Proses investasi
menjelaskan bagaimana seharusnya investor melakukan investasi dalam sekuritas.
Sekuritas merupakan surat berharga yang menunjukkan hak investor untuk
mendapatkan bagian dari kekayaan perusahaan yang menerbitkan sekuritas
tersebut. Adapun hal-hal yang harus diputuskan dalam investasi adalah sebagai
berikut.
a.
Sekuritas apa yang menjadi pilihan investasi?
b.
Berapa besar investasi?
c.
Kapan investasi tersebut dilaksanakan?
Untuk mengambil
keputusan-keputusan tersebut diperlukan langkah-langkah sebagai berikut.
a.
Menentukan kebijakan investasi
Investor harus menentukan tujuan
investasi dan berapa jumlah dana yang dipersiapkan untuk investasi tersebut.
b.
Analisis sekuritas
Tujuan analisis ini adalah mengetahui sekuritas dengan
karakteristik mispriced, yaitu
sekuritas yang harganya bisa sangat tinggi atau sangat rendah. Dengan kata
lain, sekuritas tersebut tidak stabil dalam pergerakan harga di bursa. Untuk
mengetahui sekuritas mispriced dapat
digunakan analisis teknis dan analisis fundamental. Analisis teknis adalah
analisis yang menggunakan data empiris berupa perubahan harga pada masa lalu
untuk memprediksi harga sekuritas di masa yang akan datang. Analisis
fundamental berguna untuk memprediksi harga di masa yang akan datang dengan
cara memprediksi prospek perusahaan di masa yang akan datang.
c.
Penentuan portofolio
Portofolio adalah gabungan surat-surat
berharga sebagai pilihan investasi. Prinsip portofolio menganut paham don’t put your eggs in one basket. Yang
berarti, dari bermacam-macam sekuritas yang kita miliki, jika salah satunya
mengalami keuntungan maka dapat menutuo kerugian sekuritas lainnya.
d.
Melakukan revisi portofolio
Pada tahap ini, dilakukan penilaian
kembali terhadap tiga langkah sebelumnya. Jika berdasarkan penilaian kembali
perlu dilakukan perubahan, maka pada tahap ini perubahan tersebut terjadi.
Jangan lupa dengan semboyan “teliti sebelum membeli.”
e.
Penilaian hasil portofolio
Pada tahap ini, investor melakukan
evaluasi terhadap keuntungan yang diperoleh dan risiko yang harus ditanggung dari
portofolio yang dimiliki.
Bagaimana berinvestasi di pasar
modal?
Sebelum berinvestasi
di pasar modal, investor harus terlebih dahulu membuka rekening di salah satu
perusahaan efek. Sebelum memilih perusahaan efek, investor sebaiknya
memperhatikan faktor-faktor berikut ini.
1)
Jika calon investor lebih menyukai untuk
berinvestasi di saham-saham yang baru ditawarkan di pasar perdana, pilih
perusahaan yang aktif dalam proses penjaminan emisi saham.
2) Jika calon investor hanya memerlukan jasa yang
paling mendasar dari perusahaan efek yang dapat memberikan jasa tersebut secara
cepat dan akurat.
Investor
dapat membuka rekening di perusahaan efek dengan cara mengisi dokumen-dokumen
yang diperlukan. Secara umum, perusahaan efek biasanya mewajibkan investor
untuk menyetorkan sejumlah dana tertentu sebagai jaminan dalam proses
penyelesaian transaksi.
Proses
transaksi saham di bursa efek:
1) Transaksi diawali dengan memberikan
perintah jual dan/atau perintah beli ke
perusahaan efek. Perintah tersebut dapat diberikan lewat telepon atau perintah
secara tertulis. Perintah tersebut harus berisikan nama saham, jumlah yang akan
dijual dan/atau dibeli serta berapa harga jual dan/atau harga beli yang
diinginkan.
2) Perintah tersebut selanjutnya akan diverifikasi
oleh perusahaan efek.
3) Selanjutnya perintah tersebut dimasukkan ke
dalam sistem perdagangan di bursa efek.
4) Semua perintah jual dan/atau perintah beli dari
seluruh perusahaan efek akan dikumpulkan di bursa efek dalam sistem yang
disebut JATS.
Keuntungan
yang timbul atas perdagangan saham adalah capital gain dan dividen. Capital
gain adalah keuntungan dari hasil jual beli saham. Dividen adalah keuntungan
perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Selain itu, ada resiko yang
muncul dari perdagangan saham. Selain itu, ada resiko yang muncul dari
perdagangan saham, yaitu capital loss dan resiko likuiditas. Kerugian akibat
jual beli saham disebut capital loss. Jika perusahaan mengalami kebangkrutan
maka hak klaim dari pemegang saham menjadi prioritas terakhir setelah seluruh
kewajiban perusahaan dapat dilunasi. Apabila masih ada sisa dari hasil
penjualan kekayaan perusahaan, maka akan dibagi secara proporsional kepada
seluruh pemegang saham. Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan,
maka pemegang saham tidak akan menerima apa-apa. Hal ini merupakan risiko
terberat yang harus ditanggung oleh pemegang saham. Oleh karena itu, pemegang
saham dituntut untuk terus mengikuti perkembangan dari perusahaan yang sahamnya
ia miliki.
Proses
transaksi obligasi di bursa efek:
1)
Transaksi dimulai dengan penempatan kuotasi sistem
di sistem perdagangan di BES yang disebut OTS-FIS sehingga semua kuptasi yang
masuk ke dalam sistem dapat dilihat secara langsung (real time) oleh pelaku pasar lainnya.
2)
Melalui OTC-FIS, partisipan dapat melihat
kuotasi yang paling menarik bagi dirinya.
3)
Kemudian, partisipan yang tertarik untuk membeliu/menjual dapat
menghubungi partisipan yang akan menjual/membeli untuk negosiasi lebih lanjut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun