Summary
of the Movie
THE
CORPORATION
150
tahun yang lalu, korporasi bukanlah institusi yang signifikan dalam bisnis. Namun saat ini
korporasi adalah institusi yang dominan yang sangat mempengaruhi kehidupan
berbagai lapisan masyarakat. Kurangnya kontrol publik pada
perusahaan-perusahaan besar menjadi pemicu skandal yang diperdebatkan banyak
pihak. Istilah “bad apple” semakin terdengar dalam dunia bisnis, apabila apel
busuk tercampur dengan apel yang bagus maka bakteri dalam apel busuk secara
bertahap akan menyebar ke apel yang bagus, begitu juga dalam korporasi.
Apa
itu Korporasi?
Korporasi
merupakan salah satu jenis kepemilikan bisnis, dimana beberapa individu saling
bekerja sama untuk mencapai tujuan. Tujuan ini contohnya adalah untuk
menghasilkan laba, pertumbuhan yang berkelanjutan dan lain sebagainya. Robert
Keyes (President & CEO, Canadian Council for International Business)
mengemukakan bahwa banyak masyarakat berpendapat korporasi adalah evil yang
ingin menguasai dunia, karena itu ia lebih suka menggunakan kata bisnis, perusahaan
atau komunitas bisnis dibandingkan kata korporasi. Korporasi merupakan kreasi
buatan yang sering disamakan dengan elang atau ikan paus.
Awal
Lahirnya Korporasi
Korporasi
modern mulai tumbuh sejak era industri, yaitu sejak tahun 1712 yaitu saat orang
Inggris bernama Thomas Newcomen menemukan mesin uap. Selanjutnya muncul
penambangan batu bara sebagai bahan bakar yang mempercepat proses industri.
Perusahaan semakim cepat dalam melakukan produksinya karena telah menggunakan
bantuan mesin.
A
Legal Person
Korporasi dapat
beroperasi secara legal sebagai individu berdasarkan aturan hukum yang ada. Korporasi
memiliki banyak hak, ia dapat membeli atau menjaul property, ia dapat meminjam
uang, ia dapat menggugat atau digugat, tentu saja kesemuanya dilakukanatas nama
korporasi, bukan atas nama orang yang memiliki. Korporasi sangat spesial karena
hanya memiliki tujuan untuk kepentingan pemilik saham, yaitu untuk meningkatkan
profit. Yang jadi masalah adalah mereka tidak pernah merasa cukup atas profit
yang mereka miliki. Istilah externalities muncul ketika korporasi mencari cara
agar pihak lain yang menghadapi masalah atas perbuatannya.
Case
Histories
Ø Harm
to Workers
Banyak
pekerja dibayar sangat murah oleh perusahaan, padahal produk yang dijual
harganya sangat tinggi. Bahkan produk yang dijual dilabeli bahwa beberapa
persen dari hasil penjualan akan disumbangkan untuk orang yang membutuhkan,
namun pekerjanya pun masih belum terjamin kebutuhan pokoknya. Dinegara yang
penduduknya berjuang untuk bisa makan menjad magnet bagi korporasi untuk
mendapatkan pekerja yang mau dibayar murah, bahkan beberapa dari mereka yang
bekerja masih dibawah umur. Nike adalah contoh perusahaan yang membuat pabrik
di negara yang tenaga kerjanya murah agar bisa menghasilkan keuntungan yang
besar.
Ø Harm
to Human Health
Gangguan
kesehatan muncul ketika produk yang dihasilkan perusahaan ternyata berbahaya,
pembuangan limbah pabrik yang sembarangan, polusi yang ditimbulkan serta adanya
bahan kimia sintetis. Semakin banyak penggunaan bahan kimia sekarang ini memicu
tumbuhnya penyakit kanker. Kasus penumpahan minyak oleh SHELL yang merupakan perusahaan
minyak dan gas yang cukup besar merupakan salah satu contoh kasus yang
menyebabkan gangguan kesehatan bagi
masyarakat sekitar.
Ø Harm
to Animals
Kegiatan
yang dilakukan beberapa korporasi membuat kerusakan pada habitat hewan, peternakan
hewan yang tidak baik, eksperimen dengan hewan, rBGH/rBST/Posilac. Kasus yang
terjadi pada Musanto, perusahaan susu terbesar di Amerika Serikat menunjukkan
bahwa sapi diberikan suntikan berbagai bahan kimia agar dapat memproduksi
banyak susu, hal ini menyebabkan susu yang diproduksi mengandung bakteri dan
zat lain yang berbahaya bagi konsumen susu yang meminumnya. “Agent orange” yang
merupakan zat kimia yang diproduksi Musanto untuk disemprotkan ke daratan
Vietnam ketika perang, zat ini berefek sampai puluhan tahun kemudian, yang
merusak lingkungan alam, binatang, bahkan menjadikan masyarakat menderita
penyakit kanker, penyakit kulit dan penyakit berbahaya lain.
Ø Harm
to Biosphere
Korporasi
dapat membahayakan biosfer ketika ia melakukan pembabatan hutan, emisi Co2,
pembuangan nuklir, paradigm korporasi yang mementingkan profit tanpa
memperdulikan lingkungan. Beberapa perusahaan besar menghadapi kasus harus
membayar ganti rugi atas operasinya yang mengganggu lingkungan, diantaranya
adalah Chevron melakukan kejahatan lingkungan dan harus membayar $6,5 juta. Exxon,
General Electric, Mitsubishi, IBM, Kodak, Sears juga pernah membayar ganti rugi
atas kejahatan operasi bisnisnya. Terkadang ada pandangan bahwa lebih efisien
jika mereka membayar ganti rugi dari pada mereka harus menjalankan etika bisnis
yang baik.
The
Pathology of Commerce
Terjadi
transisi antara psikopat dalam diri seseorang ke psikopat dalam korporasi.
Korporasi tentu saja tidak bisa memiliki moral dan tidak memiliki tanggung
jawab sosial. Namun korporasi terdiri dari individu-individu manusia yang tentu
saja memiliki persaaan, sehingga dapat mengetahui mana yang beretika dan mana
yang tidak. Untuk itu seharusnya korporasi harus menjalankan tanggung jawab
sosialnya.
Monstrous
Obligations
Pekerjaan
sebagai CEO terkadang membuat frustasi, hal ini karena apa yang sebenarnya yang
menjadi harapan dan pemikiran CEO tidak bisa seenaknya diterapkan dalam
korporasi. Walaupun pekerja yang ada di korporasi memiliki sifat yang baik,
namun pada dasarnya korporasi adalah monster. Pada akhirnya, CEO adalah orang
yang paling bertanggung jawab atas korporasi yang dipimpinnya.
Mindset
Profit
yang besar adalah motif yang mampu mendorong korporasi untuk mebuat minset
kompetitif dan mengahalalkan segala cara untuk mencapai profit tersebut.
Intinya adalah setiap orang menginginkan uang, seorang CEO belum tentu
memberikan perhatian yang murni untuk meningkatkan nilai share holder, tapi
bisa saja ia ingin mendapatkan bonus ketika ia dapat meningkatkan nilai share
holder.
Tragedi
11 September menjadi berkah tersendiri bagi beberapa orang karena harga emas
yang melonjak tajam, mereka tidak perduli dengan keadaan yang terjadi. Bom di
Irak tahun 1991 juga menjadi berkah karena harga minyak bumi yang melonjak
tajam menjadikan keuntungan yang besar bagi broker.
Boundary
Issues
Saat
ini banyak barang umum yang diubah menjadi barang privat secara legal, hal ini
sangat tidak tepat karena barang umum seharusnya dimiliki oleh masyarakat umum
dan mereka bebas menggunakannya. Namun, sekarang ini air, udara, tanah, samudra
yang merupakan barang umum sudah diprivatisasi oleh beberapa perusahaan.
Institusi publik seperti sekolah, rumah sakit dan pemadam kebakaran juga turut
diprivatisasi untuk meningkatkan kekayaan pribadi.
Basic
Training
Marketing
menjadi hal yang sangat penting saat ini, banyak korporasi tidak perduli dengan
baik atau buruknya produk bagi konsumen. Mereka fokus untuk menarik konsumen
agar mau membelinya. Iklan yang ditujukan untuk anak-anak menjadi alat yang
efisien untuk membuat anak-anak meminta orang tuanya membeli barang yang ia
inginkan. Korporasi harus membuat mindless
consumer yang selalu memenuhi keingginannya, bukan kebutuhannya saja.
Tujuan korporasi tentu saja agar ia dapat meningkatkan profit dan market share.
