ras, didunia ini memiliki berbagai ras yang tentunya berbeda antara ras
satu dengan ras yang lainnya.
b. Jenis Kelamin, pada umumnya perilaku yang dilakukan pria lebih berdasar
pada akal, sedangkan wanita lebih berdasar pada perasaan.
c. Keadaan Fisik, orang yang memiliki tubuh yang tinggi kurus biasanya
memiliki perilaku yang berbeda dengan orang yang memiliki tubuh pendek gemuk.
d. Kepribadian, karena pengaruh agama, usia, pengalaman, watak, nilai,
norma dan lain-lain menyebabkan kepribadian seseorang berbeda dengan orang
lain.
e. Bakat bawaan, pada dasarnya seseorang memiliki bakat unik yang menonjol
namun tahap pengembangan bakat tersebuat antar orang tentulah berbeda.
f.
Intelegensi, seseorang yang
memiliki intelegensi tinggi akan melakukan tindakan dengan cepat dan tepat,
berbeda dengan orang yang memiliki intelegensi rendah.
2. Faktor dari Luar
Faktor dari luar atau disebut dengan faktor
eksogen merupakan faktor yang berasal dari luar diri seseorang. Faktor ini
berpengaruh ketika seseorang telah melakukan interaksi aktif dengan dunia luar
atau lingkungan. Faktor eksternal ini sangat mempengaruhi bagaimana seseorang
berperilaku. Orang yang pada awalnya berperilaku baik, namun karena ia tinggal
di lingkungan yang tidak baik maka mungkin saja ia akan terbawa melakukan
perilaku tidak baik.
Faktor dari luar atau faktor eksternal ini
adalah sebagai berikut.
a. Lingkungan, merupakan segala hal yang ada disekitar baik fisik, sosial
maupun biologis. Lingkungan sangat mempengaruhi seseorang karena merupakan
tempat berkembangnya seseorang.
b. Pendidikan, merupakan hasil interaksi seseorang mulai dari masih
anak-anak samapi tua. Pendidikan ini dapat bersifat formal dan bisa juga
informal.
c. Agama, merupakan kepercayaan seseorang yang dapat mempengaruhi cara
berpikir dan tindakannya.
d. Sosial ekonomi, seseorang yang memiliki sosial ekonomi yang baik tentu
perilakunya akan berbeda dengan orang yang memiliki sosial ekonomi yang kurang
baik.
e.
Kebudayaan, suatu hal yang sudah
menjadi adat, kebiasaan, dan peradaban suatu masyarakat tentunya akan
mempengaruhi perilaku seseorang.
Demikianlah informasi tentang perilaku manusia dan berbagai hal yang mempengaruhinya. Semoga dapat
meningkatkan wawasan dan tentunya dapat bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun