TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN KONTEMPORER
Chapter
6
CORPORATE
GOVERNANCE
Pendahuluan
Korporasi mengendalikan sebagian
besar sumber daya di planet ini dan meningkatkan dominasi organisasi ekonomi. Karena
keputusan dibuat oleh orang-orang yang menjalankan korporasi, maka perlu
mempertimbangkan perilaku individu dalam korporasi. Hal ini terkait dengan
peran dan etika dalam pembuatan keputusan korporasi yang mempengaruhi
kesejahteraan individu dan mempengaruhi berbagai aspek lain yang lebih luas.
Perkembangan Corporate
Governance
Praktik corporate governance
semakin meningkat sebagai hasil dari tingginya kasus yang dipublikasi tentang
kelakuan buruk dari korporasi dan manajadi perhatian manajemen korporasi.
Masalah
dengan Manajemen Korporasi
Contoh masalah ini adalah: (1)
manajer perusahaan menggunakan sumber daya untuk keuntungan mereka sendiri
(bukan keuntungan stakeholder); (2) korporasi
mengambil tindakan yang mungkin tidak diinginkan shareholder (atau masyarakat); (3) korporasi mungkin menyembunykan
atau memberikan informasi yang salah kepada shareholder
untuk menghindari konsekuensi.
Manfaat
dari Good Corporate Governance
Manfaat
GCG diantaranya adalah dapat menurunkan biaya modal dan perusahaan didorong
untuk menggunakan sumber daya lebih efisien, sehingga dapat meningkatkan
pertumbuhan korporasi.
Apa Corporate
Governance itu
Corporate governance adalah sistem
dimana korporasi bisnis diarahkan dan dikendalikan. Good corporate governance
mengatur tujuan yang tepat dan menaruh sistem dan struktur kedalamnya untuk
meyakinkan tujuan tersebut dapat tercapai, dan jua memberikan arti untuk yang
lainnya, baik di dalam maupun di luar korporasi, mengendalikan dan mengawasi
aktivitas korporasi dan manajernya.
Pentingnya Sistem
Corporate Governance
Aturan dan prescription corporate
governance diperlukan karena adanya kebutuhan dari struktur bisnis. Pemisahan
antara pemilik modal dan manajemen yang menjalankan korporasisering menjadi
penyebab masalah corporate governance. Pemisahan ini dilakukan untuk tujuan
efisiensi. Pemilik modal dan manejer memegang keputusan bisnis kunci, yang
dijelaskan dalam teori agensi.
Teori Agensi dan Sifat
dari Hubungan Keagenan
Hubungan keagenan adalah hubungan
dimana pemilik menyerahkan wewenang pengambilan keputusan kepada agen. Tiga
biaya yang terjadi dalam hubungan keagenan:
1. Monitoring cost:
biaya yang terjadi karena pemilik mengawasi perilaku agen.
2. Bonding cost:
pembatasan pada tindakan agen berasal dari hubungan kepentingan agen dan
pemilik.
3. Residual loss:
pengurangan kekayaan pemilik yang disebabkan oleh perilaku agen yang tidak
optimal.
Masalah agensi: (1) Risk aversion, masalah ini disebebkan
oleh hubungan antara risiko dan return. (2) Penahanan dividen, perbedaan
kepentingan antara manajer yang ingin menahan laba agar tidak dibagikan sebagai
dividen agar perusahaan semakin besar dan shareholder
yang ingin mendapatkan dividen yang tinggi. (3) Perbedaan horizon, manajer
fokus pada kinerja jangka pendek saat ia mengelola korporasi, sedangkan shareholder menginginkan keputusan
tebaik untuk tujuan jangka penjang.
Implikasi dan Prediksi dari
Perencanaan Bonus
Hipotesis
perencanaan bonus: prediksi dari agensi teori adalah jika pembayaran gaji
manajer terikat pada laba akuntansi melalui perencanaan bonus, mereka akan
menggunakan kebijakan akuntansi untuk memindah pendapatan yang dilaporkan dari
periode masa depan ke masa sekarang. Bonus ini dapat dihubungkan dengan profit,
harga saham atau tingkat dividen yang dibayarkan.
Pedoman dan Praktik Corporate
Governance
Praktik
dan prosedur corporate governance yang diinginkan akan dipengaruhi oleh: (1)
sifat dari korporasi tertentu dan aktivitasnya. (2) lingkungan dimana korporasi
beroperasi.
Pendekatan dalam Corporate
Governance
1. Pendekatan
rules-based, pendekatan ini mengidentifikasi praktik yang tepat yang diminta
atau direkomendasikan untuk memastikan adanya good corporate governance.
2. Pendekatan
principal-based, pendekatan ini mengidentifikasi prinsip atau objektif dari
sistem corporate governance agar tujuan dapat tercapai.
Peranan Akuntansi dan Laporan
Keuangan dalam Corporate Governance
Akuntansi
digunakan secara langsung untuk mengarahkan dan mengendalikan manajer dari
korporasi, yaitu menggunakan akuntansi untuk mendukung keputusan yang tepat dan
akuntansi dapat membantu corporate governance melalui pengungkapan.
Peran kunci dari laporan keuangan
dalam corporate governance adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan
untuk mengukur kinerja korporasu dan manajernya. Sehingga, laporan keuangan
harus transparan, tidak bias dan lengkap. Namun banyak kasus terjadi karena
adanya manipulasi keuangan sehingga menimbulkan masalah.
Peranan Etika
Etika
adalah aturan standar yang mengindikasi bagaimana seseorang harus berperilaku
berdasarkan kewajiban moral dan kebaikan. Manajer dalam membuat keputusan harus
berdasarkan pada etika yang ada agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Perspektif dan Perkembangan
Internasional
Pandangan
tradisional yang menekankan pada shareholder
yang menginginkan peningkatan laba korporasi tidak lagi tepat, namun harus
juga mempertimbangkan kepentingan dari para stakeholder
yang lain. Banyak negara sudah mengadopsi model Anglo-Saxon. Pendekatan principles-based banyak digunakan saat
ini dan didukung oleh aturan hukum untuk praktik tertentu, sehingga diharapkan akan
semakin mengurangi kegagalan laporan keuangan dan kebangkrutan korporasi di
masa yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun