BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perkembangan zaman yang begitu pesat seperti saat ini diikuti pula dengan pesatnya
perkembangan intelektual manusia. Banyak sekali pengetahuan yang perlu untuk
dikembangkan lagi menjadi sebuah ilmu pengetahuan baru yang dapat dimanfaatkan
bagi kemaslahatan manusia. Berbagai cara digunakan untuk mengembangkan
pengetahuan ataupun mencari ilmu pengetahuan baru. Salah satu cara untuk
mengembangkan pengetahuan tersebut adalah penelitian.
Penelitian
sendiri tidak dapat dipisahkan dari tahap-tahap perkembangan kehidupan manusia,
khususnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pentingnya suatu
penelitian dan hubungannya dengan berbagai hal dalam kehidupan mengakibatkan
penelitian harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan berdasarkan etika
kebenaran. Sehingga setiap pedoman yang sistematis menjadi perhatian utama agar
penelitian yang mandiri, subjekif, dan kritis dapat dilaksanakan dengan baik.
Dalam
melakukan penelitian salah satu hal yang penting ialah membuat desain penelitian.
Desain penelitian bagaikan sebuah peta jalan bagi peneliti yang menuntun serta
menentukan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat sesuai
dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tanpa desain yang benar seorang peneliti
tidak akan dapat melakukan penelitian dengan baik karena yang bersangkutan
tidak mempunyai pedoman arah yang jelas. Manfaat desain penelitian akan dirasakan oleh semua
pihak yang terlibat dalam proses penelitian, karena dapat digunakan sebagai
pedoman dalam melakukan proses penelitian.
Selain itu,
agar sebuah penelitian memiliki batasan-batasan dan dapat disusun secara
terstruktur dan terkonsep dengan baik, maka diperlukan sebuah metode
penelitian. Mengingat betapa pentingnya desain dan metode penelitian bagi sebuah
penelitian, maka kelompok kami akan membahas mengenai Desain dan Metode
Penelitian dalam Makalah ini.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa perbedaan antara desain
penelitian dengan metode penelitian?
2.
Bagaimana pengelompokan desain
penelitian apabila dilihat dari berbagai sudut pandang?
3.
Bagaimana dasar dan komponen
rancangan, serta penyusunan sistematika penelitian?
4.
Apa saja pokok bahasan yang dibahas
dalam metode penelitian?
5.
Bagaimana karakteristik penelitian
kuantitatif dan kualitatif?
6.
Apa saja yang dapat menjadi sumber
potensial timbulnya kesalahan dalam sebuah desain penelitian?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui perbedaan antara desain
penelitian dengan metode penelitian.
2.
Mengetahui pengelompokan desain
penelitian apabila dilihat dari berbagai sudut pandang.
3.
Memahami dasar dan komponen
rancangan, serta penyusunan sistematika penelitian.
4.
Mengetahui pokok bahasan yang
dibahas dalam metode penelitian.
5.
Memahami karakteristik penelitian
kuantitatif dan kualitatif.
6.
Mengetahui yang dapat menjadi sumber
potensial timbulnya kesalahan dalam sebuah desain penelitian.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Perbedaan Antara Desain Penelitian
dengan Metode Penelitian
1.
Pengertian Desain Penelitian
Desain
artinya rencana, tetapi apabila dikaji lebih lanjut kata itu dapat berarti pula
pola, potongan, bentuk, model, tujuan dan maksud (Echols dan Hassan
Shadily, 1976:177). Sedangkan Lincoln dan Guba (1985:226) mendefinisikan
rancangan penelitian sebagai usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan
tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akan dikerjakan
dalam hubungan dengan unsur masing-masing. Desain penelitian menurut Mc Millan
dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan
struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti
empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian.
Dalam
penelitian eksperimental, desain penelitian disebut desain eksperimental.
Desain eksperimen dirancang sedemikian rupa guna meningkatkan validitas
internal maupun eksternal. Suharsimi Arikunto (1998:85-88) mengkategorikan
desain eksperimen murni menjadi 8 yaitu:
(1)control group pre-test post test;
(2) random terhadap subjek; (3) pasangan terhadap subjek; (4) random pre
test post test; (5) random terhadap subjek dengan pre test kelompok
kontrol post test kelompok eksperimen; (6) tiga kelompok eksperimen dan
kontrol; (7) empat kelompok dengan 3 kelompok kontrol; dan (8) desain waktu.
Sutrisno
Hadi (1982:441) mengkategorikan desain eksperimen menjadi enam yaitu (1) simple randomaized; (2) treatment by levels designs; (3) treatments by subjects designs; (4) random replications designs; (5) factorial designs; (6) dan groups within treatment designs.
Sedangkan Ibnu Hadjar (1999:327) membedakan desain penelitian eksperimen
murni menjadi dua yaitu pre test post test kelompok kontrol dan post tes
kelompok kontrol.
Desain penelitian
adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan
penelitian (Suchman, 1967: 307), dalam pengertian yang lebih sempit, desain
penelitian hanya mengenai
pengumpulan
dan analisis data saja. Namun demikian
desain penelitian juga bermakna
proses-proses penelitian yang dapat dibagi
dalam dua kelompok yaitu: (1)
Perencanaan penelitian. Proses perencanaan penelitian dimulai dari
identifikasi, pemilihan serta rumusan masalah, sampai dengan perumusan
hipotesis serta kaitannya dengan teori dan kepustakaan yang ada. (2)
Pelaksanaan penelitian atau proses operasional penelitian. (Moh Nazir,
1983: 84-85).
Dari berbagai pendapat
yang telah dikemukakan oleh para peneliti mengenai pengertian desain
penelitian, maka dapat ditarik kesimpulkan bahwa definisi desain penelitian
adalah sebuah kerangka kerja atau rencana untuk melakukan studi yang akan
digunakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Kegiatan
pengumpulan dan analisis data tersebut untuk menggali penyelesaian sebuah
permasalahan yang muncul. Rencana perlu dibuat agar pengumpulan data dapat
dilaksanakan dengan efektif dan efisien, sehingga penelitian tersebut juga
dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi peneliti.
2.
Pengertian
Metode Penelitian
Metode adalah suatu kerangka kerja untuk
melakukan tindakan, atau suatu kerangka berfikir menyusun gagasan, yang
beraturan, terarah dan terkonteks, yang relevan dengan maksud dan tujuan.
Secara ringkas, metode adalah suatu sistem untuk melalukan suatu tindakan.
Karena berupa sistem maka metode
merupakan seperangkat unsur-unsur yang membentuk satu kesatuan. Unsur-unsur
metode adalah wawasan intelektual, konsep, cara pendekatan (approach)
persoalan, dan rancang bangun atas data (database).
Wawasan intelektual berkenaan dengan nalar, tanggap rasa (sensation), pemahaman (perception),
pengalaman, dan ilmu pengetahuan. Konsep adalah hasil proses intelektul berpa
kejadian imajinatif untuk memperluas dan menambah pemahaman sehingga dapat
dibentuk gagasan baru yang dapat menganalisis persoalan secara lebih cermat.
Penelitian (research) adalah suatu kegiatan mengkaji (study) secara teliti dan teratur dalam suatu bidang ilmu menurut
kaidah tertentu. Kaidah yang dianut adalah kaidah metode. Mengkaji adalah suatu usaha
memperoleh atau menambah pengetahuan. Jadi, meneliti dilakukan untuk memperkaya
dan meningkatkan pemahaman tentang sesuatu. Dalam penelitian ada kegiatan
penyelidikan (investigation), yaitu mencari fakta secara teliti dan teratur
menurut kaidah tertentu untuk menjawab suatu pertanyaan. Jadi penyelidikan
dilakukan untuk menjelaskan sesuatu. Pada dasarnya, penyelidikan dinyatakan
selesai setelah berhasil menemukan penyebab kejadian. Suatu penelitian baru
dianggap selesai setelah berhasil menetapkan faktor atau latar belakang penggerak
atau pengendali penyebab atau pelaku kejadian. Jadi, suatu penelitian
menjangkau persoalan secara lebih jauh atau lebih mendalan daripada
penyelidikan. Oleh karena penelitian selalu mengungkapkan faktor penyebab maka
penelitian menjadi sumber ilmu. Dengan kata lain, tanpa penelitian tidak akan
ada ilmu dan ilmu hanya dapat tumbuh dan berkembang jika didorong dan didukung
dengan penelitian.
Setelah kita ketahui definisi dari
metode dan penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa metode penelitian
adalah kegiatan mengkaji suatu masalah secara teliti dan teratur, dengan cara
menyusun gagasan yang terarah dan terkonsep untuk mendapatkan data dengan
tujuan memecahkan permasalahan yang hidup dan berguna bagi masyarakat atau
peneliti itu sendiri.
Dari pengertian desain penelitian dan
metode penelitian di atas, dapat kita ketahui perbedaan di antara keduanya. Hal
ini penting untuk diketahui agar para calon peneliti paham betul dengan apa
yang mereka lakukan. Desain
penelitian merupakan kerangka kerja atau rencana sebelum melaksanakan
penelitian, sedangkan metode penelitian merupakan cara yang digunakan untuk
memperoleh data dengan tujuan memecahkan permasalahan melalui penelitian.
Sesuai
definisi desain penelitian telah dipaparkan diatas, yaitu rencana atau
rancangan yang dibuat oleh peneliti
sebagai
ancar-ancar
kegiatan yang akan
dilaksanakan. Disini terlihat bahwa ruang lingkup
metode penelitian lebih luas
daripada
desain penelitian, dan desain penelitian
masuk dalam bagian dari metode penelitian. Hal ini terjadi karena untuk
melakukan penelitian, cara ilmiah
yang kita gunakan adalah metode
penelitian, dan prosedur-prosedur
didalamnya sangat banyak dan luas.
Desain
penelitian merupakan salah satu langkah yang dilakukan dalam menggunakan metode
penelitian, karena selain desain penelitian, masih banyak prosedur yang harus
dilalui.
B. Pengelompokan
Desain Penelitian dari Berbagai Sudut Pandang
1. Desain
penelitian dilihat dari perumusan masalahnya.
a.
Penelitian eksploratif. Penelitian yang
menguji suatu variabel yang
diyakini kebenarannya sehingga menghasilkan
penemuan-penemuan baru.
b.
Penelitian uji hipotesis. Suatu Penelitian yang menguji
hipotesis/pernyataan yang telah ada menggunakan metode-metode tertentu.
2. Desain
penelitian berdasarkan metode pengumpulan data
a.
Penelitian pengamatan. Metode pengumpulan
data dimana peneliti mencatat informasi sebagaimana yang mereka saksikan selama
penelitian. Proses pengamatan terdiri atas:
1)
Persiapan
termasuk latihan (training)
2)
Memulai
interaksi
3)
Pengamatan
dan pencatatan
4)
Menyelesaikan
tugas lapangan
b.
Penelitian Survai. Metode pengumpulan data
dengan menggunakan instrumen untuk meminta tanggapan dari responden tentang
sampel. Pada dasarnya survai terdiri atas:
1)
Wawancara
2)
Kuesioner
3. Desain
penelitian dilihat dari pengendalian variabel-variabel oleh peneliti
a.
Penelitian eksperimental. Meneliti hubungan
sebab akibat antara variabel-variabel penelitian dengan melakukan suatu proses
percobaan untuk mendapatkan hasil yang presisi.
b.
Penelitian ex post facto. Suatu penelitian
yang telah diteliti sebelumnya sehingga data-datanya (variabel-variabel
penelitiannya) dapat dilacak kembali melalui kuisioner atau dokumen-dokumen
yang relevan dengan penelitian tersebut.
4. Desain
penelitian menurut tujuannya
a.
Penelitian deskriptif. Penelitian yang
digunakan untuk memberikan penjelasan yang obyektif, justifikasi, dan evaluasi
sebagai bahan pengambilan keputusan bagi yang berwenang dari suatu fakta atau
kejadian yang sedang terjadi.
b.
Penelitian komparatif. Membandingkan suatu permasalahan
yang sama pada suatu obyek yang berbeda.
c.
Penelitian asosiatif. Menganalisis hubungan
antara satu variabel dengan variabel lainnya
atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lain.
5. Desain
penelitian dilihat dari lingkungan studi
a.
Studi Lapangan. Penelitian yang dilakukan
melalui proses pembelajaran secara langsung atau dapat juga dilakukan dengan
menggali pengetahuan dari orang yang ahli dibidangnya.
b.
Eksperimen Lapangan. Penelitian yang proses
pengujian data yang diteliti dengan melakukan suatu percobaan sampai
mendapatkan data yang akurat.
c.
Eksperimen Laboratorium. Untuk mendapatkan
kebenaran dari penelitian maka suatu variabel atau data-datanya harus diteliti
dengan memanfaatkan fasilitas Laboratorium sebagai sarana pembantunya.
C.
Dasar
dan Komponen Rancangan, serta Penyusunan Sistematika Penelitian
1.
Dasar
Rancangan Penelitian
Rancangan
pada dasarnya merupakan keseluruhan proses pemikiran, penentuan matang tentang
hal-hal yang akan dilakukan dan merupakan landasan yang dijadikan dasar
penilaian oleh peneliti sendiri maupun oleh orang lain terhadap kegiatan
penelitian. Sehingga rancangan penelitian bertujuan untuk memberikan
pertanggungjawaban terhadap semua langkah yang akan diambil. Baik atau tidaknya
sebuah penelitian sangat tergantung pada rancangan yang dibuat oleh peneliti.
Agar rancangan dapat memperkirakan hal-hal apa yang akan dilakukan dan dipegang
selama penelitian, perumusannya harus memperhatikan kriteria sebagai berikut:
a. Mencakup
semua kegiatan yang akan dilakukan, seperti masalah, tujuan, sumber data, saran
prasarana, dan lain-lain.
b. Disusun
secara sistematis dan logis sehingga memberi kemungkinan kemudahan bagi
peneliti dalam melaksanakan dan bagi orang lain dalam melakukan penelitian.
c. Harus
dapat memperkirakan sejauh mana hasil yang akan diperoleh, serta usaha-usaha
yang mungkin dilakukan untuk memperoleh hasil secara efektif dan efisien.
2.
Komponen
Rancangan Penelitian
Berdasarkan perumusan dalam
penyusunan rancangan penelitian, maka komponen suatu rancangan penelitian
meliputi:
a. Masalah. Sebelum membuat penelitian,
peneliti harus mengetahui masalah apa yang akan ia teliti.
b. Bentuk
atau jenis data yang dibutuhkan.
Peneliti
harus mengetahui untuk melakukan penelitian yang ia inginkan, bentuk dan jenis
data seperti apa yang cocok untuk digunakan sebagai bahan penunjang
penelitiannya.
c. Tujuan
penelitian. Seorang peneliti harus tahu apa tujuan
penelitiannya
d. Kepentingan
penelitian. Kepentingan
penelitian adalah apa yang menjadi manfaat atau untuk apa penelitian dibuat.
e. Masalah
sampling. Seorang
peneliti harus mengetahui dimana ia akan mengambil data dan siapa yang menjadi
objek data.
f. Masalah
jadwal kegiatan. Agar
penelitian dapat selesai sesuai dengan target waktu yang diinginkan, maka
seorang peneliti hendaknya membuat jadwal kegiatan
g. Masalah
organisasi kegiatan dan alokasi biaya. Hal ini sangat penting, karena akan mempengaruhi
hasil penelitian. Jika peneliti dapat mengorganisasi kegiatan dengan baik, maka
penelitian dapat berjalan lancar. Faktor biaya juga tidak kalah penting.
Seorang peneliti harus pandai dalam mengalokasikan biaya agar penelitiannya
dapat dilakukan secara efisien.
h. Hipotesis
penelitian. Sebelum
memulai penelitian, hendaknya peneliti mempunyai hipotesis penelitian terlebih
dahulu.
i.
Teknik pengumpulan data. Teknik penumpulan data yaitu
bagaimana cara peneliti dalam memperoleh data yang akan digunakan sebagai bahan
penelitian.
j.
Teknik pengolahan data, merupakan bagaimana cara
peneliti mengolah data yang sudah ia dapat sehingga dapat menjadi sebuah
penelitian.
k. Pola
dan sistematika laporan,
merupakan bentuk atau struktur sistematika laporan penelitian
sebagai hasil akhir dari kegiatan penelitian.
3.
Sistematika
Penyusunan Penelitian
Sistematika
penelitian adalah pola urutan yang digunakan oleh peneliti untuk membuat sebuah
penelitian sehingga akan tersusun secara logis dan sistematis sesuai dengan
lingkungan di sekitar peneliti. Sistematika
hasil penelitian dapat dibagi menjadi dua metode,yaitu:
a. Sistematika
Penyusunan Penelitian Kuantitatif
Isi dan
sistematika laporan hasil penelitian kuantitatif seperti skripsi, tesis, dan
disertasi dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan
bagian akhir. Masing-masing bagian dapat dirinci sebagai berikut.
Bagian Awal
Halaman Sampul
Lembar Logo
Halaman Judul
Lembar Persetujuan
a) Lembar
Persetujuan Pembimbing
b) Lembar
Persetujuan dan Pengesahan
Pernyataan Kesalahan Tulisan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar Lainnya
Bagian Inti
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah atau Tujuan Penelitian
C. Hipotesis Penelitian
D. Kegunaan Penelitian
E. Asumsi Penelitian
F. Definisi istilah atau Definisi Operasional
BAB
II KAJIAN PUSTAKA
BAB
III METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
B. Populasi dan Sampel
C. Instrumen Penelitian
D. Pengumpulan Data
E. Analisis Data
BAB
IV HASIL ANALISIS
A.
…………..
B. …………..
C. …………..
BAB
V PEMBAHASAN
A. …………..
B. …………..
C. …………..
BAB
VI PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
Bagian Akhir
1. Daftar Rujukan
2. Lampiran-lampiran
3. Riwayat Hidup
b.
Sistematika
Penyusunan Penelitian Kualitatif
Sama halnya
dengan penelitian kuantitatif, sistematika laporan hasil penelitian kuantitatif
juga terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian
akhir.
Bagian Awal
Halaman Sampul
Lembar Logo
Halaman Judul
Lembar Persetujuan
a) Lembar Persetujuan Pembimbing
b) Lembar Persetujuan dan Pengesahan
Pernyataan Kesalahan Tulisan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar Lainnya
Bagian Inti
BAB I PENDAHULUAN
A. Konteks
Penelitian atau Latar Belakang
B. Fokus
Penelitian atau Rumusan Masalah
C. Landasan
Teori
D. Kegunaan
Penelitian
BAB II METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
B. Kehadiran Peneliti
C. Lokasi Penelitian
D. Sumber Data
E. Prosedur Pengumpulan Data
F. Analisa Data
G. Pengecekan Keabsahan Temuan
H. Tahap-tahap Penelitian
BAB
III PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
BAB
IV PEMBAHASAN
BAB
V PENUTUP
Bagian Akhir
1.
Daftar Rujukan
2.
Lampiran-lampiran
3.
Riwayat Hidup
D.
Pokok Bahasan dalam Metode
Penelitian
1.
Metode
Penelitian Kuantitatif
Pokok-pokok bahasan yang terdapat
dalam bab Metode Penelitian
kuantitatif paling tidak
mencakup rancangan penelitian, populasi dan sampel, instrument penelitian,
pengumpulan data, analisis data.
a. Rancangan
Penelitian
Penjelasan
mengenai rancangan atau desain penelitian yang digunakan perlu diberikan untuk
setiap jenis penelitian, terutama penelitian eksperimental. Rancangan
penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti
memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan
penelitian. Dalam penelitian eksperimental, rancangan penelitian yang dipilih
adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan variael-variabel
lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat. Pemilihan
rancangan penelitan dalam penelitian eksperimental selalu mengacu kepada
hipotesis yang akan diuji.
Pada
penelitian noneksperimental, bahasan dalam subbab Rancangan Penelitian berisi penjelasan
tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya;
apakah penelitian eksploratoris, deskriptif, eksplanatoris, survai, atau
penelitian historis, korelasional, dan komparasi kausal. Di samping itu, dalam
bagian ini dijelaskan pula variabel-variabel yang dilibatkan dalam penelitian
serta sifa hubungan antara variabel-variabel tersebut.
b. Populasi
dan Sampel
Istilah populasi dan sampel tepat
digunakan jika penelitian yang dilakukan mengambil sampel sebagai subjek
penelitian. Akan
tetapi, jika sasaran penelitiannya
adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek
peneliti, terutama dalam penelitian eksperimental. Dalam survai, sumber data
lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informasi atau
subjek, tergantung pada cara pengambilan datanya.
Penjelasan yang akurat tentang
karakteristik populasi penelitian perlu diberikan agar besarnya sampel dan cara
pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Tujuannya adalah agar sampel yang
dipilih benar-benar representative, dalam arti dapat mencerminkan keadaan
populasinya secara cermat. Kerepresentatifan sampel merupaka kriteria
terpenting dalam pemilihan sampel dalam kaitannya dengan maksud
menggeneralisasikan hasil-hasil
penelitian sampel terhadap populasinya. Jika keadaan sampel semakin berbeda
dengan karakteristik
populasinya, maka semakin besarlah kemungkinan kekeliruan dalam
generalisasinya.
Jadi, hal-hal yang dibahas dalam bagian
Populasi dan Sampel adalah: (a) identifikasi dan batasan-batasan tentang
populasi atau subjek penelitian, (b) prosedur dan teknik pengambilan sampel,
serta (c) besarnya sampel.
c.
Instrumen Penelitian
Pada bagian ini dikemukakan instrument
yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Sesudah itu barulah
dipaparkan prosedur pengembangan instrument pengumpul data atau pemilihan alat
dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Dengan cara ini akan terlihat apakah
instrument yang digunakan sesuai dengan variabel yang diukur, paling tidak
ditinjau dari segi isinya. Suatu instrument yang baik juga harus memenuhi
persyaratan reliabilitas. Dalam tesis, atau lebih-labih dalam disertasi, harus
ada bagian yang menjelaskan proses validasi instrument.
Instrumen penelitian dapat diambil dari
instrumen yang sudah baku, atau instrumen yang sudah baku tetap diadaptasi,
atau instrument yang dikembangkan sendiri oleh peneliti. Jika instrumen penelitian diambil dari
instrument yang sudah baku, maka jabaran variabelnya tidak perlu dipaparkan
lagi. Namun, apabila peneliti mengadaptasi instrument baku atau mengembangkan
instrument sediri, peneliti perlu memaparkan proses dan hasil validasi
instrumen.
Hal lain yang perlu diungkapkan dalam
instrument penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap
masing-masing butir pernyataan. Untuk alat dan bahan, harus disebutkan secara
cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang
dipakai.
Dalam ilmu eksakta, istilah instrumen
penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup keseluruhan
hal yang digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, subbab Instrumen
Penelitian dapat diganti dengan Alat dan Bahan.
d.
Pengumpulan Data
Bagian ini menguraikan (a)
langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan
data, (b) kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan
data, serta (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data.
Jika peneliti menggunakan orang lain
sebagai pelaksana pengumpulan data, perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya
mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. Proses mendapatkan ijin
penelitian, menemui pejabat yang berwenang , dan hal lain yang sejenis tidak
perlu dilaporkan, walaupun tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan
penelitian.
e.
Analisis Data
Pada bagian ini diuraikan jenis analisis
statistik yang digunakan. Dilihat dari metodenya, ada dua jenis statistik yang
dapat dipilih, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dalam
statistik inferensial terdapat statistik parametric dan statistik nonparametrik.
Pemilihan jenis analisis data sangat
ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi kepada
tujaun yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Oleh karena itu,
yang pokok untuk diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik
analisisnya, bukan kecanggihannya.
Beberapa teknik analisis statistik
parametrik memang lebih canggih,
dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat, jika dibandingkan
dengan teknik analisis sejenis dalam statistik nonparametrik. Penerapan
statistik parametrk secara tepat harus memenuhi beberapa persyaratan (asumsi),
sedangkan penerapan statistik nonparametrik tidak menuntut persyaratan
tertentu.
Di samping penjelasan tentang jenis atau
teknik analisis data yang digunakan, perlu juga dijelaskan alasan pemilihannya.
Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal, pembahasannya
tidak perlu dilakukan secara panjang
lebar. Sebalinya, jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering
digunakan, uraian tentang analisis ini perlu diberikan secara lebih rinci.
Apabila dalam analisis ini digunakan komputer
perlu disebutkan programnya, misalnya SPSS
or Windows.
2.
Metode
Penelitian Kualitatif
Pada bab Metode Penelitian ini memuat
uraian tentang metode-metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional
yang menyangkut pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi
penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan
keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.
a. Pendekatan
dan Jenis Penelitian
Pada bagian ini peneliti perlu
menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan
menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. Selain itu
juga dikemukakan orientasi teoritis, yaitu landasan berpikir untuk memahami
makna suatu gejala, misalnya fenomenologis, interaksi simbolis, kebudayaan,
etnometodologis, atau kritik seni (hermeneutika). Peneliti juga perlu
mengemukakan jenis penelitian yang digunakan, apakah etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, ekologis,
partisipatoris, penelitian tindakan, atau penelitian kelas.
b. Kehadiran
Peneliti
Dalam bagian ini perlu disebutkan bahwa
peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain
manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas
peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan
untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Kehadiran peneliti ini harus
dilukiskan secara eksplisit dalam laporan penelitian. Perlu dijelaskan apakah
peran peneliti sebagai partisipasi penuh, pengamat partisipan, atau pengamat
penuh. Disamping itu, perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui
statusnya sebagai peneliti oleh subyek atau informan.
c. Lokasi
Penelitian
Uraian lokasi penelitian diisi dengan
identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta bagaimana
peneliti memasuki lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan secara jelas,
misalnya letak geografis, bangunan fisik (jika perlu disertakan peta lokasi),
struktur organisasi, program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus
didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian
denga topik yang dipilih. Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan
menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Peneliti kurang tepat jika
mengutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti pernah
bekerja disitu, atau peneliti telah mengenal orang-orang kunci.
d. Sumber
Data
Pada bagian ini dilaporkan jenis data,
sumber data, dan teknik penjaringan data dengan keteranga yang memadai. Uraian
tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana karakteristiknya,
siapa yang dijadikan subyek dan informan penelitian, bagaimana ciri-ciri subyek
dan informan itu, dan dengan cara bagaimana data dijaring, sehingga
kredibilitasnya dapat dijamin. Misalnya, data dijaring dari informan yang
dipilih dengan teknik bola salju (Snowball sampling).
Istilah pengambilan sampel dalam
penelitian kualitatif harus digunakan dengan penuh kehati-hatian. Dalam
penelitian kualitatif, tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan
informasi sebanyak mungkin, bukan untuk melakukan rampatan (generalisasi).
Pengambilan sampel dikenakan pada situasi, subjek, informan dan waktu.
e. Prosedur
Pengumpulan Data
Dalam bagian ini diuraikan teknik
pengumpulan data yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Terdapat dua dimensi rekaman data: fidelitas dan
struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan disajikan
(rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, sedangkan catatan lapangan
memiliki fidelitas kurang). Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara
dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang
menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data, dan prosedur perekaman
diuraikan pada bagian ini. Selain itu, dikemukakan cara-cara untuk memastikan
keabsahan datadengan triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam pengumpulan
data.
f. Analisa
Data
Pada bagian analisis data diuraikan
proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip
wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan
temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan
sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan
penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisi data
dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, denga teknik-teknik misalnya
analisis domain, analisis taksonomis, analisis komponensial, dan analisis tema.
Dalam hal ini, peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika,
etika, atau estetika. Dalam uraian tentang analisis data ini sebaiknya
diberikan contoh yang opersional, misalnya matriks dan logika.
g.
Pengecekan Keabsahan Temuan
Bagian ini memuat uraian-uraian tentang
usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh
temuan dan interpretasi yang absah, perlu diteliti kredibilitasnya dengan
menggunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan,
observasi yang diperdalam, triangulasi (menggunakan beberapa sumber, metode
peneliti, teori), pembahasan sejawat, analisis kasus negatif, pelacakan
kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota. Selanjutnya perlu dilakukan
pengecekan dapat-tidaknya temuan ditransfer ke latar lain (transferability), ketergantungan pada konteksnya (dependability), dan dapat-tidaknya
dikonfirmasi kepada sumbernya (confirmability).
h. Tahap-tahap
penelitian
Bagian
ini menguraikan proses pelaksanaan penelitian, mulai dari penelitian
pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, sampai pada penulisan
laporan.
E.
Karakteristik
Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Penelitian
kualitatif dan kuantitatif memiliki karakteristik masing-masing, di bawah ini
akan dibedakan karakteristik antara keduanya.
|
No.
|
Metode
Kuantitatif
|
Metode
Kualitatif
|
|
1.
|
A. Desain
|
A. Desain
|
|
2.
|
B. Tujuan
|
B. Tujuan
|
|
3.
|
C. Teknik Pengumpulan
Data
|
C. Teknik Pengumpulan
Data
|
|
4.
|
D. Instrumen
Penelitian
|
D. Instrumen
Penelitian
|
|
5.
|
E. Data
|
E. Data
|
|
6.
|
F. Sampel
|
F. Sampel atau sumber
data
|
|
7.
|
G. Analisis
|
G. Analisis
|
|
8.
|
H. Hubungan dengan
Responden
|
H. Hubungan dengan
Responden
|
|
9.
|
I. Usulan Desain
|
I. Usulan Desain
|
|
10.
|
J. Kapan penelitian
dianggap selesai?
Setelah
semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan
|
J. Kapan penelitian
dianggap selesai?
Setelah tidak ada data yang dianggap baru
atau jenuh
|
|
11.
|
K. Kepercayaan
terhadap hasil Penelitian
Pengujian
validitas dan reliabilitas instrumen.
|
K. Kepercayaan
terhadap hasil Penelitian
Pengujian
kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil penelitian.
|
F. Beberapa Kesalahan dalam Desain Penelitian
Dalam melakukan sebuah penelitian salah satu hal yang
sangat penting adalah membuat rancangan atau desain penelitian. Desain
penelitian bagaikan sebuah peta jalan bagi peneliti yang menuntun serta
menunjukkan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat sesuai
dengan tujuan yang ditetapkan. Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak
akan melakukan penelitian dengan baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai
pedoman arah yang jelas.
Meskipun peneliti membuat desain penelitian sebaik
mungkin akan tetapi tidak menutup kemungkinan masih terdapat kesalahan yang
seringkali terjadi dalam melakukan penelitian. Agar tercapai pembuatan desain
yang benar, maka peneliti perlu menghindari sumber potensial kesalahan dalam
proses penelitian secara keseluruhan. Kesalahan-kesalahan tersebut adalah:
a.
Kesalahan dalam Perencanaan
Kesalahan dalam perencanaan dapat terjadi saat
peneliti membuat kesalahan dalam menyusun desain yang akan digunakan untuk
mengumpulkan informasi. Kesalahan ini dapat terjadi pula bila peneliti salah
dalam merumuskan masalah. Kesalahan dalam merumuskan masalah akan menghasilkan
informasi yang tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sedang
diteliti. Cara mengatasi kesalahan ini adalah dengan mengembangkan proposal
dengan baik dan benar yang secara jelas menspesifikasikan metode dan niali
tambah penelitian yang akan dijalankan.
b.
Kesalahan dalam Pengumpulan Data
Kesalahan dalam pengumpulan data
terjadi pada saat peneliti melakukan kesalahan dalam proses pengumpulan data di
lapangan. Kesalahan ini dapat memperbesar tingkat kesalahan yang sudah terjadi
dikarenakan perencanaan yang tidak matang. Untuk menghindari hal data tersebut
data yang dikoleksi harus merupakan representasi dari populasi yang sedang
diteliti dan metode pengumpulan datanya harus dapat menghasilkan data yang
akurat. Cara mengatasi kesalahan ini adalah kehati-hatian dan ketepatan dalam
menjalankan desain penelitian yang sudah dirancang dalam proposal.
c.
Kesalahan dalam Melakukan Analisis
Kesalahan dalam melakukan analisis dapat terjadi pada
saat peneliti salah dalam memilih cara menganalisis data. Selanjutnya,
kesalahan ini disebabkan pula adanya kesalahan dalam memilih teknik analisis
yang sesuai dengan masalah dan data yang tersedia. Cara mengatasi masalah ini
adalah dengan membuat justifikasi prosedur analisis yang digunakan untk
menyimpulkan data dan memanipulasi data.
d.
Kesalahan dalam Pelaporan
Kesalahan dalam pelaporan terjadi jika peneliti
membuat kesalahan dalam mempresentasikan hasil-hasil penelitian. Kesalahan
seperti ini terjadi pada saat memberikan makna hubungan-hubungan dan
angka-angka yang diidentifikasikan dari tahap analisis data. Cara mengatasi
kesalahan ini adalah hasil analisis data diperiksa oleh orang-orang yang
benar-benar ahli dan menguasai masalah hasil penelitian tersebut.
Selain kesalahan-kesalahan yang telah dijabarkan di
atas, kesalahan juga seringkali terjadi dari dalam diri peneliti sendiri.
Kesalahan tersebut juga berpengaruh dalam proses penyelesaian penelitian,
misalnya adalah sifat malas yang dimiliki oleh peneliti, sifat yang suka
menunda-nunda pekerjaan, sifat pantang menyerah yang dimiliki peneliti, sifat
yang tidak mempunyai target untuk menyelesaikan penelitian dan lain sebagainya.
Sifat-sifat yang seperti harus dikesampingkan agar penelitian dapat selesai dan
sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Adapula kesalahan yang juga terjadi
karena adanya faktor dari luar, misalnya adalah keadaan lingkungan yang tidak
mendukung penelitian yaitu dari keluarga dan teman-teman yang tidak mendukung
serta masyarakat, dosen pembimbing yang tidak sejalan dengan mahasiswa yang
melakukan penelitian, proses birokrasi yang sulit pada saat akan mengambil
sampel, atau keterbatasan sampel itu sendiri. Untuk itu, faktor-faktor yang
seperti itu selayaknya dapat diminimalisir agar penelitian yang kita lakukan
dapat berjalan dengan lancar, baik dan sesuai dengan tujuan serta memberikan
manfaat bagi orang banyak.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Desain
atau rancangan yang dibuat oleh peneliti merupakan ancar-ancar kegiatan yang
akan dilaksanakan. Disini terlihat bahwa ruang lingkup metode penelitian lebih
luas daripada desain penelitian, dan desain penelitian masuk dalam bagian dari
metode penelitian.
2.
Pengelompokan
dapat dilihat dari sudut pandang perumusan masalah, metode pengumpulan data,
pengendalian variabel-variabel oleh peneliti, tujuan, serta lingkungan studi.
3.
Sistematika
penyusunan penelitian dapat dibagi menjadi dua, yaitu sistematika penyusunan
penelitian kuntitatif dan kuantitatif.
4.
Pokok-pokok
bahasan yang terdapat dalam bab Metode Penelitian kuantitatif paling tidak mencakup rancangan penelitian,
populasi dan sampel, instrument penelitian, pengumpulan data, analisis data.
5. Pada
bahasan Metode
Penelitian kuantitatif
memuat uraian tentang metode-metode dan langkah-langkah penelitian secara
operasional yang menyangkut pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran
peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis
data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.
6.
Sumber
potensial kesalahan dalam proses penelitian secara keseluruhan adalah kesalahan
dalam perencanaan, pengumpulan data, melakukan analisis, dan dalam pelaporan.
B. Saran
1.
Tanpa
desain yang benar seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan
baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah yang jelas. Sehingga
peneliti harus mampu membuat rancangan dengan baik dan benar.
2.
Peneliti
diharapkan mampu mencari metode yang tepat bagi penelitiannya dan relevan
dengan penelitian yang diteliti.
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto,
Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Margono, S. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Asdi Mahastya.
Sugiyono.
2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:
Penerbit Alfabeta
Syaodih, Nana. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Saukah, Ali, dkk. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. 2010. Malang: Universitas Negeri Malang
_______. 2009. Pengertian
Desain Penelitian. (Online), (http://www.scribd.com/doc/51444421/7/Pengertian-desain-penelitian),
diakses tanggal 1 Maret 2012.
_______. 2010. Desain
dan Contoh Proses Penelitian Kualitatif. (Online), (http://mudjiarahardjo.com/materi-kuliah/208-desain-dan-contoh-proses- penelitian-kualitatif.html),
diakses tanggal 1 Maret 2012.
______. 2011. Beberapa
Kesalahan dalam Desain Penelitian.(Online), (http://www.infoskripsi.com/Resource/Beberapa-Kesalahan-dalam- Desain-Penelitian.html),
diakses tanggal 29 Februari 2012.
______. 2010. Metode
dan Desain Penelitian Kualitatif. (Online), (http://www.scribd.com/doc/56342783/2/Metode-dan-desain-penelitian- kualitatif),
diakses tanggal 29 Februari 2012.
______. 2010. Desain
Penelitian Kuantitatif. (Online), (http://www.scribd.com/doc/42819368/3/Desain-penelitian-kuantitatif),
diakses tanggal 29 Februari 2012.
makasih....
BalasHapusAssalamualaikum :)
BalasHapussebuah artikel yang telah sangat membantu sya dalam menyelesaikan tugas akhir
"lengkap,jelas dan presentatif sekali"
itu kata dosen saya
terimakasih dan.. good job uhty... ;)