Perception
Management
Persepsi
managemen adalah konsep yang sangat menarik, hal ini merupakan metodologi yang
membantu manajemen berhubungan dengan klien. Korporasi telah menjual ide kepada
masyarakat tentang bagaimana kehidupan yang lebih baik melalui produk/jasa yang
mereka jual. Terkadang korporasi sengaja untuk melakukan donasi sosial agar
dapat mengurangi pajak yang harus mereka bayarkan kepada negara.
A
Private Celebration
Korporasi
dikatakan sukses bukan lagi karena ia memproduksi produk tapi karena brand
image yang dibangunnya. Contohnya adalah Disney yang membangun sebuah kota yang
disebut Celebration sebagai perwujudan brand yang dimiliki.
Triump
of the Shill
Undercover
marketing dan penempatan produk yang tepat menjadi hal yang potensial untuk
menarik consumer. Consumer yang sudah termakan oleh iklan suatu produk akan
menceritakan produk tersebut ke teman-temannya, sehingga produk tersebut pada
akhirnya akan semakin menyebar luas.
Advancing
the Front
Saat
ini penemuan-penemuan dengan mudah dipatenkan agar tidak ada pesaing yang
mengambil penemuan baru tersebut. Semuanya dapat dipatenkan kecuali human
being. Produk-produk yang ditawarkan oleh berbagai korporasi diinformasikan
secara fair ke global, sehingga masyarakat bisa mengetahui info tersebut dan
dapat memilih produk/jasa yang tepat untuk mereka beli.
Unsettling
Accounts
Bovine
Growth Hormone (BGH) yang dibuat oleh Monsanto untuk disuntikkan pada sapi dipeternakannya
ternyata menjadikan susu yang dihasilkan menjadi berbahaya, dan bisa menjadikan
kangker. Namun jurnalis dari Fox yang mengetahui kasus tersebut diminta Monsanto
agar tidak menyebarkannya, bahkan ia bersedia membayar agar jurnalis tersebut
mau mengubah laporannya. Pada akhirnya jurnalis tersebut melakukan
whistleblower ke council karena mereka beranggapan media tidak boleh melakukan
kebohongan.
Expansion
Plan
Air
sebagai sumber daya dasar di bumi ini juga mulai diprivatisasi. Setelah air di
Bolivia diprivatisasi, banyak masyarakat miskin merasa keberatan untuk membeli
air. Sehingga pada akhirnya masyarakat turun ke jalan untuk melakukan protes.
Banyak korporasi tidak peduli dengan siapa mereka bekerja sama, walaupun dengan
musuh negara tersebut. Asal mereka mendapat profit ia akan lebih mengutamakan
hal tersebut.
Hostile
Takeover
Korporasi
semakin mendunia, ia malakukan perluasan daerah ke beberapa negara. Hal ini
akan mengurangi kontrol dari negara. Kapitalisme semakin kuat dan merasuk dalam
dunia politik untuk memenangkan kompetisi. Perjanjian dagang dibuat antar
negara agar mempermudah kegiatan bisnis.
Democracy
Ltd
Terkadang
korporasi melakukan corporate social responsibility bukan karena mereka memang
perduli, tapi karena ia ingin dilihat masyarakat bahwa ia korporasi yang
perduli. Ini adalah taktik dari korporasi untuk melakukan CSR untuk merespon
tekanan dari masyarakat. Protes dari masyarakat atas tindakan tidak etis yang
dilakukan oleh korporasi menjadi alat yang ampuh untuk menahan korporasi agar
tidak melakukan tindakan yang tidak etis.
Psychotherapist
Kekuatan
dari masyarakat menjadi kekuatan besar untuk mengontrol kegiatan korporasi.
Masyarakat saat ini semakin peduli terhadap lingkungan sekitar, mereka berani
menyuarakan protes jika korporasi merugikan mereka dan lingkungan. Hal ini
mendorong korporasi untuk melakukan good corporate governance dalam aktivitas
bisnisnya.
Prognosis
Banyak orang
telah berkomitmen untuk kesejahteraan seluruh umat manusia, tidak memandang gender,
kelas, ras dan agama. Masyarakat dapat memenangkan hak nya ketika ia bekerja
sama. Ada banyak cara untuk mengatasi masalah kekuasaan korporasi, kita semua
dapat mempengaruhi pemerintah dan korporasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun