TUGAS AKUNTANSI
KEUANGAN KONTEMPORER
Chapter 3
STANDARD SETTING
Pendahuluan
Beberapa
aspek dalam kerangka konseptual juga relevan dengan standard, terutama
pertanyaan apakah harus rules based
atau principles based, begitu juga
pengaruh potensial dari tekanan politik pada proses standard-setting.
Kerangka
Institusi
Australian
Accounting Standards Board (AASB) terbentuk dibawah Autralian Securities and Investements Comission Act 1991 (ASIC),
dan didesain untuk memperbaiki kualitas dan independensi dari proses penyusunan
standar akuntansi di Australia. AASB didesain netral, independen, dengan legislative
penuh mendukung penerbitan standard. Struktur organisasi:
|
Sumber:
aasb.gov.au
Standar
Akuntansi
Standar
akuntansi adalah pernyataan yang memberikan panduan dalam menyiapkan laporan
keuangan. Tujuannya adalah agar laporan keuangan memiliki kualitas yang tinggi.
Rules-based standard adalah standar
yang berisi rincian spesifik dan definisi wajib yang mengatur tentang banyak
kontijensi dan situasi yang mungkin terjadi. Principles-based standard adalah standar yang berisi prinsip
akuntansi substantif yang fokus dalam mencapai tujuan akuntansi dari standar.
Prinsip ini didasarkan pada tujuan akuntansi yang ada pada kerangka konseptual.
Teori
Regulasi
Regulasi
adalah aturan, prinsip atau metode yang digunakan untuk mengatur suatu hal
dengan tujuan tertentu. Signaling theory
menyatakan bahwa laporan perusahaan dapat meningkatkan nilai melalui laporan
keuangan. Hal ini memotivasi perusahaan yang diatas rata-rata untuk
mengungkapkan melalui laporan keuangaan, karena akan memberikan signal bahwa
perusahaannya lebih baik dari pada perusahaan yang tidak membuat laporan. Public Interest theory menyatakan bahwa akuntansi
diatur untuk memperbaiki praktik pasar yang tidak efisien dan tidak adil.
Informasi akuntansi adalah barang publik, tanpa regulasi maka akan berlebihan
atau kekurangan. Capture theory memberikan
bukti bahwa kelompok yang terkena regulasi akan tertarik untuk terlibat dalam
mempengaruhi regulasi. Bushfire theory menyatakan
bahwa akuntansi diatur untuk mengatasi stigma akuntansi yang ditimbulkan oleh
krisis seperti jatuhnya perusahaan yang tak terduga.
Politik
dalam Penetapan Standar Akuntansi
Penetapan
standar akuntansi adalah proses politik karena standar akuntansi dapat
menyalurkan kekayaan dari investor ke kreditur, dari investor ke pekerja, dari
investor saat ini ke investor masa depan, dan sebagainya. Karena itu
pihak-pihak yang terkena dampak dari standar akan melakukan lobbying dalam proses penetapan standar
agar tercapai apa yang diinginkan masing-masing pihak.
Harmonisation
Harmonisasi
adalah mengadopsi konten dan kata dari standar IASB, kecuali perlu untuk
merubah kata untuk memenuhi permintaan legislative dari suatu negara. Tiga
keuntungan melakukan harmonisasi:
1.
Comparability
secara internasional antar laporan keuangan akan meningkat, sehingga
meningkatkan arus investasi internasional dan operasi pasar internasional lebih
efisien.
2.
Biaya modal akan
menurun karena risiko dari perbedaan aturan pelaporan keuangan juga menurun.
3.
Biaya membuat
laporan keuangan juga menurun karena perusahaan tidak perlu membuat dua laporan
keuangan untuk memenuhi aturan listing.
Adopsi dari IAS telah memberikan
implikasi pada standard-setter di Australia, European Union, dan banyak negara
di Asia. Sekitar 90% negara di dunia sudah mengadopsi IFRS. Banyak negara sudah
mengadopsi konten dan wording dari standar yang dibuat IASB. Namun, IASB fokus
kepada perusahaan yang profit-oriented, sehingga standar-setter harus
memikirkan standar akuntansi yang untuk pemerintah dan untuk sektor non profit.
Beberapa negara juga ikut serta dalam penyusunan IFRS untuk digunakan sebagai
seperangkat standar akuntansi yang berlaku secara internasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun