KEWAJIBAN LANCAR, PROVISION DAN KONTIJENSI
A.
KEWAJIBAN
LANCAR
Kewajiban adalah
kemungkinan pengorbanan masa depan atas manfaat ekonomi yang muncul dari
kewajiban saat ini dari entitas tertentu untuk mentransfer aktiva atau
menyediakan jasa kepada entitas lainnya di masa depan sebagai hasil dari
transaksi atau kejadian masa lalu.
Dengan
kata lain, suatu kewajiban memiliki tiga karakteristik :
1. Merupakan
kewajiban saat ini yang memerlukan penyelesaian dengan kemungkinan transfer
masa depan atau penggunaan kas, barang atau jasa
2. Merupakan
kewajiban yang tidak dapat dihindari
3. Transaksi
atau kejadian yang menciptakan kewajiban itu harus telah terjadi
Kewajiban lancar
adalah kewajiban yang likuidasinya diperkirakan secara layak memerlukan
penggunaan sumber daya yang ada, yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar,
atau penciptaan kewajiban lancar lain. Beberapa contoh kewajiban lancar : Hutang
Usaha, Wesel Bayar, Jatuh Tempo Berjalan Hutang Jangka Panjang, Kewajiban
Jangka Pendek yang diharapkan akan didanai kembali, Hutang Dividen, Uang Muka
Pelanggan dan Deposito yang dapat dikembalikan, Pendapatan diterima dimuka, Hutang
Pajak Penjualan, Hutang PPh dan Kewajiban yang berhubungan dengan karyawan.
1.
Hutang
Usaha
Hutang
Usaha atau Hutang Dagang merupakan saldo yang terhutang kepada pihak lain atas
barang, perlengkapan atau jasa yang dibeli dengan akun terbuka atau secara
kredit. Hutang Usaha muncul karena adanya kesenjangan waktu antara penerimaan
jasa atau akuisisi hak aktiva dan pembayaran atasnya. Periode perluasan kredit
ini biasanya ditemukan dalam persyaratan penjualan (2/10, n/30 atau 1/10 E.O.M)
dan biasanya adalah 30 hari hingga 60 hari.
2.
Wesel
Bayar
Wesel Bayar adalah janji tertulis untuk
membayar sejumlah uang tertentu pada saat tanggal tertentu di masa depan dan
dapat berasal dari pembelian, pe,biayaan atau transaksi lainnya. Wesel
diklasifikasikan sebagai jangka pendek atau jangka panjang tergantung pada
tanggal jatuh temponya dan dapat juga diklasifikasikan sebagai wesel berbunga
dan wesel tanpa bunga.
3.
Jatuh
Tempo Berjalan Hutang Jangka Panjang
Pepsico melaporkan obligasi, wesel
hipotik dan hutang jangka panjang lainnya yang jatuh tempo dalam tahun fiscal
beriktunya. Jatuh tempo saat ini dari hutang jangka panjang sebagai kewajiban
lancar. Perusahaan seperti Pepsico, tidak mencatat hutang jangka panjang yang
akan jatuh tempo saat ini sebagai kewajiban lancar jika akan :
a.
Ditarik atau dilunasi
dengan aktiva yang terakumulasi untuk tujuan tersebut yang secara layak tidak
ditunjukkan sebagai aktiva lancar
b. Didanai
kembali atau dilunasi dari hasil penerbita hutang baru
c. Dikonversi
menjadi modal saham
4.
Kewajiban
Jangka Pendek yang diharapkan akan didanai kembali
Kewajiban jangka pendek adalah hutang
yang dijadwalkan akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun setelah tanggal neraca
perusahaan atau dalam siklus operasi perusahaan, mana yang lebih lama. Beberapa
kewajiban jangka pendek didanai kembali atas dasar jangka panjang dank arena itu,
diperkirakan tidak memerlukan penggunaan modal kerja selama tahun berikutnya. Kriteria
pendanaan kembali :
a.
Perusahaan memiliki
rencana untuk mendanai kembali kewajiban atas dasar jangka panjang,
b. Perusahaan
itu menunujukkan kemampuan untuk pendanaan kembali itu.
5.
Hutang
Dividen
Hutang Dividen tunai adalah jumlah
terhutang oleh perusahaan kepada para pemegang saham sebagai hasil dari
otorisasi dewan direksi. Pada tanggal pengumuman, perusahaan mengasumsikan
kewajiban yang menempatkan pemegang saham dalam posisi kreditor atas sejumlah
dividen yang diumumkan. Karena dividen tunai selalu dibayarkan dalam satu tahun
setelah pengumuman (biasanya 3 bulan) maka itu diklasifikasikan sebagai
kewajiban lancar.
6.
Uang
Muka dan Deposito Pelanggan
Kewajiban lancar yang dapat
mencakup deposito kas yang dapat dikembalikan yang diterima dari
pelanggan dan karyawan. Prusahaan dapat menerima deposito dari pelanggan untuk
menjamin pelaksanaan kontrak atau jasa atau sebagai penjamin untuk menutup
pembayaran kewajiban yang diharapkan di masa depan. Klasifikasi pos-pos ini
sebagai kewajiban lancar atau tidak lancar tergantung pada waktu antara tanggal
deposito dan pemutusan hubungan yang mensyaratkan deposito.
7.
Pendapatan
Diterima Dimuka
Perusahaan memperhitungkan pendapatan diterima
dimuka yang diterima sebelum barang dikirimkan atau jasa dilakukan adalah
dengan cara :
a.
Ketika uang diterima,
Kas didebet dan akun Kewajiban lancar yang mengidentifikasi sumber pendapatan
diterima dimuka dikredit
b.
Ketika pendapatan
diterima, akun pendapatan diterima dimuka didebet, dan akun pendapatan
yang diterima dikredit
8.
Hutang
Pajak Penjualan
Terkadang penagihan pajak penjualan yang
dikredit ke akun kewajiban tidak sama dengan kewajiban yang dihitung oleh rumus
pemerintah. Pada kasus ini, GAP membuat penyesuaian atas aku kewajiban dengan
mengakui keuntungan atau kerugian atas penagihan pajak penjualan.
Dalam banyak perusahaan, pajak penjualan
dan jumlah penjualan tidak dipisahkan pada waktu penjualan terjadi. Keduanya
dikredit secara total kea kun penjualan. Sehingga untuk merefleksikan scara
benar jumlah penjualan actual dan kewajiban untuk pajak penjualan, akun
penjualan didebet sebesar pajak penjualan yang terhutang kepada pemerintah atas
penjualan itu dan akun hutang pajak penjualan dikredit sebesar jumlah yang sama
9.
Hutang
Pajak Penghasilan
Setiap Pajak Penghasilan federal atau
Negara bagian memiliki porsi yang berbeda terhadap jumlah laba tahunan. Dengan
menggunakan informasi dan nasihat yang tersedia, perusahaan harus mempersiapkan
SPT pajak penghasilan dan menghitung hutang pajak penghasilan yang dihasilkan
dari operasi periode berjalan. Hutang pajak atas laba perusahaan, seperti yang
dihitung per SPT pajak hatus diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar. Tidak
seperti perseroan, perusahaan perseorangan dan persekutuan bukan merupakan
entitas kena pajak. Karena masing-masing pemilik dan anggota persekutuan
terkena PPh pribadi atas bagian dari laba kena paja perusahaannya, maka
kewajiban PPh tidak dicantumkan dalam laporan keuangan.
10.
Kewajiban
yang berhubungan dengan Karyawan
a. Pemotongan
Gaji
Jenis paling umum dari pemotongan gaji
adalah pajak premi asuransi, tabungan karyawan dan iuran serikat kerja. Jika
jumlah dipotong belum diserahkan kepada pihak yang berwenang pada akhir periode
akuntansi, maka jumlah itu harus diakui sebagai kewajiban lancar.
b. Absensi
yang Dikompensasi
Absensi yang dikompensasi adalah absensi
dari pekerjaan seperti cuti, sakit, dan hari libur. Suatu kewajiban harus
diakrualkan untuk biaya kompensasi atas absensi di masa depan.
c.
Perjanjian Bonus
Tambahan atas gaji atau upah yang
diberikan kepada karyawan atas hasil kerja atau jumlah laba tahunan perusahaan.
Pemberian bonus kepada karyawan harus dimasukkan sebagai pengurang dalam
menentukan laba bersih tahun berjalan
B.
PROVISION
Provisi
adalah suatu kewajiban yang jumlah dan waktunya tidak pasti (kadang disebut
estimasi kewajiban). Provisi sangat umum dan kadang dilaporkan menjadi lancar
dan tidak lancar tergantung estimasi waktu pembayaran.
Perbedaan antara
provisi dan kewajiban lainnya (seperti hutang usaha,
hutang wesel, hutang gaji dan hutang deviden) adalah provisi memiliki
ketidakpastian yang lebih besar tentang waktu dan jumlah pengeluarannya di masa
datang untuk menyelesaikan kewajiban.
Pengakuan
Provisi atas beban dan kewajiban lainnya terjadi hanya jika :
1. Perusahaan
memiliki kewajiban saat ini sebagai akibat kejadian dimasa lalu.
2. Besar
kemungkinan bahwa akan ada pengeluaran sumber daya ekonomi untuk menyelesaikan
kewajiban.
3. Estimasi
wajar yang dibuat untuk jumlah atas kewajiban.
Jika tiga
kondisi diatas tidak ditemui, maka pengakuan provisi tidak dapat dilakukan.
Pengukuran Provisi
menurut IFRS Pengukuran haruslah merupakan estimasi terbaik dari jumlah yang
dikeluarkan untuk menyelesaikan kewajiban saat ini.
Jenis jenis provisi yang biasanya ditemukan:
1.
Perkara
hukum
Perusahaan harus
mempertimbangkan kewajiban yang mungkin terjadi dimasa depan yang belum bisa
ditentukan karena adanya penundaan atau ancaman pengadilan. Faktor yang harus
dipertimbangkan:
a. Periode
waktu dimana penyebab tindakan yang mendasari terjadi (periode waktu perkara
yang kewajibannya diakui haruslah terjadi pada atau sebelum tanggal laporan
keuangan)
b. Probabilitas
hasil yang merugikan
c. Kemampuan
untuk melakukan estimasi layak atas jumlah kerugian.
2.
Garansi
Garansi adalah janji yang
dibuat penjual kepada pembeli untuk memperbaiki defisiensi kuantitas, kualitas
atau kinerja suatu produk. Jaminan dan garansi memerlukan biaya masa depan,
yang seringkali merupakan biaya tambahan yang signifikan, yang terkadang
disebut “biaya sesudah” atau “biaya purna jual”. Walaupun biaya masa depan
bersifat tidak pasti dalam hal jumlah, tanggal terjadinya, bahkan pelanggannya, namun kewajiban adalah
mungkin dalam banyak kasus dan harus diakui dalam akun jika dapat diestimasi
secara layak. Perusahaan memberikan
salah satu dari dua jenis garansi berikut kepada konsumen :
a. Garansi
yang telah disepakati dalam kontrak saat produk dijual. Jenis garansi ini
termasuk dalam harga jual dari produk perusahaan dan sering disebut sebagai
jenis garansi jaminan.
b.
Garansi dimana
menawarkan layanan tambahan dari garansi asuransi. Garansi ini tidak termasuk
dalam harga jual produk dan sering disebut sebagai jenis garansi jasa.
E13-13 ( Garansi
)
Selzer
Equipment Company menjual 500 Rollomatics selama tahun 2015 dengan harga $6.000
per unit. Selama tahun 2015, Selzer mengeluarkan $30.000 untuk memenuhi garansi
selama 2 tahun atas barang Rollomatics.
a. Jurnal
Selzer untuk tahun 2015, dengan asumsi Selzer mengestimasi total biaya servis
atas garansi akan berjumlah $120.000 untuk 2 tahun.
Jurnal Penjualan
500 Rollomatics selama 2015 dengan harga $6.000 per unit
Kas 3,000,000
Penjualan
(500x$6,000) 3,000,000
Jurnal pengeluaran
$30.000 untuk memenuhi garansi selama 2 tahun
Beban
Garansi 30,000
Kas,
Persediaan, Gaji Akrual 30,000
Jurnal estimasi
biaya servis atas garansi akan berjumlah $120.000 untuk 2 tahun
Beban
Garansi 90,000
Kewajiban Garansi 90,000
($120,000 – $30,000)
b. Jurnal
Selzer untuk tahun 2015, dengan asumsi garansi yang berupa garansi jasa tidak termasuk ke dalam bagian penjualan
Rollomatics. Asumsikan bahwa total penjualan Rollomatics sebesar $160.000
termasuk kedalam kontrak Garansi Penjualan. Selzer mengestimasi total biaya
untuk garansi servis selama 2 tahun sebesar $120.000. Estimasi pendapatan
terkait dengan garansi servis.
Jurnal
penjualan dengan asumsi garansi yang berupa garansi service tidak termasuk ke
dalam bagian penjualan Rollomatics
Kas 3,000,000
Penjualan 2,840,000
Pendapatan garansi diterima dimuka 160,000
Jurnal
pengeluaran $30.000 untuk memenuhi garansi selama 2 tahun
Beban
Garansi 30,000
Kas,
Persediaan, Gaji Akrual 30,000
Jurnal
estimasi biaya servis atas garansi akan berjumlah $120.000 untuk 2 tahun
Pendapatan
garansi diterima dimuka 40,000
Pendapatan
garansi 40,000
[$160,000
X ($30,000/$120,000)]
3.
Consideration
Payable
Perusahaan sering
melakukan pembayaran kepada konsumen sebagai bagian dari rencana untuk
mendapatkan pendapatan. Consideration Payable bisa berupa diskon, rabat, gratis
produk, atau jasa. Contoh, banyak perusahaan menawarkan premi (baik atas dasar
terbatas maupun berkelanjutan) kepada pelanggan sebagai pengganti tutup kotak,
sertifikat, kupon, label, atau bungkus produk. Premi dapat berupa peralatan
dari perak, piring, alat rumah tangga, mainan, atau barang lainnya. Biaya yang
terjadi harus dicatat sebagai beban pada periode penjualan.
E13-14
( Premi )
Moleski Company menyertakan 1 kupon
disetiap kotak sabun bubuk yang dikemasnya. Setiap 10 kupon yang berhasil
dikumpulkan bisa ditukarkan konsumen dengan premi (berupa peralatan dapur).
Tahun 2015, Moleski Company membeli 8.800 premi dengan harga €0,90 per premi,
dan menjual 120.000 kotak sabun bubuk dengan harga €3,30 per kotak. 44.000 buah
kupon disediakan untuk ditukarkan selama tahun 2015. Diestimasi 60% dari kupon
akan ditukarkan oleh konsumen dengan premi.
Jurnal terkait penjulan dan rencana
premi selama tahun 2015:
Jurnal saat
pembelian 8.800 premi dengan harga €0,90 per premi
Persediaan
premi (8,800 X €.90) 7,920
Kas 7,920
Jurnal saat penjualan 120.000 kotak
sabun bubuk dengan harga €3,30 per kotak.
Kas
(120,000 X €3.30) 396,000
Penjualan 396,000
Jurnal pengakuan 44.000 buah kupon
disediakan untuk ditukarkan selama 2015
Beban
Premi 3,960
Persediaan
Premi [(44,000 ÷ 10) X €.90] 3,960
Jurnal estimasi 60% dari kupon akan
ditukarkan oleh konsumen dengan premi.
Beban
Premi 2,520
Estimasi
Kewajiban untuk Premi 2,520
[(120,000 X 60%) – 44,000] ÷ 10 X €.90 =
€2,52
4.
Kewajiban Lingkungan
Estimasi
biaya untuk membersihkan lokasi limbah beracun sangat penting. Serta, estimasi
biaya untuk membersihkan udara dan untuk mencegah kemunduran dimasa depan yang
semakin tinggi. Pengakuan
akuntansi atas Kewajiban Lingkungan, sama seperti provisi lainnya, sebuah
perusahaan harus mengakui kewajiban lingkungan ketika perusahaan mempunyai
kewajiban hukum yang terkait dengan penghentian sebuah aktiva jangka panjang
dan ketika perusahaan dapat secara layak mengestimasi jumlah kewajiban itu.
Kejadian
yang membebankan kewajiban. Contoh dari kewajiban hukum yang ada, yang
memerlukan pengakuan kewajiban, meliputi tetapi tidak terbatas pada :
a. Penutupan
pabrik / fasilitas nuklir
b. Pembongkaran,
pemulihan, dan reklamasi properti minyak dan gas
c. Biaya
penutupan, reklamasi, dan pembongkaran fasilitas pertambangan
d. Biaya
penutupan dan pasca penutupan tempat pembuangan sampah padat.
Untuk
memperoleh manfaat dari aktiva jangka panjang ini, perusahaan biasanya
berkewajiban secara hukum terhadap biaya-biaya yang terkait dengan penghentian
aktiva tersebut, walaupun perusahaan meminta pihak lain atau dilakukan dengan
tenaga kerja dan peralatan sendiri.
Pengukuran, Perusahaan pada awalnya
mengukur kewajiban lingkungan pada estimasi terbaik nilainya pada masa depan.
Estimasi harus mencerminkan jumlah yang harus dibayar perusahaan di dalam pasar
aktif untuk menyelesaikan kewajiban (biasanya menggunakan nilai wajar). Karena
pasar aktif tidak begitu banyak tersedia bagi kewajiban lingkungan, maka perusahaan
mengestimasi nilai wajarnya berdasarkan informasi terbaik yang ada seperti
informasi harga pasar dan kewajiban serupa jika ada. Alternatifnya, perusahaan
dapat memakai teknik nilai sekarang untuk mengestimasi nilai wajar.
Pengakuan
dan Alokasi, untuk mencatat sebuah kewajiban lingkungan dalam laporan keuangan, sebuah
perusahaan memasukkan biaya yang terkait dengan kewajiban lingkungan dalam aktiva
jangka panjang tersebut dan mencatat kewajiban dengan jumlah yang sama. Biaya
penghentian akan dicatat sebagai bagian dari aktiva tersebut karena biaya-biaya
ini terikat pada kegiatan operasi aktiva itu dan diperlukan untuk menyiapkan
aktiva itu agar sebagaimana mestinya. Perusahaan tidak boleh mencatat biaya lingkungan
yang dikapitalisasi di akun terpisah karena tidak ada manfaat ekonomis masa
depan yang dapat dikaitkan dengan biaya ini saja.
Pada periode-periode setelahnya,
perusahaan mengalokasikan biaya aset untuk dibebankan selama periode umur
manfaat aktiva tersebut. Perusahaan dapat menggunakan metode garis lurus untuk
alokasi ini.
E13-18 (Kewajiban Penghentian
Aset)
Bassinger Company membeli sebuah
depot tanker minyak pada 1 Januari 2015, dengan biaya sebesar $ 600.000.
Bassinger memperkirakan dapat mengoperasikan depot selama 10 tahun, dan secara
hukum diharuskan membongkar depot dan menghapus tangki penyimpanannya di bawah
tanah. Diperkirakan biayanya $ 70.000 untuk membongkar depot dan menghapus tank
pada akhir masa manfaat depot tersebut.
a. Buatlah
ayat jurnal untuk mencatat depot dan kewajiban lingkungan atas depot pada 1
Januari 2015. Berdasarkan tingkat efektif-bunga 6%, nilai wajar dari kewajiban lingkungan
pada tanggal 1 Januari 2015, adalah $ 39.087.
Depot Tanker 600,000
Kas 600,000
Depot Tanker 39,087
Kewajiban Lingkungan 39,087
b. Siapkan
jurnal yang diperlukan untuk depot dan kewajiban lingkungan pada tanggal 31
Desember 2015. Bassinger menggunakan metode penyusutan garis lurus; taksiran
nilai sisa depot adalah nol.
Beban Depresiasi
(600.000/10) 60,000
Akumulasi Depresiasi – Depot Tanker 60,000
Beban Depresiasi
($39,087/10) 3,909
Akumulasi Depresiasi – Depot Tanker 3,909
Beban Bunga
($39,087 x 0,06) 2,345
Kewajiban Lingkungan 2,345
c. Pada
tanggal 31 Desember 2024, Bassinger membayar sebuah perusahaan pembongkaran untuk
membongkar depot dan menghapus tank dengan harga $ 80.000. Buatlah jurnal untuk
penyelesaian kewajiban lingkungan ini.
Kewajiban
Lingkungan 70,000
Kerugian
Penyelesaian kewajiban lingkungan 10,000
Kas 80,000
5.
Ketentuan
kontrak yang memberatkan (Onerous Contract Provisions)
Kadang
perusahaan memiliki apa yang disebut kontrak yang memberatkan (onerous
contract). Kontrak dimana biaya yang tidak bisa dihindari untuk memenuhi
kewajiban karena melebihi manfaat ekonomi yang diharapkan akan diterima. Contoh
kontrak yang memberatkan adalah kerugian yang diakui atas komitmen pembelian
(item persediaan yang tidak menguntungkan) yang tidak bisa dibatalkan.
6.
Restrukturisasi
Akuntansi
untuk provisi restrukturisasi itu kontroversial. Contoh peristiwa yang dapat
digolongkan sebagai restrukturisasi :
a. Penjualan
atau penghentian suatu lini usaha
b. Penutupan
lokasi usaha dalam suatu negara atau rehgional
c. Perubahan
dalam struktur manajemen
d. Reorganisasi
mendasar yang memiliki dampak signifikan terhadap karakteristik dan fokus
operasi entitas.
Berikut
adalah contoh peristiwa yang dapat digolongkan sebagai restrukturisasi:
a. penjualan
atau penghentian suatu lini usaha;
b. penutupan
lokasi usaha dalam suatu negara atau kawasan atau relokasi kegiatan usaha ke
negara atau kawasan regional lain;
c. perubahan
dalam struktur manajemen, misalnya menghilangkan satu lapis manajemen; dan
d. reorganisasi
mendasar yang memiliki dampak signifikan pada karakteristik dan fokus operasi
perusahaan, termasuk penggabungan badan usaha dan peleburan badan usaha.
Kewajiban
estimasi bagi biaya restrukturisasi diakui hanya jika kriteria pengakuan umum
yang berlaku bagi kewajiban diestimasi dipenuhi. Kewajiban konstruktif untuk
melakukan restrukturisasi muncul hanya jika persyaratan berikut dipenuhi:
a. perusahaan
memiliki rencana formal yang terperinci untuk restrukturisasi dengan
mengidentifikasi, sekurang-kurangnya:
·
usaha atau bagian usaha
yang terlibat;
·
lokasi utama yang
terpengaruh;
·
lokasi, fungsi, dan
perkiraan jumlah pegawai yang akan menerima kompensasi karena pemutusan
hubungan kerja;
·
pengeluaran yang akan
terjadi; dan
·
waktu implementasi
rencana tersebut.
b. perusahaan
menimbulkan harapan yang kuat dan sah kepada pihak pihak yang terkena dampak
restrukturisasi bahwa perusahaan akan melaksanakan restrukturisasi dengan
memulai implementasi rencana tersebut atau mengumumkan pokok pokok rencana.
Bukti
bahwa perusahaan telah mulai mengimplementasikan rencana restukturisasi akan
tampak, antara lain, dengan menghentikan operasi pabrik atau menjual aktiva
atau mengumumkan kepada masyarakat tentang pokok-pokok rencana restrukturisasi.
Pen gumuman mengenai rencana yang terperinci tentang restrukturisasi ters ebut
merupakan kewajiban konstruktif untuk melakukan restrukturisasi hanya jika
rencana itu dibuat sedemikian rupa dan dengan perincian yang memadai (yaitu
menjelaskan pokok-pokok rencana) sehingga menimbulkan harapan yang kuat dan sah
di pihak lain seperti pelanggan, pemasok, dan pegawai (atau wakilnya) bahwa
perusahaan akan melaksanakan restrukturisasi
Keputusan perusahaan untuk
melakukan restrukturisasi yang diambil sebelum tanggal neraca tidak menimbulkan
kewajiban konstruktif pada tanggal neraca, kecuali sebelum tanggal neraca
perusahaan telah: (a) mulai mengimplementasikan rencana restrukturisasi; atau
(b) mengumumkan pokok-pokok rencana restrukturisasi kepada pihak yang terkena
dampak rencana tersebut.
C.
KONTIJENSI
Perusahaan tidak diperkenankan mengakui
kewajiban kontinjensi. Kewajiban kontinjensi diungkapkan, seperti ditentukan
dalam paragraf 87, kecuali kemungkinan arus keluar sumber daya kecil.
Apabila perusahaan bertanggung jawab
secara masing-masing dan bersama dengan pihak lainnya (tanggung renteng),
bagian kewajiban yang diharapkan akan dipenuhi oleh pihak-pihak lain
diperlakukan sebagai kewajiban kontinjensi. Perusahaan mengakui kewajiban
diestimasi untuk bagian dari kewajiban yang kemungkinan besar dipenuhi dengan
arus keluar sumber dayanya, kecuali dalam keadaan sangat jarang, yaitu dalam
hal estimasi andal tidak dapat dibuat.
Kewajiban kontinjensi dapat berkembang ke arah
yang tidak diperkirakan semula. Oleh karena itu, kewajiban kontinjensi harus
terus menerus dikaji ulang untuk menentukan apakah tingkat kemungkinan arus
keluar sumber daya bertambah sehingga menjadi kemungkinan besar (probable).
Jika timbul kemungkinan besar bahwa diperlukan arus keluar sumber daya untuk
menyelesaikan suatu unsur yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai kewajiban
kontinjensi, maka perusahaan mengakui kewajiban diestimasi dalam laporan
keuangan pada periode saat perubahan menjadi kemungkinan besar tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun