TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN KONTEMPORER
Chapter
4
MEASUREMENT
AND ITS PROBLEM
Perlunya Pengukuran dalam Pelaporan
Keuangan
Pengukuran merupakan proses memilih
dan meletakkan jumlah nominal uang atas akun yang ada dalam laporan keuangan. Manfaat
dari laporan keuangan tergantung pada dua keputusan kunci yang dibuat oleh
akuntan dan standar setter:
1. Apa
item yang harus dimasukkan dan tidak dimasukkan dalam laporan keuangan?
2. Bagaimana
item yang dimasukkan tersebut diukur?
Apakah Pengukuran itu
dan Apa Saja yang Diukur
Pengukuran adalah tindakan atau
proses mengukur. Ukuran adalah kuantitas, berat, tinggi atau unit lain yang
digunakan untuk menyatakan ukuran. Pengukuran merupakan proses yang melibatkan
dua langkah, yaitu:
1. Memutuskan
apa untuk mengukur, di dalam
akuntansi keuangan, fokus atribut keuangan dapat diungkapkan dalam uang,
seperti biaya atau nilai, bukan atribut fisik.
2. Memutuskan
bagaimana untuk mengukur, dalam
laporan keuangan, jumlah uang digunakan sebagai skala pengukuran. Alternatif
pengukuran lain adalah harga konstan, yang digunakan untuk menyesuaikan dan
mengukur jumlah uang yang ekuivalen dengan daya beli saat ini. Sehingga pengukuran dilakukan berdasarkan
nilai dari uang pada transaksi, tidak hanya kuantitas fisik dari uang tersebut.
Isu dan Masalah
Pengukuran dalam Akuntansi
Ø Kerangka
konseptual membolehkan range dari pengukuran
untuk digunakan, dan pedoman yang disediakan melalui karakteristik
kualitatif yang terbuka untuk diintepretasikan, sehingga membutuhkan
subjektifitas.
Ø Tidak
ada satu sistem pengukuran, sehingga pengukuran item dipertimbangkan secara
individual atau basis kelas.
Ø Range
dari atribut alternatif yang diukur dalam akuntansi membawa masalah tambahan.
Ukuran yang Digunakan dalam
Akuntansi
Saat ini akuntansi keuangan
menggunakan apa yang disebut mixed
atribut model, yang mengukur perbedaan atribut terkait biaya dan nilai. Biaya
adalah harga yang dibayarkan untuk mendapatkan, memproduksi, mencapai target
atau mempertahankan sesuatu. Nilai adalah kepentingan atau harga dari sesuatu
untuk seseorang, utility atau manfaat.
Bagaimana
item memiliki value untuk bisnis:
1. Nilai
kegunaan: keuntungan dari menggunakan item, biasanya dipertimbangkan sebagai
nilai sekarang dari arus kas masa depan yang berhubungan dengan item.
2. Nilai
pertukaran: keuntungan dari menjual suatu item, biasanya dipertimbangkan
sebagai fair value atau nilai realisasi bersih.
Biaya dan Nilai
Spesifik
Biaya
Historis
Biaya
historis adalah jumlah uang yang dikorbankan atau diberikan untuk mendapatkan
suatu item. Ini merupakan pengukuran tradisional yang digunakan dalam akuntansi,
dan biasanya diukur dalam nominal rupiah/dolar.
Biaya
Penggantian dan Biaya Sekarang
Biaya
penggantian adalah jumlah yang dibayarkan pada saat sekarang untuk mendapatkan
item yang serupa. Biaya Sekarang adalah jumlah terendah yang dibayar saat ini
untuk menyediakan atau mengganti manfaat ekonomi masa depan yang diekspektasi
dari item saat ini.
Nilai
Wajar dan Nilai Realisasi Bersih
Nilai
wajar adalah jumlah item yang dapat ditukar antara pengetahuan, pihak dalam
panjang tangan transaksi. Nilai realisasi bersih adalah nilai sekarang
dikurangi biaya penjualan atau pelepasan.
Nilai
Sekarang
Nilai
sekarang adalah nilai diskonto sekarang dari arus kas bersih masa depan terkait
dengan suatu item.
Nilai
Deprival
Nilai
deprival adalah rugi atas rasional pebisnis yang didapat jika dia menghilangkan
aset.
Pengukuran dalam
Praktik: Trend dan Pengaruhnya
Standar akuntansi saat ini membolehkan
range pengukuran yang digunakan dalam laporan keuangan, namun ada 3 yang
dominan, yaitu:
1. Biaya
historis
2. Nilai
wajar (atau nilai bersih yang dapat direalisasi), walaupun sering dibatasi
untuk kasus pada pasar aktif.
3. Nilai
sekarang, walaupun penggunaanya biasanya terbatas untuk kasus dalam arus kas
yang dengan mudah diukur (seperti lease pembiayaan, provisi terkait pekerja dan
pendapatan penjualan tangguhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen o yo rek,, *suwun