Kajian Literatur secara Kritis
Tinjauan kedua dari literatur,
atau tinjauan literatur secara kritis adalah bagian penting di banyak proyek
penelitian. Tinjauan literatur adalah “memilih dokumen yang tersedia (baik yang
diterbitkan maupun tidak) sesuai dengan topik, yang berisi informasi, ide, data
dan bukti tertulis dari sudut pandang tertentu untuk memenuhi tujuan tertentu
atau mengungkapkan pandangan tertentu sesuai sifat dari topic dan bagaimana hal
itu diinvestigasi, dan evaluasi efektif dari dokumen terkait dengan penelitian
yang diajukan” (hart, 1998: 3). Tinjauan literature secara kritis memiliki
banyak fungsi. Beberapa fungsi ini tergantung pada pendekatan penelitian
spesifik yang diambil. Pada penelitian induktif maupun deduktif, tinjauan
literature akan membantu untuk mengembangkan latar belakang konsep maupun
teori. Latar belakang konseptual maupun teori membahas tentang literature
terkait untuk isu atau masalah spesifik. Penemuan yang relevan, isu metodologi
dan kesimpulan utama dari yang terdahulu sampai saat ini dan seterusnya,
kontinuitas logis antara yang terdahulu dan saat ini berhasil diklarifikasi,
dan isu kontroversial, ketika relevan dengan yang disebut. Ini akan membolehkan
peneliti untuk menyeleksi pendekatan penelitian yang diambil (jenis induktif
maupun deduktif). Dalam penelitian deduktif, tinjauan literature akan membantu
peneliti menyusun kerangka teori dan hipotesis. Di penelitian induktif, tidak
perlu menyusun kerangka teori. Tinjauan literature akan membantu peneliti
familiar dengan pengetahuan relevan terkait dengan masalah yang ingin
dipecahkan. Hal ini akan membantu peneliti untuk melihat masalah dari sudut
yang spesifik, sehingga menajamkan pemikiran peneliti, dan tidak diragukan lagi
akan muncul pandangan berguna pada topik penelitan. Untuk alasan ini, tinjauan
kritis atas literature adalah penting dan hampir semua proyek penelitian.
Selanjutnya, banyak fungsi dari literature review akan didiskusikan secara
detail.
Tujuan dari Tinjauan Literatur
secara mendalam
Tinjauan literatur
adalah proses langkah demi langkah yang melibatkan identifikasi hasil publikasi
ataupun tidak publikasi dari sumber secondary data yang sesuai dengan topic
yang diinginkan, evaluasi hasil ini berkaitan dengan masalah dan dokumentasi
dari hasil ini. Chapter sebelumnya, telah dijelaskan bagaimana tinjauan
literature awal membantu peneliti menyusun rumusan masalah yang baik dan
membangun pengetahuan yang relevan yang dikembangkan orang lain. Dalam chapter
ini, kita akan mendiskusikan fungsi dari tinjauan literature yang kedua, yang
sering disebut sebagai tinjauan literature secara kritis, dengan lebih detail.
Tinjauan literature
meyakinkan tidak ada variable penting yang telah ditemukan berulang memiliki
pengaruh pada masalah diabaikan dalam penelitian ini. Memang mungkin saja
beberapa variable kritis tidak dibawa keluar pada tahap pengumpulan data awal, ini
karena yang diwawancarai tidak dapat mengungkapkan mereka atau tidak menyadari
pengaruh dari mereka, atau karena variable terlihat jelas bagi mereka yang diwawancarai
sehingga mereka tidak dinyatakan secara spesifik. Jika ada variable yang tidak
diinvestigasi selama interview tetapi berpengaruh pada masalah secara kritis,
kemudian penelitian selesai tanpa mempertimbangkan mereka adalah pengamalan dalam
kegagalan. Dalam kasus ini, alasan yang benar untuk masalah akan tetap tidak
teridentifikasi walaupun sampai akhir dari penelitian. Untuk menghindari
kemungkinan tersebut maka peneliti perlu menggali semua penelitian yang penting
dikaitkan dengan bidang masalah tertentu.
Selama ini, tinjauan
literature menyediakan peneliti kerangka untuk kerja mereka, ini terkait dengan
mengidentifikasi dan mendifinisikan konsep relevan terkait kajian dan
penjelasan bagaimana dan mengapa konsep ini relevan dan terkait masing-masing
dengan yang lain. Sehingga tinjauan literatur membolehkan peneliti mengenalkan
terminology yang relevan den menyediakan panduan definisi dari konsep dalam
kerangka teori. Itu juga memungkinkan peneliti untuk memberikan argumen tentang
hubungan antar variable dalam model konseptual. Tinjauan literature yang baik
menyediakan dasar untuk mengembangkan kerangka teori komprehensif dari hipotesis yang dikembangkan untuk diuji.
Sebagai tambahan,
tinjauan literature menyediakan peneliti ide yang baik dari metode penelitian
yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian mereka. Pengetahuan dari
metode penelitian yang digunakan membolehkan peneliti untik mereplikasi metode,
yang akan menghemat waktu dan usaha. Akhirnya, ini akan membantu peneliti untuk
menghubungkan temuan penelitian ke temuan penelitian yang lain, dan selanjutnya
mengontekstualisasikan penelitian dalam debat akademik yang lebih besar.
Tujuan nyata dari tinjauan
literature secara kritis tergantung pada pendekatan penelitian yang diambil,
secara umum tinjauan literature untuk meyakinkan bahwa:
1. Usaha
penelitian diposisikan relative pada pengetahuan yang sudah ada dan membangun
pengetahuan tersebut.
2.
Menghilangkan risiko ‘reinventing the wheel’, ini akan
melakukan hal yang sia-sia dalam mencoba menemukan kembali sesuatu yang sudah
diketahui.
3.
Latar belakang yang ada memungkinkan untuk melihat masalah
dari sudut yang spesifik, untuk menajamkan pemikiranmu, dan mencetuskan wawasan
yang berguna pada topic penelitianmu.
4.
Memperjelas ide yang muncul sebagai variable yang
penting untuk dipertimbangkan, mengapa mereka penting untuk dipertimbangkan dan
bagaimana mereka harus diinvestigasi untuk memecahkan masalah.
5.
Peneliti dapat mengenalkan terminology yang relevan
dan memberikan pedoman definisI darI konsep yang ada pada kerangka teori.
6.
Peneliti dapat menyediakan argumen untuk hubungan
antar variable dalam model konseptual.
7.
Testiability dan replicability dari temuan pada
penelitian saat ini dapat ditingkatkan.
8. Temuan
penelitian terkait dengan temuan penelitian yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun