TUGAS
BIG PAPER LINGKUNGAN BISNIS
ANALISIS
PENURUNAN LABA BERSIH TAHUN 2015 PADA
PT.
UNITED TRACTOR, Tbk.
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan dalam dunia bisnis
cukup dinamis. Tantangan terbesar bagi perusahaan adalah menjaga bagaimana
bisnisnya bisa bertahan dan tumbuh positif untuk jangka waktu yang lama.
Pertumbuhan tersebut tidaklah sama, tergantung dari jenis bidang industri yang
digeluti. Selain itu, faktor eksternal maupun internal perusahaan juga akan
sangat berpengaruh.
PT. United Tractors, Tbk. merupakan
salah satu perusahaan yang bergerak dalam indsutri alat berat dan pertambangan.
Perusahaan ini memiliki aktivitas bisnis pada produksi batubara, distributor
alat berat, dan pemegang konsensi pertambangan batubara. Sebagai perusahaan
yang bermain di hulu industri, kinerja bisnis PT. United Tractors, Tbk. sangat
dipengaruhi oleh faktor eksternal yang bersifat makro ekonomi, seperti
perubahan harga komoditas, pergerakan kurs mata uang, penentuan tingkat suku
bunga, ketersediaan batubara di perut bumi, tingkat pertumbuhan industri
konstruksi dan lain sebagainya.
Pada tahun 2011 hingga tahun 2015,
secara umum PT. United Tractors, Tbk. mencatat penurunan laba bersih. Penurunan
terbsar terjadi pada tahun 2015 yaitu sebesar 42%. Penurunan ini disebabkan
karena harga komoditas batubara yang menjadi tumpuan PT. United Tractors, Tbk.
terus jatuh. Harga batubara dari 2011 hingga 2015 rata-rata turun 15%.
Penurunan ini memiliki berefek pada aktivitas bisnis penjualan alat berat yang
juga ikut turun karena banyak perusahaan yang tidak lagi membeli kendaraan dan
alat berat pertambangan dimana mereka terpaksa menghentikan produksi akibat
harga komoditas yang terus jatuh.
Penurunan harga komoditas batubara
ini disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa diantaranya adalah kelebihan jumlah
pasokan batubara di pasar sedangkan jumlah permintaan batubara di pasar global
terus menurun. Hal ini tidak lepas dari adanya kesepakatan mengenai
energisumber energi bersih dan terbarukan yang mendorong banyak konsumen
batubara beralih ke sumber energi alternative. Selain itu, krisis ekonomi dunia
juga memiliki dampak terhadap daya beli konsumen batubara sehingga mereka
membatasi konsumsinya. Fenomena tersebut mengakibatkan perusahaan harus
mengevaluasi bisnisnya, khususnya melakukan revaluasi nilai aset perusahaan
agar dapat menunjukkan nilai ekonomik yang sebenarnya.
PT. United Tractors, Tbk. mengalami
dampak serupa. Pendapatan bersih perusahaan mengalami fluktuatif selama 2011
hingga 2015. Secara umum pendapatan
bersihnya menurun rata-rata 2,5% pertahun akan tetapi laba bersih menurun tujuh
kali lipat dari penurunan pendapatan bersih tersebut. Makalah ini mencoba
menganalisis apa yang menjadi penyebab utama dari penurunan laba bersih PT.
United Tractors, Tbk. tahun 2015.
1.2
RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa penyebab utama turunnya laba bersih PT.
United Tractors, Tbk. Tahun 2015 turun?
2.
Apa langkah yang perlu diambil oleh PT. United
Tracktors, Tbk. dalam merespon penurunan laba di tahun 2015?
1.3 TUJUAN
1.
Untuk mengetahui penyebab utama dari
penurunan laba bersih PT. United Tractors, Tbk. tahun 2015
2.
Untuk memberikan solusi mengenai langkah
yang perlu diambil dalam merespon penurunan laba PT. United Tractors, Tbk. di
tahun 2015
BAB
II
PROFIL
PERUSAHAAN
PT United Tractors Tbk (“United
Tractors” atau “UT”) didirikan pada 13 Oktober
1972, UT melaksanakan penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Jakarta dan
Bursa Efek Surabaya pada 19 September 1989 menggunakan nama PT United Tractors
Tbk (UNTR). PT Astra International Tbk merupakan pemegang saham mayoritas dari
UT yaitu sebesar 59,50% dan sisanya yaitu 40,50% dimiliki oleh publik. Modal
dasar UT adalah 6.000.000.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp250 per saham.
Kantor Pusat United
Tracors Tbk berada di Jalan Raya
Bekasi KM.22, Cakung, Jakarta – 13910 Indonesia.
Misi United Tractors Tbk adalah Menjadi perusahaan yang:
1.
Bertekad membantu pelanggan meraih keberhasilan melalui
pemahaman usaha yang komprehensif dan interaksi berkelanjutan.
2.
Menciptakan peluang
bagi insan perusahaan untuk dapat meningkatkan status sosial dan aktualisasi
diri melalui kinerjanya.
3.
Menghasilkan nilai
tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui tiga aspek
berimbang dalam hal ekonomi, sosial dan lingkungan.
4.
Memberi sumbangan yang
bermakna bagi kesejahteraan bangsa.
Sedangkan, visi dari United Tractors Tbk adalah “Menjadi perusahaan kelas dunia berbasis solusi di bidang
alat berat, pertambangan dan energi, untuk menciptakan manfaat bagi para
pemangku kepentingan.” UT menjalankan berbagai bisnisnya melalui tiga unit
usaha yaitu Distributor Alat Berat, Pertambangan Batu Bara dan Kontraktor
Penambangan.
2.1 Distributor Alat Berat
United Tractors Tbk menjalankan peran sebagai distributor alat
berat terkemuka dan terbesar di Indonesia, yaitu distributor tunggal produk
Komatsu untuk digunakan di sektor pertambangan, perkebunan, konstruksi dan
kehutanan serta untuk material
handling dan transportasi. Sebagai
perusahaan yang berbasis solusi, selain menyediakan produk alat berat dan suku
cadang, United Tractors secara komprehensif juga menyediakan layanan berikut:
a.
Konsultasi Lapangan
b.
Rekomendasi Alat Berat
yang Optimal
c.
Program Pemeriksaan
Mesin
d.
Program Pemantauan Alat
Berat
e.
Remanufaktur dan
Rekondisi
f.
Pelatihan untuk Operator
dan Mekanik
g.
UT Call di nomor 500 072
(24/7 pusat layanan pelanggan)
h.
Guaranteed Product
Support
United
Tractors berhasil mempertahankan posisi sebagai pemimpin di pasar alat berat
Indonesia pada 2015, dengan pangsa pasar sebesar 36% (menurut riset internal).
2.2 Pertambangan Batu Bara
United Tractors memasuki bisnis pertambangan batubara pada tahun
2007 melalui anak perusahaannya, PT Prima Multi Mineral (“PMM”), diikuti oleh
akuisisi beberapa perusahaan tambang lokal lainnya. Perseroan memiliki hak
konsesi atas sembilan lahan tambang batu bara di Kalimantan dan Sumatera, yang
dikelola oleh beberapa
anak perusahaan, termasuk PT Tuah Turangga Agung (“TTA”), PT Agung Bara Prima
(“ABP”), PT Bukit Enim Energi (“BEE”), PT Asmin Bara Bronang (“ABB”); PT Asmin
Bara Jaan (“ABJ”), PT Duta Sejahtera (“DS”), PT Duta Nurcahya (“DN”), PT
Piranti Jaya Utama (“PJU”) dan PMM.
Perkiraan total cadangan batu bara dari sembilan tambang batu
bara tersebut adalah 395 juta ton (combined reserve) dengan kualitas menengah
hingga tinggi. Melalui proses restrukturisasi pada 2014, seluruh anak
perusahaan lini usaha Pertambangan sekarang berada di bawah TTA dengan UT dan
PAMA sebagai pemegang saham utama, masing-masing menguasai 40% dan 60% saham
TTA. Reorganisasi ini menjadi strategi meningkatkan keunggulan operasional
melalui pengelolaan anak perusahaan secara lebih baik dan guna memperkuat fokus
Perseroan dalam meningkatkan kinerja produksi dan perdagangan batubara.
2.3 Kontraktor Penambangan
United Tractors Tbk mendukung perusahaan-perusahaan
tambang di Indonesia dengan menyediakan jasa penambangan melalui PT Pamapersada
Nusantara (“PAMA”), yang didirikan pada tahun 1989. Menguasai 48% pangsa pasar
pendapatan, berdasarkan riset pasar internal, PAMA terus memberikan layanan
berkualitas dari mulai perencanaan strategi dan implementasi proyek, termasuk
dalam proses desain tambang, eksplorasi, ekstraksi, hauling,
barging dan transportasi komoditas. Layanan yang ditawarkan PAMA ntara
lain:
a. Desain pertambangan
dan implementasi
b. Penilaian dan studi
kelayakan awal
c. Pembangunan
infrastruktur dan fasilitas tambang
d. Pengupasan tanah
dan penanganan limbah
e. Produksi komersial
bahan tambang
f. Perluasan tambang/
fasilitas
g. Reklamasi dan
revegetasi
h. Pengapalan dan
pemasaran
Beroperasi di
proyek-proyek pertambangan batu bara utama di seluruh wilayah negeri, PAMA
dikenal luas sebagai kontraktor penambangan batu bara terbesar dan terkemuka di
Indonesia, termasuk anak-anak perusahaan di bawahnya: PT Kalimantan Prima
Persada (“KPP”), PT Pama Indo Mining (“PIM”) dan PT Multi Prima Universal
(“MPU”). Dalam memperkuat keberadaan Perseroan dan secara strategis bagi
kelangsungan bisnis masa depan, PAMA menyediakan layanan yang komprehensif dan
mempertahankan produktivitas dan efisiensi yang tinggi dengan menetapkan target zero
accident di semua wilayah operasi tambang.
BAB
III
ANALISIS
DAN PEMBAHASAN
3.1 ANALISIS PENURUNAN LABA
Fenomena yang menjadi fokus
pembahasan pada makalah ini adalah penurunan laba bersih PT. United Tractors,
Tbk. tahun 2015 yang cukup signifikan, yaitu 42% sedangkan pendapatan bersih
hanya menurun 7%. Kesenjangan yang cukup jauh ini menunjukkan ada lonjakan yang
cukup besar pada akun-akun beban yang menyebabkan laba bersih jatuh cukup jauh.
Berdasarkan hasil analisis dan diskusi manajemen, tantangan utama yang
dihadapai PT. United Tractors, Tbk. adalah penurunan harga komoditas batubara
yang terus berlangsung sejak 2011. Berikut Data Produksi dan Harga Batubara (dalam
satuan juta rupiah) yang berhubungan dengan Pendapatan Bersih dan Laba Bruto,
serta pengaruh Kerugian Penurunan Nilai pada Laba bersih:

Penurunan
harga batubara ini tidak hanya berdampak kepada unit bisnis PT. United
Tractors, Tbk. di bidang batubara saja, melainkan juga menurunkan pemasukan
pada bisnis distribusi alat berat. Hal ini karena para pelanggan kendaraan dan
alat berat membatasi pembelian unit baru akibat pembatasan produksi di perusahaan
masing-masing. Pembatasan ini akibat penurunan harga jual batubara yang cukup
membebani perusahaan tersebut.
Untuk
menganalisis penyebab penurunan harga batubara ini bisa digunakan model
analisis PESTEL yang melihat aspek-aspek eksternal perusahaan yang memengaruhi
harga komoditas batubara. Aspek-aspek tersebut antara lain :
1. Politics
(Politik) : Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk melakukan
diversifikasi energi terbarukan dan mix
energy untuk mengurangki ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Selain
itu pemerintah Indonesia juga mulai membatasi ekspor barang tambang mentah
sehingga produsesn tambang perlu mengolah hasil tambangnya terlebih dahulu
sebelum diekspor.
2. Economy
(Ekonomi) : Krisis ekonomi dunia pada tahun 2008 masih berdampak kepada
penurunan daya beli dari negara-negara yang menjadi konsumen terbesar batubara
Indonesia.
3. Social
(sosial) : Masyarakat dunia mulai lebih sadar akan dampak kerusakan lingkungan
yang diakibatkan dari penggunaan bahan akar yang tidak ramah lingkungan, salah
satunya adalah batubara. Mereka mulai beralih ke sumber energi alternative yang
lebih ramah lingkungan.
4. Technology
(Tekonologi) : Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbagai
inovasi muncul untuk menemukan sumber energi baru dan terbarukan yang lebih
efisien dan ekonomis meskipun presentasenya masih sedikit.
5. Environment
(Lingkungan) : Disisi lain, pasokan batubara yang sudah terlanjur ditambang
oleh produsen semakin bertupuk sehingga mengalami surplus persediaan. Hal ini
berdapak kepada kerusakan lingkungan disekitar lokasi pertambangan
6. Legal
(Hukum) : Konferensi perubahan iklim yang diselenggarakan di Paris menghasilkan
kesepakatan agar negara-negara di dunia mulai beralih ke sumber energi bersih
Hal-hal
tersebut di atas membuat permintaan terhadap batubara semakin menurun. Disisi
lain terjadi surplus persediaan batubara akibat produksi batubara yang masih
berjalan. Hal ini menyebabkan harga barubara terus tergerus.
Akibat penurunan harga batubara tersebut,
pemerintah Indonesia memerintahkan perusahaan untuk melakukan revaluasi
terhadap aset-aset perusahaan. Hal ini dilakukan karena nilai akuntansi atas
aset-aset tersebut tidak lagi relevan dengan nilai ekonomisnya. Hasil revaluasi
menunjukkan adanya kerugian revaluasi (penurunan nilai) atas properti
pertambangan dan aset sebesar Rp5,2 Triliun. Kerugian ini kemudian dianggap
sebagai beban yang menyebabkan laba bersih PT. United Tractors, Tbk. turun
cukup signfikan sebesar 42% meskipun pendapatan bersihnya hanya turun 7%.
Menurut standar akuntansi dalam PSAK 16 dan 48,
Perhitungan Penurunan Nilai Aset Tetap perlu dilakukan setiap tahun bagi aset
yang memiliki harga fluktuatif. Hasil perhitungan penurunan nilai akan dicatat
sebagai beban penurunan nilai apabila nilai pasarnya di atas nilai buku, dan
akan dicatat sebagai kerugian penurunan nilai apabila nilai pasarnya dibawah
nilai buku. Pada United Tractors, tahun 2011 sampai 2013, Penurunan nilai
Properti Pertambangan dicatat sebagai Beban penurunan nilai. Sedangkan pada
2014 dan 2015, penurunan nilai dicatat sebagai Kerugian penurunan nilai.
Penurunan nilai yang telah dilakukan oleh
United Tractors sudah benar, karena jika tidak dilakukan maka :
·
Tidak sesuai dengan PSAK
·
Tidak mencerminkan fair value
·
Semakin besarnya nilai penurunan aset di tahun
depan (asumsi harga batu bara semakin turun)
Perubahan nilai Properti Pertambangan di
tahun 2016 dan selanjutnya tidak dapat diprediksi, karena Nilai pasar dari
Properti Pertambangan dinilai oleh Penilai Independen.
Untuk mengantisipasi kerugian penurunan
aset di tahun 2016 dan selanjutnya, maka perlu dilakukan rekayasa keuangan dan rekayasa
rill dalam bentuk Program tindak lanjut berupa cost restructuring, diversifikasi unit usaha, pengolahan produk
turunan batu bara dan mempertahankan posisi market leader penjualan alat berat.
3.2 SOLUSI DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
Solusi atas kerugian
penurunan nilai atas properti pertambangan dan aset sebesar Rp 5,2
Triliun adalah dengan melakukan:
1.
Rekayasa Keuangan, melakukan cost restructuring untuk menutup
kerugian.
2.
Rekayasa Riil, Melakukan program riil
untuk meningkatan laba:
a. Mempertahankan
posisi sebagai market leader alat berat
b. Meningkatkan
kepemilikan di unit bisnis konstruksi
c. Melakukan
diversifikasi pengolahan batu bara menjadi produk turunan batu bara.
3.2.1 Cost Restructuring
Biaya perbaikan dan
pemeliharaan sebesar Rp5.532.848.000.000 terbagi atas dua:
a.
Revenue Expenditure (tidak menambah umur
manfaat ekonomis) sebesar Rp247.561.000.000.
b.
Capital Expenditure (menambah umur
manfaat ekonomis) sebesar Rp5.285.287.000.000.
Sehingga
Capital expenditure ini dihilangkan dari beban dan menutup kerugian penurunan
nilai aset.
3.2.2 Mempertahankan Posisi sebagai
Market Leader Alat Berat
Pada tahun 2015, Komatsu menguasai
36% pangsa pasar alat berat di Indonesia. Data dapat dilihat pada diagram di
bawah ini:

Sumber:Annual
Report UT 2015
Data tentang volume penjualan alat berat
di Indonesia adalah sebagai berikut:

Sumber:
Indoanalisis
Penjualan alat berat dari tahun 2011 sampai 2015
mengalami penurunan. Jika menggunakan analisa tren asumsi
linieritas, dapat diproyeksikan bahwa akan terjadi penurunan pasar alat berat
di tahun 2016 sebesar 30%, sehingga proyeksi penjualan alat berat United
Tractors juga harus diturunkan menjadi minimal 4.000 unit
untuk mempertahankan
posisi Market Leader.
Agar bisa
mencapai target penjualan di tahun 2016, UT dapat melakukan pembuatan mobile
aplikasi, tujuannya:
a.
Memudahkan
akses pelanggan untuk mengetahui layanan Purna Jual dan Info terkait Produk
Alat Berat
b.
Memudahkan
akses konsumen baru untuk mengetahui Informasi terkait produk Alat berat yang
dijual UT
Biaya pembuatan aplikasi adalah sebagai berikut:
|
Eclipse IDE
|
Gratis
|
|
Phonegap
|
Gratis
|
|
Publisher
Google Play
|
Rp 250.000
|
|
Game Maker Studio
|
Rp
4.036.500
|
|
Sencha Touch Bundle
|
Rp
9.382.500
|
|
Jasa Developer (160
jam)
|
Rp 80.000.000
|
|
Total
|
Rp 93.669.000
|
3.2.3 Meningkatkan
kepemilikan di unit bisnis konstruksi
Meningkatkan persentanse kepemilikan saham Acset dengan
membeli 5,83% (29.150.000
lembar) saham Acset yang telah dimiliki Loka cipta Kreasi. Acset merupakan perusahaan yang dinilai prospektif karena
:
a.
Adanya kebijakan pembangunan besar-besaran infrastruktur oleh pemerintah
b.
Acset
sebagai
perusahaan konstruksi memiliki kinerja yang bagus.
Harga saham Acset per 7 November 2016 Rp
3.200 per lembar. Sehigga total biaya
untuk
meningkatkan kepemilikan atas Acset adalah
sebesar Rp 93.280.000.000
|
Tahun
|
2014
|
2015
|
2016 (proyeksi)
|
|
Dividen per saham
|
Rp 39.50
|
Rp 42.00
|
Rp 44.66
|
|
Jumlah Saham
dimiliki
|
-
|
250,500,000 lembar
|
279,650,000 lembar
|
|
Pendapatan dari
Acset
|
-
|
Rp 10,521,000,000
|
Rp 12,488,673,418
|
Pertumbuhan dividen tahun 2014 ke tahun 2015 adalah
sebesar 106%, sehingga proyeksi dividen tahun 2015 adalah sebesar Rp44,66. Akuisisi ini akan memberi
United Tractor tambahan laba sebesar Rp12,488,673,418 yang bisa membantu
menjaga laba apabila terjadi kerugian akibat penurunan nilai aset di 2016.
3.2.4 Melakukan
diversifikasi pengolahan batu bara menjadi produk turunan batu bara.
Metanol merupakan produk turunan batubara yang tergolong Coal
Bed Methane. Metanol dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, untuk bahan
baku pembuatan formaldehyde, MTBE, dan Asam asetat, sebagai bahan aditif, dan sebagai
bahan pengolahan limbah. Secara keseluruhan, permintaan global untuk metanol
diproyeksikan tumbuh pada tingkat tahunan rata-rata 9,8% dari 2010 sampai 2015.
Menurut David
Licindo dan Arinne Christin Paramudita, berdasarkan analisis ekonomi :
a.
laju
pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 45.91% pada tingkat suku bunga per
tahun 7.5%, dan laju inflasi sebesar 4.5% per tahun.
b.
waktu
pengembalian modal (POT) adalah 1.92 tahun dan titik impas (BEP) sebesar 30.32%
melalui cara linear.
c.
Umur
dari pabrik selama 10 tahun dan masa konstruksi adalah 2 tahun.
d.
Untuk
memproduksi metanol sebanyak 1.625.833 ton/tahun, diperlukan biaya total
produksi per tahun (TPC) sebesar Rp8.036.885.370.428,00 dengan biaya investasi
total (TCI) sebesar Rp1.698.846.861.979,00 dan total penjualan sebesar
Rp9.710.466.434.130,00.
Dengan melihat aspek penilaian analisis ekonomi dan
teknisnya, maka pabrik metanol dari batubara ini layak untuk didirikan.
BAB
IV
PENUTUP
4.1 REKOMENDASI
Kerugian revaluasi merupakan sesuatu yang tidak
dapat dihindari. Kerugian revaluasi sebesar 5,2 Triliun rupiah ini berdampak
signifikan kepada penurunan laba bersih PT. United Tractors, Tbk. tahun 2015
sebesar 42%. Perusahaan harus melakukan langkah-langkah strategis untuk menutup
kerugian tersebut dan menjaga serta meningkatkan kinerja perusahaan.
Langkah yang bisa diambil perusahaan adalah
melalui rekayasa keuangan dan rekayasa riil. Rekaya keuangan melaui
restrukturisasi biaya pada pos capital
expenditure biaya pemeliharaan dan perbaikan dapat menghemat anggara sebesar
Rp5.285.287.000.000 yang dapat
dialokasikan untuk menutup kerugian revaluasi. Di sisi lain, rekayasa riil yang
dilakukan perusahaan dapat menghasilkan pendapatan di tahun 2016 sebesar Rp12.488.673.418.
|
PENDAPATAN (Dalam Milyar
Rupiah)
|
|||||||
|
|
2016
|
2017
|
2018
|
2019
|
2020
|
2021
|
2022
|
|
Program Rekayasa
Riil Jangka Panjang
|
|||||||
|
1.
Pembuatan Aplikasi
|
|||||||
|
2.
Meningkatkan kepemilikan pada Acset
|
Rp 12.48
|
Rp 12.48
|
Rp 12.48
|
Rp 12.48
|
Rp 12.48
|
Rp 12.48
|
Rp 12.48
|
|
3.
Membuat Produk
turunan batubara
|
Rp -
|
Rp
-
|
Rp
-
|
Rp
-
|
Rp 1,698.80
|
Rp 1,698.80
|
Rp 1,698.80
|
|
Jumlah
|
Rp
12.48
|
Rp 12.48
|
Rp 12.48
|
Rp 12.48
|
Rp 1,711.28
|
Rp 1,711.28
|
Rp 1,711.28
|
|
Total Akumulasi
Pendapatan
|
Rp 12.48
|
Rp 24.96
|
Rp 37.44
|
Rp 49.92
|
Rp 1,761.20
|
Rp 3,472.48
|
Rp 5,183.76
|
REFERENSI
2. Komuditas Bisnis Batu Bara. Indonesia Investment. 5
September 2016. http://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/batu-bara/item236
3. Henny Rachma Sari. Ini penyebab harga batu bara terperosok. 18 April 2015.
https://www.merdeka.com/uang/ini-penyebab-harga-batu-bara-terperosok.html
4. Sukirno. Grup Astra: United Tractors (UNTR) Mulai Tinggalkan
Pertambangan. 27 Februarui 2016. http://market.bisnis.com/read/20160227/192/523110/grup-astra-united-tractors-untr-mulai-tinggalkan-pertambangan
5. APBI. Negara-negara konsumen batubara terus mengurangi
penggunaan, terutama China sebagai konsumen terbesar. 7 Januari 2016. http://www.apbi-icma.org/negara-negara-konsumen-batubara-terus-mengurangi-penggunaan-terutama-china-sebagai-konsumen-terbesar/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun